Kucing mengendus catnip (pexels.com/Sergey)
Salah satu komponen utama catnip adalah sejenis zat kimia yang disebut terpen (minyak atsiri), yang dikenal sebagai nepetalactone, yang ditemukan pada batang dan daun tanaman. Ketika kucing mencium aroma nepetalactone, zat kimia tertentu di otak akan terstimulasi dan berhubungan dengan suasana hati dan kebahagiaan.
Terdapat teori bahwa kucing merasakan euforia atau kebahagiaan ekstrem yang diikuti oleh relaksasi, ketika mereka mencium aroma catnip. Hal ini mungkin disebabkan oleh aroma catnip yang meniru feromon seks kucing. Efeknya cenderung berlangsung sekitar 10 menit untuk sebagian besar kucing, setelah itu mereka menjadi agak kurang peka.
Beberapa kucing menunjukkan perilaku berguling-guling, menggosokkan wajah ke catnip, mengeluarkan suara, dan atau melamun serta berbaring dalam keadaan rileks. Beberapa kucing hanya mengensu dan menggosokkan tubuhnya ke catnip, sementara yang lain mungkin lebih suka memakannya, terutama saat masih segar. Saat dimakan, catnip seringkali memiliki efek menenangkan.
Perlu diketahui, bahwa tidak semua kucing berperilaku sama ketika bertemu dengan catnip. Meskipun banyak yang menjadi rileks dan bahagia, bagi sebagian kucing, perasaan 'euforia' dapat bermanifestasi sebagai hiperaktivitas atau bahkan agresi. Kucing lain mungkin tidak bereaksi sama sekali terhadap catnip.
Penyebabnya bersifat genetik dan dipengaruhi oleh kepribadian. Pertama, sensitivitas terhadap catnip diwariskan, beberapa kucing mungkin tidak memiliki gen yang membuat mereka sensitif terhadap efeknya. Kedua, seperti pada manusia, beberapa kucing akan merespons rangsangan secara berbeda dibandingkan kucing lainnya.