TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

5 Hal yang Memengaruhi Kepribadian Kucing menurut Sains, Unik Banget!

Inilah alasan kenapa kepribadian kucing berbeda-beda

ilustrasi kucing (pexels.com/Pixabay)

Pernahkah kamu bertanya-tanya mengapa sifat setiap kucing begitu unik? Ada yang manja dan penyayang, ada yang pendiam dan suka menyendiri, dan ada yang aktif dan penuh energi. Bahkan terkadang, ada pula kucing yang suka memberontak dan cuek terhadap sekitarnya. 

Ternyata, kepribadian kucing dipengaruhi oleh berbagai faktor, lho. Penasaran apa saja faktor-faktor tersebut? Yuk, simak penjelasan hal yang menentukan kepribadian kucing berdasarkan sains berikut ini!

1. Keragaman fenotipe kucing

ilustrasi kucing orange (pexels.com/cottonbro studio)

Ternyata, ada hubungan antara penampilan fisik atau fenotipe kucing dan kepribadiannya, lho! Di antara kucing, beberapa ciri fisik seperti ukuran tubuh, warna bulu, dan panjang bulu, mungkin berhubungan dengan kepribadiannya. Contohnya, kucing jantan berwarna oranye, umumnya lebih besar dan lebih dominan secara sosial.

Berdasarkan penelitian dalam jurnal Animals tahun 2020, kucing oranye atau kucing oren juga diketahui lebih ramah terhadap manusia. Di sisi lain, kucing tortoiseshell, calico, dan torbie cenderung lebih agresif.

Kucing dengan bulu panjang, di sisi lain, umumnya lebih tidak aktif. Hal ini mungkin merupakan hasil dari pembiakan kucing yang jinak, di mana manusia menyisir bulunya secara rutin sehingga mereka cenderung lebih menurut. 

2. Kepribadian bisa diprediksi dari jenis ras kucing

ilustrasi kucing bengal (wikimedia.org/Rosana Prada)

Meskipun warna bulu mungkin memberikan gambaran tentang kepribadian kucing, ras juga bisa menjadi prediktor yang baik. Dalam studi yang diterbitkan dalam Journal of Veterinary Behavior tahun 2016, para peneliti menemukan bahwa ras sebenarnya menyumbang sebagian besar perbedaan perilaku yang sebelumnya dikaitkan dengan warna bulu.

Hal ini didukung oleh penelitian lain dalam jurnal Animals, yang menunjukkan bahwa daya waris temperamen pada kucing menunjukkan bahwa genetik memainkan peran penting dalam kepribadian kucing. Artinya, ras kucing khusus memiliki kecenderungan bawaan untuk memiliki temperamen dan perilaku tertentu. Sebagai contoh, ras Ragdoll dikenal dengan sifatnya yang penyayang dan santai, sedangkan ras Bengal dikenal dengan sifatnya yang energik dan suka bermain.

3. Ayah kucing ternyata memiliki peran membentuk kepribadian sang anak

ilustrasi ayah kucing dan anak kucing (wikimedia.org/Broc)

Ternyata, ayah kucing juga berperan dalam membentuk kepribadian anak kucingnya, lho! Sebuah rangkaian studi yang diterbitkan dalam jurnal Applied Animal Behaviour Science menunjukkan bahwa anak kucing dapat mewarisi sifat sosial dan berani dari ayah mereka.

Menariknya, bahkan tanpa sosialisasi awal, anak kucing dari ayah yang lebih ramah terhadap manusia juga menunjukkan kecenderungan yang sama dengan ayah mereka. Lebih lanjut, penelitian ini juga menemukan bahwa mereka cenderung lebih berani dalam menghadapi benda-benda baru. Hal ini menunjukkan bahwa mereka mungkin mewarisi sifat berani secara umum, bukan hanya sifat jinaknya pada manusia.

Baca Juga: 7 Ciri-Ciri Kucing Keracunan dan Cara Mengetahuinya

4. Stres yang dihadapi anak kucing

ilustrasi kucing galak (unsplash.com/Alex Greenberg)

Menurut penelitian oleh jurnal Applied Animal Behaviour Science tahun 2017, kucing dengan eye temperature atau suhu pada mata yang lebih tinggi cenderung lebih sensitif terhadap stres. Hal ini pada gilirannya dapat meningkatkan kemungkinan mereka menunjukkan perilaku takut atau agresif.

Studi ini menggunakan kamera inframerah untuk mengukur suhu pada mata kucing dalam berbagai situasi. Hasilnya menunjukkan bahwa kucing yang sedang ketakutan atau agresi memiliki eye temperature yang lebih tinggi dibandingkan dengan kucing yang tenang dan santai.

Penelitian ini menunjukkan bahwa eye temperature dapat menjadi indikator stres pada kucing. Hal ini dapat membantu pemilik kucing untuk memahami perilaku hewan peliharaan mereka dengan lebih baik dan memberikan perawatan yang tepat.

Verified Writer

Masrurotul Hikmah

A girl with ADHD and still learn to manage it!

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya