TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Pasti Sering Kamu Lihat, 5 Fenomena Optik Berwarna Indah Akibat Cahaya

Cahaya Matahari dapat menimbulkan fenomena optik

Unsplash/Kumiko Shimizu

Bumi merupakan planet yang dipenuhi dengan kehidupan biologis. Beberapa penopang dan penunjang yang ada di Bumi dapat mengizinkan kehidupan dan evolusi terjadi secara kompleks hingga kini, salah satu penopang kehidupan tersebut adalah cahaya Matahari.

Tahukah kamu bahwa ada beberapa bagian Bumi yang terlihat indah akibat fenomena optik? Ya, beberapa bagian Bumi tersebut pastinya juga sering kamu lihat. Mayoritas dari bagian-bagian tersebut bahkan sebetulnya tidak memiliki warna, lho.

Inilah lima fenomena optik di beberapa bagian Bumi yang terlihat indah akibat cahaya, apa saja? Yuk, dibaca!

1. Aurora yang sering muncul di langit Bumi bagian kutub

Unsplash/Lightscape

Jika kamu tinggal di wilayah Bumi bagian kutub, maka kamu gak akan asing dengan penampakan aurora. Ya, aurora adalah fenomena optik yang sering tampak di Kutub Utara dan Kutub Selatan.

NASA Science dalam lamannya menjelaskan bahwa aurora terjadi akibat cahaya Matahari yang dipengaruhi oleh medan magnetik Bumi. Cahaya Matahari yang dipancarkan ke Bumi terbagi menjadi beberapa bagian. Ada beberapa bagian tertentu yang berupa partikel-partikel sangat kecil yang tidak dapat dilihat oleh mata manusia.

Nah, partikel-partikel dari Matahari tersebut masuk ke atmosfer Bumi dalam bentuk badai Matahari mikro, artinya badai Matahari yang tidak berdampak apa-apa terhadap kehidupan, dengan kata lain memiliki radiasi yang sangat minimal.

Ketika badai Matahari tersebut mencapai Bumi, maka sebagian kecilnya dapat menyusuri wilayah medan magnetik Bumi, yakni bagian kutub. Di sanalah badai Matahari akan berinteraksi dengan atmosfer di kutub Bumi.

Akibat interaksi inilah beberapa unsur udara menjadi terlihat berwarna. Oksigen di langit akan tampak berwarna hijau dan merah. Sedangkan nitrogen akan berwarna biru dan ungu. Kombinasi warna ini akan terlihat indah manakala kamu melihatnya di wilayah kutub yang dingin.

2. Langit pada umumnya berwarna biru, mengapa?

Unsplash/Kumiko Shimizu

Mengapa langit pada umumnya berwarna biru terang? Ternyata hal ini terjadi karena pembiasan cahaya Matahari, seperti dicatat dalam Live Science. Namun, proses pembiasan tersebut tentu tidak sesederhana yang dibayangkan.

Cahaya Matahari yang masuk ke Bumi akan disaring oleh atmosfer Bumi yang memiliki beberapa lapisan pelindung berupa gas dan uap air. Nah, beberapa unsur dari atmosfer tadi akan membiaskan cahaya Matahari menjadi beberapa gelombang cahaya yang dapat ditangkap oleh mata kita.

Dalam ilmu optika, warna merah merupakan warna dengan gelombang terpanjang, dan biru adalah warna dengan gelombang yang pendek. Atmosfer Bumi akan membiaskan warna biru sebagai gelombang pendek dan dipancarkan ke seluruh langit yang saat itu terkena sinar Matahari.

Jika menjelang sore atau senja, warna langit juga berubah menjadi kemerahan. Hal ini juga berkaitan dengan ilmu optika tadi, di mana warna dengan gelombang terpanjang (merah) akan dibiaskan oleh atmosfer akibat posisi Matahari yang sudah tidak berada tepat di atas kepala kita.

Ingat ya, bahwa Bumi selalu berputar pada porosnya (rotasi Bumi) dan mengelilingi Matahari, fenomena alam ini dinamakan revolusi Bumi. Nah, beberapa perubahan posisi Bumi terhadap masuknya cahaya Matahari juga menentukan warna yang dibiaskan oleh atmosfer Bumi.

Baca Juga: 10 Fenomena Langit Mei 2020, Hujan Meteor Sampai Asteroid Pallas

3. Dalam keadaan tertentu, fatamorgana bisa terjadi di beberapa bagian Bumi

medium.com

Fatamorgana adalah kejadian alam biasa yang diakibatkan oleh ilusi optik. Fenomena ini terjadi akibat beberapa hal, misalnya cahaya Matahari, suhu, kelembapan, dan beberapa faktor pendukung lainnya.

Fatamorgana tidak melulu terjadi di gurun pasir yang tandus. Bahkan, beberapa fenomena fatamorgana dapat menampakkan gambaran yang indah berupa beberapa warna yang dibiaskan di atas permukaan Bumi.

Seperti ditulis dalam Britannica, secara sederhana fatamorgana dijelaskan sebagai akibat perpaduan cahaya Matahari, suhu panas, dan suhu dingin yang ada pada satu kawasan tertentu. Cahaya Matahari yang melewati beberapa lapisan udara (panas dan dingin) akan membias dan terpantul sehingga membentuk bayangan objek yang ada di atas tanah.

Itu sebabnya jika kamu berada di padang gurun yang sangat panas, kamu akan menemukan bayangan seperti air yang akan kamu lihat dari kejauhan. Fenomena alam ini juga sering terjadi di lautan lepas. Beberapa bayangan kapal menjadi lebih serong dan terlihat seolah sejajar dengan kapal. Orang zaman dulu menganggap bahwa ini adalah peristiwa mistis.

4. Air laut juga tampak biru, bagaimana penjelasannya?

venturewell.org

Sama seperti langit, lautan juga tampak biru atau hijau. Pada prinsipnya, ini adalah fenomena alam yang melibatkan prinsip kerja optika. Air laut yang mengandung garam akan menyerap gelombang terpanjang dalam spektrum cahaya Matahari.

Nah, prinsip ini berlaku terbalik dalam hukum fisika, apa maksudnya? Maksudnya adalah, jika zat cair menyerap gelombang panjang (merah) dalam spektrum cahaya, maka zat cair tersebut akan membiaskan gelombang cahaya pendek, yakni biru atau hijau.

Hal ini dapat terjadi karena partikel cahaya Matahari diserap oleh zat cair yang sangat masif, sehingga pembiasannya juga akan masif dan menyeluruh, dan hal ini akan memunculkan warna biru atau hijau dalam pandangan mata manusia.

Baca Juga: Selain Pelangi, Ini 7 Fenomena Alam di Langit yang Bikin Kamu Takjub 

Verified Writer

Dahli Anggara

Age quod agis...

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya