TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Sejarah Penemuan Angka 0, Sempat Disangka Angka Setan Lho

Ketiadaan itu ada

ghigliottina.info

Angka 0 (nol) adalah bilangan untuk menyatakan suatu ketiadaan. Hampir setiap hari, angka nol selalu hadir dan melekat dalam kehidupan manusia. Contohnya, ketika kamu mau menulis nomor handphone, menghitung transaksi jual beli, hingga membayar tagihan listrik pun tak lepas dari peran angka ini.

Namun tahukah kamu, rupanya ratusan tahun silam manusia hanya mengenal 9 buah bilangan saja, yaitu 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, dan 9? Nol adalah angka yang paling belakangan ditemukan.

Yuk, simak selengkapnya kisah bilangan satu ini.

1. Digunakan oleh Bangsa Babilonia sebagai pembatas

wikipedia.org

Angka nol sudah dikenal dan digunakan oleh Bangsa Babilonia yang tinggal di Lembah Mezopotamia sekitar 300 SM silam, guys. Awalnya mereka menggunakan simbol dua garis miring untuk mewakili kolom nomor yang kosong, untuk membedakan puluhan, ratusan, dan ribuan. Contohnya, untuk menjelaskan bahwa dalam angka 3055 berbeda dengan angka 355.

Meski telah mengenal dan menggunakan angka nol, sayangnya mereka masih belum mempelajari sifat-sifatnya. Sehingga angka nol masih belum mempunyai nilai numerik yang berdiri sendiri.

Baca Juga: 10 Tempat Bersejarah yang Wajib Dikunjungi Penggemar Shakespeare

2. Digunakan Bangsa Maya di Amerika untuk penghitungan kalender

tes.com

600 tahun kemudian, angka nol ditemukan dalam peradaban Bangsa Maya yang berjarak 12 mil jauhnya dari Bangsa Babilonia. Bangsa yang hidup di Benua Amerika ini mengembangkan angka nol untuk sistem perhitungan kalender mereka. Nol diwakili dengan simbol mata.

Menariknya, meski mereka juga terkenal sangat pandai dalam bidang matematika, mereka tidak menggunakan angka nol ini untuk menghitung persamaan. Mungkin memang angka nol ini belum dianggap sesuatu yang penting kali, ya.

3. Baru menjadi angka yang memiliki nilai sendiri di India

howstuffworks.com

Konsep nol baru muncul dan berkembang di India sekitar tahun 458 M. Uniknya, konsep nol ini muncul pertama kali yang muncul justru dalam bentuk pengucapan pada persamaan matematika, puisi, atau nyanyian. Nol dalam bahasa Sansekerta disebut "sunya",  disimbolkan dalam beberapa kata yang berbeda, seperti "ruang", "hampa", atau "angkasa".

Selanjutnya, baru pada 628 M seorang astronom dan ahli matematika bernama Brahmagupta mengembangkan sifat-sifat tersendiri untuk nol. Matematikawan India ini menunjukkan bahwa angka nol bisa berfungsi untuk memisahkan angka positif dan negatif. Selain itu, dia juga mengembangkan operasi matematika seperti penjumlahan dan pengurangan, serta perkalian dan pembagian menggunakan angka nol. Sehingga kini dapat diketahui bahwa 2 + (-2) = 0.

Orang-orang India menulis angka nol dengan simbol sebuah titik. Pada masa ini, untuk pertama kalinya dalam sejarah dunia, angka nol telah memiliki nilai yang berdiri sendiri. 

4. Diperkenalkan secara luas oleh intelektual muslim bernama Al-Khwarizmi

yaqut.org

Dari India, angka nol berkembang ke China dan Timur Tengah. Pada Tahun 773 M, nol mulai populer dan diadopsi di Baghdad. Orang-orang Arab menyebut lingkaran ini sebagai "sifr"  yang berarti "kosong" dan disimbolkan dengan titik.

Salah seorang ahli matematika dari Persia, bernama Muhammad Ibnu Musa Al-Khawarizm, menyarankan bahwa lingkaran kecil harus digunakan dalam perhitungan jika tidak terdapat suatu nomor di tempat puluhan. Nol menjadi semakin terkenal dan penting, berkat matematikawan yang bekerja di Bayt al Hikmah ini.

Al-Khawarizmi pun menggunakannya untuk menciptakan teori aljabar pada abad ke-9. Selain itu, ia juga mengembangkan metode untuk mengalikan dan membagikan angka yang disebut algoritma.

Baca Juga: 7 Penemuan Arkeologis Terpenting dan Luar Biasa Sepanjang Sejarah

Writer

Siti Nurdianti

Sharing my daily interest

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya