TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

5 Fakta Thutmose III, Firaun yang Dijuluki Napoleon dari Mesir Kuno

Ahli dalam strategi perang dan berhasil memperluas wilayah

relief Firaun Thutmose III memakai mahkota atef di dinding kuil makam Hatshepsut (commons.wikimedia.org/RStehn)

Thutmose III adalah raja Mesir ke-6 dari dinasti ke-18, yang berkuasa dari tahun 1479—1425 sebelum Masehi. Ayahnya adalah Firaun Thutmose II dan ibunya, Iset, adalah istri kedua sang ayah.

Ayahnya meninggal ketika ia masih berusia 3  tahun, lalu digantikan oleh Hatshepsut, ibu tirinya yang juga adalah bibinya. Ia memimpin Mesir setelah Hatshepsut meninggal. 

Sebagai seorang Firaun, Thutmose III dianggap sebagai salah satu pemimpin yang paling menonjol dan penting di Mesir. Ia telah dilatih untuk berperang sejak kecil dan memiliki banyak prestasi.

Karena prestasinya dalam berperang, para ahli arkeologi menjulukinya sebagai Napoleon dari Mesir Kuno. Apa saja fakta menarik lain dari firaun berprestasi ini? Simak daftar berikut!

1.  Tidak pernah kalah dalam peperangan

peperangan Mesir Kuno oleh Tutankhamun yang dilukiskan di atas lemari (pixabay.com/Chaos07)

Sebagai persiapan menjadi raja, sejak kecil Thutmose III dilatih untuk berperang dan memimpin pasukan. Banyaknya pengalaman perang yang dimilikinya membuatnya ahli dalam taktik berperang. Hal ini dibuktikan dengan kesuksesan kampanye militer yang dilakukannya demi memperluas wilayah kekuasaan Mesir.

Ada 17 kampanye militer yang dilakukan Thutmose III selama 20 tahun masa kepemimpinannya dan seluruhnya dimenangkan olehnya. Salah satu perang paling populer adalah yang terjadi di kota Megido. Perang tersebut berhasil dimenangkan Mesir dengan taktik yang tak biasa dari Thutmose III. Menariknya, ini merupakan perang pertama Thutmose III sebagai Firaun.

Kampanye-kampanye militer yang dilakukan Thutmose III berhasil memperluas wilayah kekuasaan Mesir hingga Asia Barat. Keberhasilan tersebut membuatnya dijuluki sebagai Napoleon versi Mesir kuno oleh para arkeolog, hanya saja tanpa ada catatan kekalahan.

Baca Juga: 9 Dewa-Dewi Ennead Penguasa Mesir Kuno, Siapakah Mereka?

2. Melakukan banyak pembangunan

obelisk Raja Thutmose III di Turki (commons.wikimedia.org/Burgert Behr)

Tidak hanya memperhatikan kekuatan militer Mesir, Thutmose III juga menaruh perhatian pada seni dan pembangunan. Ia memerintahkan pembangunan kuil-kuil, sejumlah besar makam, monumen, tugu dan obelisk. Ia merupakan salah satu firaun yang paling banyak berkontribusi dalam pembangunan kuil Karnak, di mana ia merenovasi dan menambah bagian kuil tersebut.

Pengrajinnya menghasilkan beberapa karya terbaik dalam sejarah Mesir. Salah satu karya tersebut adalah bangunan kuilnya di Karnak, yang dihiasi pahatan tanaman, bunga-bunga dan hewan-hewan yang dilihatnya selama menjalankan kampanye militer. Makam yang dibangun juga cukup rumit namun indah.

Karena masyarakat Mesir sangat menghargai dan mencintai alam, Thutmose III juga membangun kolam-kolam, danau, taman dan kebun umum sebagai tempat rekreasi masyarakat. Ia juga membangun kolam dan kebun pribadi di sekitar istananya. 

3. Mencatat pencapaiannya pada monumen dan kuil

relief kuil Karnak menggambarkan Raja Thutmose III menaklukkan orang Kanaan (commons.wikimedia.org/Oltau)

Untuk merayakan keberhasilannya memenangkan peperangan dan memperluas wilayah, Thutmose III memerintahkan orang-orangnya untuk mencatat kemenangan mereka. Salah satu yang bertanggung jawab mencatat kejadian-kejadian tersebut adalah Tjanen.

Tjanen—terkadang disebut Thanuny—adalah sekretaris pribadi Thutmose III. Ia ikut selama peperangan Megido dan menuliskan semua yang dilihatnya dalam bentuk narasi di sebuah gulungan kulit.

ThutmoseIII sangat terkesan dengan narasi yang ditulis Tjanen, kemudian  memerintahkan agar narasi tersebut dituliskan pada dinding-dinding kuil. Hal yang sama juga dilakukan pada catatan sejarah kehidupan ThutmoseIII lainnya. 

4. Merusak dan menghancurkan bukti kepemimpinan Hatshepsut

salah satu patung Hatshepsut yang telah dirusak oleh Thutmose III (commons.wikimedia.org/Captmondo)

Pada dekade terakhir masa pemerintahannya, Thutmose III membangun sebuah kuil baru di dekat Dayr al-Baḥrī, di sebelah kuil makam Hatshepsut. Di saat yang bersamaan, ia juga melaksanakan program penghapusan catatan kepemimpinan Hatshepsut. Thutmose III merusak dan menghancurkan hampir semua monumen, tugu, dan segala bentuk catatan dan bukti kepemimpinan Hatshepsut lainnya dari publik dan sejarah. 

Menghapus nama seseorang pada zaman Mesir kuno berarti mengutuk mereka menjadi tidak ada, karena seseorang perlu diingat untuk melanjutkan perjalanan abadinya di akhirat. Ahli arkeolog cukup heran dengan tindakan tersebut, sebab jika karena alasan mengamankan posisi dan kekuasaan, hal ini seharusnya dilakukan di tahun-tahun awal Thutmose III naik takhta.

Hatshepsut dikenal sebagai salah satu firaun perempuan terbaik. Mesir menjadi makmur dan stabil di bawah kepemimpinannya. Hal ini membuat para arkeolog menduga tindakan Thutmose III ini bertujuan untuk menghilangkan bukti bahwa seorang perempuan dapat menjadi firaun dan memimpin dengan baik. 

Baca Juga: 6 Fakta Mengejutkan Sungai Nil yang Keramat bagi Orang Mesir Kuno

Verified Writer

MONICA GRACIA

Member IDN Times Community ini masih malu-malu menulis tentang dirinya

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya