TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

7 Peristiwa Sejarah Ini Nyaris Memusnahkan Manusia, Seperti Kiamat!

Dua di antaranya terjadi di Indonesia, lho...

independent.co.uk

Tanpa kita sadari, Bumi telah melewati begitu banyak fase kehidupan sebelum manusia hidup di dalamnya. Awalnya planet ini hanya ditinggali oleh organisme kecil, kemudian muncul golongan invertebrata, disusul oleh amfibi, dinosaurus, hingga zaman es.

Selama periode tersebut, banyak terjadi peristiwa besar yang menyebabkan kepunahan makhluk hidup. Di antaranya disebabkan oleh aktivitas gunung berapi, perubahan iklim, menurunnya kadar oksigen, hingga tabrakan asteroid. 

Peristiwa itu memang terjadi ribuan hingga jutaan tahun yang lalu. Namun tahukah kamu bahwa manusia juga sempat merasakan beberapa peristiwa mengerikan yang hampir memporak-porandakan Bumi? Hal ini bahkan terjadi berkali-kali dengan penyebab yang berbeda. 

Ingin tahu peristiwa apa sajakah yang dimaksud? Intip sejarahnya berikut ini!

1. Badai Matahari pada 1859 dan hampir terjadi pada 2012

techprotectbag.com

Tanggal 2 September 1859 adalah salah satu peristiwa besar dalam sejarah yang disebut sebagai Carrington Event. Pada saat itu, terjadilah badai Matahari besar yang membuat partikel, radiasi, dan hawa panas bintang tersebut masuk ke dalam atmosfer Bumi. 

Dampak dari peristiwa ini cukup besar, terutama pada bidang teknologi. Carrington Event mengacak-acak energi listrik, korsleting berbagai peralatan, memutus kabel telegraf, dan lain sebagainya. Belum lagi, partikel yang dikeluarkan Matahari sangatlah buruk untuk kesehatan dan bisa menyebabkan kanker.

Ternyata peristiwa serupa nyaris terjadi pada 23 Juli 2012. Dilansir Space, jika badai tersebut berhasil menghantam Bumi, diperkirakan kerusakan yang terjadi mencapai 2 triliun dolar AS.

Kemungkinan besar listrik di hampir seluruh  wilayah Bumi akan padam, internet mati, terjadi korsleting, dan lain sebagainya. Dampaknya, air bersih, makanan, dan kebutuhan lain tak bisa dicukupi. Untungnya, badai Matahari "terlambat" seminggu sehingga tak bisa mengenai Bumi. 

2. Black Death pada 1347 hingga 1351

nationalgeographic.com

Peristiwa berikutnya yang nyaris memusnahkan manusia disebabkan oleh wabah bernama Black Death atau Maut Hitam. Penyakit tersebut mulai merebak pada tahun 1347 dan baru bisa dikontrol empat tahun setelahnya, yaitu pada 1351.

Menurut data dari National Geographic, Black Death setidaknya menelan korban sebanyak 50 hingga 75 juta jiwa. Ribuan orang meninggal setiap hari karenanya.

Penyakit yang menyebabkannya adalah pes. Dibawa oleh tikus dan kutu, bakteri bernama Yersinia pestis bisa menyerang manusia. Gejalanya berupa bisul, pembusukan tubuh, dan kulit menjadi berwarna hitam.

Diduga wabah ini pertama kali menyerang masyarakat Tiongkok, Mongolia, dan sekitarnya. Pes kemudian menyebar ketika ada 12 kapal dari Laut Hitam berlabuh di Eropa. Mayoritas penumpangnya mati karena Black Death dan yang masih hidup pun telah terinfeksi. Dari situ, wabah tersebut menyebar ke seluruh dunia. 

Baca Juga: 7 Makhluk Mitos Korea Selatan Paling Seram, Sering Muncul di Drakor!

3. Marine Isotope Stage 6

condecdn.net

Dilansir Scientific American, sekitar 195 ribu hingga 123 ribu tahun yang lalu, populasi manusia menurun drastis karena masalah iklim. Penyebabnya adalah Marine Isotope Stage 6. Ini merupakan kondisi ketika iklim dunia tidak stabil dan cenderung ekstrem. 

Salah satu dampak nyata dari Marine Isotope Stage 6 adalah di daratan Afrika. Wilayah yang sebelumnya cenderung panas itu tiba-tiba dilanda iklim yang dingin dan kering selam ribuan tahun. Akibatnya, manusia yang saat itu masih hidup secara sederhana tidak bisa bertahan dan tumbang satu per satu. 

4. Letusan Gunung Tambora pada 1815

scitechdaily.com

Peristiwa yang nyaris memusnahkan manusia juga pernah terjadi di Indonesia pada tahun 1815. Saat itu, Gunung Tambora yang berada di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat meletus hebat dan mengeluarkan 100 megaton sulfur aerosol bersama gas, debu, dan batuan ke atmosfer.

Dilansir Smithsonian Mag, material vulkanik yang dikeluarkannya melapisi atmosfer dan berbagai tempat selama berbulan-bulan. Dampak ini pun dirasakan hingga ke Amerika, Eropa, dan hampir semua tempat di dunia. Berikut ini beberapa dampak terbesar letusan Tambora:

  • Suhu Bumi turun dan menjadi lebih dingin daripada biasanya;
  • Dijuluki sebagai peristiwa "a year without summer" karena membuat daerah subtropis tidak mengalami musim panas dalam setahun;
  • Banyak petani di berbagai wilayah gagal panen. Bukan hanya di Indonesia, tapi juga di Eropa;

Karena dampaknya yang begitu besar, peristiwa ini dinobatkan sebagai letusan gunung berapi paling merusak dalam 10 ribu tahun terakhir. 

5. Kerusakan chip komputer yang berpotensi memantik perang nuklir

euronews.com

Seperti yang kita tahu, Amerika Serikat dan Uni Soviet beberapa kali mengalami perang dingin. Ini karena keduanya berlomba memperebutkan pengaruh pada negara lain. Namun tahukah kamu, konflik ideologi tersebut hampir saja memantik perang nuklir di tahun 1980?

Peristiwa ini dimulai dari komputer milik North American Air Defense Command (NORAD). Pada 3 Juni 1980 pukul 02.26 dini hari, komputer tersebut mengirimkan tanda bahaya yang mengatakan bahwa Uni Soviet meluncurkan nuklir besar-besaran kepada Amerika Serikat. 

Semua pihak, termasuk presiden, tentara, dan orang-orang yang bertugas sudah bersiap-siap menghadapi serangan tersebut. Amerika bahkan telah menjalankan pesawat tempur dan mengeluarkan bom nuklir miliknya. 

Untung saja, tak lama setelah itu, diketahui bahwa alarm dari komputer NORAD tersebut ternyata palsu. Semua bala tentara dan senjata pun ditarik kembali. Dengan begitu, nyawa masyarakat dunia tak jadi dipertaruhkan. 

6. Supernova nyaris menguapkan lapisan ozon

wikimedia.org

Bukti yang dikumpulkan ilmuwan dalam 10 tahun terakhir menunjukkan bahwa Bumi nyaris dihantam oleh radiasi supernova. Sulit untuk mengetahui pastinya, namun kemungkinan hal ini terjadi dalam kurun waktu 10 juta tahun terakhir. 

Apa dampaknya jika radiasi supernova benar-benar menghantam Bumi? Dilansir Ranker, kemungkinan besar lapisan ozon akan menguap karenanya. Hal ini akan berujung pada peristiwa kepunahan massal. 

Baca Juga: 10 Peristiwa Langit Terbaik November 2020, Angkasa Dihiasi Meteor

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya