TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

7 Fakta Serangga Tongkat, Betinanya Dapat Bertelur Tanpa Kawin

Spesiesnya tersebar hampir ke seluruh dunia

Serangga tongkat. (commons.wikimedia.org/Vijayakumar blathur)

Serangga tongkat adalah salah satu serangga terunik di dunia karena bentuknya seperti ranting pohon. Hewan ini terdiri dari berbagai warna seperti cokelat, abu-abu dan hijau. 

Meskipun berbentuk unik daripada serangga pada umumnya phasmatodea memiliki lebih dari 3.000 spesies berbeda di seluruh dunia. Mereka hidup di iklim sedang, tropis dan subtropis yang habitatnya tersebar luas di setiap benua kecuali Antartika.

Amerika Selatan dan Asia Tenggara merupakan penyumbang jumlah spesies terbesarnya. Artikel ini akan menjelaskan fakta lebih rinci dari serangga tongkat. Check this out!

1. Serangga tongkat dipercaya sudah hidup sejak jutaan tahun lalu

Serangga tongkat. (commons.wikimedia.org/Bernard DUPONT)

Hewan ini dipercaya oleh ilmuwan sudah eksis sejak 200 juta tahun lalu. Detailnya dijelaskan mengenai evolusi serangga tongkat. Diketahui kelompok pertama teridentifikasi muncul sekitar 201-145 juta lalu. Sedangkan prototipe modern nya muncul sekitar 145-66 juta tahun lalu. Jelas a-z animals.

2. Serangga tongkat dapat meregenerasi tubuhnya

Serangga tongkat. (commons.wikimedia.org/Rcezar87)

Dilansir thoughtco, ketika predatornya memegang kaki serangga tongkat, sontak mudah melepaskan diri. Spesies ini menggunakan otot khususnya untuk mematahkan sendi lemahnya di mana itu menjadi mekanisme pertahanan yang disebut sebagai autotomi.

Dalam perkembangannya serangga tongkat akan melakukan regenerasi dari badannya yang dipatahkan tadi untuk berganti kulit baru. Ada kalanya Serangga tongkat dewasa memaksa dirinya berganti kulit demi mendapatkan kembali kakinya yang hilang.

Baca Juga: 9 Fakta Belalang Sembah Biola, Belalang Sembah Unik yang Komunal

3. Mereka dapat berkamuflase untuk menghindari predatornya

Serangga tongkat. (commons.wikimedia.org/Vijayakumar blathur)

Serangga tongkat memanfaatkan bentuknya seperti ranting di mana dapat melakukan kamuflase yang luar biasa untuk menghindari predator, sehingga pemangsanya pasti mengira bahwa serangga tongkat seperti ranting pohon biasanya.

4. Predator serangga tongkat

Serangga tongkat. (commons.wikimedia.org/Binarysequence)

Posisi serangga tongkat rentan bahaya dalam rantai makanan para predatornya seperti burung, primata, laba-laba, mamalia kecil dan kelelawar mungkin paling berbahaya bagi spesies ini.

Seperti yang kita tahu bahwa serangga tongkat dapat beregenerasi, namun itu bisa saja gagal. Mereka punya cara lain yakni, menggunakan suara kerasnya untuk menakuti predatornya. Ketika predator kebingungan, langkah berikutnya dari serangga tongkat akan bersembunyi di semak-semak untuk menghindari deteksi pemangsanya.

Habitat yang terjaga adalah pilihan baik untuk serangga tongkat bertahan hidup. Ketika habitat sekitarnya seperti tumbuhan atau pepohonan dirusak oleh perambahan manusia dan lainnya, serangga tongkat akan sangat rentan menjadi ancaman bagi predatornya.

5. Ditemukannya serangga tongkat terbesar di beberapa wilayah

Serangga tongkat. (commons.wikimedia.org/Andy Reago & Chrissy McClarren)

Serangga tongkat merupakan salah satu serangga terbesar di dunia. Spesifiknya telah teridentifikasi pada tahun 2014 ditemukannya serangga tongkat berukuran 24,5 inci di Tiongkok.

Sebelumnya di tahun 2008 ditemukan serangga tongkat jenis lainnya (phobaeticus chani) berukuran 22 inci dengan kaki terentang dan panjang tubuhnya sekitar 14.1 inci.

6. Tanpa dibuahi jantan, betina serangga tongkat bisa bertelur sendiri

Serangga tongkat. (commons.wikimedia.org/LiCheng Shih)

Dilansir amentsoc, betina serangga tongkat dapat bereproduksi secara partenogenik atau aseksual. Artinya betina bertelur tidak dibuahi oleh jantan mereka bertelur sendiri-sendiri dan telurnya menyerupai biji.

Si betina cenderung membiarkan telurnya jatuh ke tanah dan tersembunyi di antara serasah daun. Alhasil si bayi serangga tongkat akan mirip sekali dengan induknya. Periode waktu sampai telur menetas berlangsung selama enam bulan hingga satu tahun.

Baca Juga: 5 Cara Serangga Bernafas di Air, Punya Insang Mirip Ikan!

Verified Writer

FAISAL Faitoshi Ahmad

Faitoshi. Penyuka Jejepangan. Sejarah. Ilmu Pengetahuan. dll. Salam kenal.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya