TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

5 Spesies Hewan yang Sudah Hidup Mandiri Sejak Dilahirkan, Apa Saja?

Sejak bayi mereka sudah harus berjuang untuk hidup

visittybee.com

Hewan-hewan seperti anjing, kucing, singa, serigala, ayam, dan beberapa jenis burung biasanya akan merawat anak-anaknya hingga kurun waktu tertentu. Selain karena faktor naluri, hewan-hewan tersebut juga telah melalui proses adaptasi yang sangat panjang, sehingga dapat fit atau survive dalam evolusi.

Namun, tidak semua hewan memiliki perilaku yang sama terhadap anak-anaknya. Ada beberapa jenis hewan yang akan meninggalkan anak-anak atau telur-telurnya, dan bayi hewan tersebut akan berjuang untuk hidup sejak ia membuka matanya.

Inilah lima spesies hewan yang sudah hidup mandiri sejak mereka dilahirkan. Apa saja, ya? Disimak, yuk!

1. Kupu-kupu

zmescience.com

Kupu-kupu memiliki siklus berkembang biak yang dinamakan metamorfosis, yakni daur hidup yang terbagi menjadi beberapa fase. Pada mulanya kupu-kupu akan meletakkan telur di permukaan tanaman, lalu telur akan menetas dan menjadi ulat, dan akhirnya ulat akan menjadi kepompong.

Kepompong inilah yang akan melahirkan kupu-kupu secara sempurna. Ulat yang ditetaskan sudah hidup dan mencari makan secara mandiri, hingga ia akhirnya berhenti makan untuk mengubah dirinya menjadi sebuah kepompong, seperti ditulis dalam laman Scientific American.

Naluri untuk bertahan hidup secara genetik telah diturunkan dari kupu-kupu dewasa ke dalam telur-telurnya, sehingga ulat yang baru saja keluar dari telur dapat hidup mandiri berdasarkan naluri alamiahnya.

Baca Juga: Keajaiban Evolusi, 6 Mekanisme Pertahanan Diri Hewan Teraneh

2. Kadal

animals.sandiegozoo.org

Kebanyakan spesies reptil (kecuali buaya), termasuk kadal, sudah hidup secara mandiri sejak mereka bayi. Kadal dewasa akan meletakkan telur-telurnya di tempat yang aman, dan setelah itu mereka akan menunggu telur-telur tersebut cukup waktu untuk menetas, dan lalu meninggalkannya.

Untuk beberapa jenis kadal Australia tidak berkembang biak secara bertelur, melainkan melahirkan. Namun jumlah kadal yang melahirkan sangat sedikit dibandingkan dengan jumlah spesies kadal yang bertelur.

Britannica dalam lamannya menjelaskan bahwa jenis reptil tertentu tetap akan membangun sarang untuk telur-telurnya. Namun sebagian besar kadal tidak melakukannya, dan itu sebabnya kadal-kadal bayi sudah harus hidup mandiri di tengah ganasnya alam.

3. Burung megapoda

hbw.com

Burung megapoda adalah spesies unggas besar yang sepintas penampakannya mirip kombinasi antara ayam dan burung. Salah satu subspesies megapoda yang ada di Indonesia adalah burung maleo, yakni hewan endemik Sulawesi.

Unggas megapoda adalah unggas yang sangat berbeda dengan unggas-unggas lainnya, karena mereka telah hidup mandiri sejak bayi. Jika ayam dan burung lainnya selalu menjaga dan membesarkan anak-anaknya, megapoda justru tidak pernah mengerami telurnya.

Laman Amusing Planet menulis bahwa megapoda akan mengubur telur-telurnya dalam sebuah gundukan tanah dan menggunakan panas alami untuk mengerami telurnya tersebut. Setelah telur-telur tersebut menetas, anak-anak megapoda akan memulai hidupnya secara mandiri.

4. Lalat

barmac.com.au

Lalat merupakan hewan yang dianggap sebagai pembawa banyak sumber penyakit. Lalat akan meletakkan telurnya di berbagai tempat, dan biasanya di tempat-tempat yang dapat mendukung kehidupan larva, seperti makanan atau bangkai hewan lainnya.

Telur lalat tadi akan menjadi larva (belatung) dan sudah mulai hidup secara mandiri. Dalam prosesnya, belatung tadi akan berubah menjadi pupa, dan pupa akan berubah menjadi lalat. Itulah sebabnya lalat memiliki daur atau siklus hidup metamorfosis sempurna.

Namun, ternyata larva lalat juga dapat bermanfaat bagi ekosistem alam. Larva lalat dapat membantu membersihkan alam dari sisa-sisa bangkai hewan yang telah mati, seperti dicatat dalam laman Nature.

Baca Juga: Suka Makan Kotoran, 5 Hewan yang Memiliki Kondisi Coprophagia

Verified Writer

Dahli Anggara

Age quod agis...

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya