Tradisi Malam Selikuran diyakini sudah ada sejak awal penyebaran Islam di tanah Jawa. Konon, tradisi ini diperkenalkan oleh para Wali Songo sebagai salah satu cara berdakwah yang menyesuaikan ajaran Islam dengan budaya masyarakat Jawa. Melalui pendekatan budaya tersebut, masyarakat diajak memahami makna penting 10 malam terakhir Ramadan sebagai waktu mencari malam Lailatul Qadar.
Pada masa lalu, perayaan Malam Selikuran bahkan digelar dengan meriah dan melibatkan banyak pihak, termasuk Gubernur Jenderal Hindia Belanda. Seiring waktu, tradisi Selikuran berkembang menjadi kegiatan keagamaan sekaligus budaya yang mengajak masyarakat memperbanyak ibadah, bersedekah, dan melakukan introspeksi diri pada penghujung Ramadan. Tradisi ini menjadi pengingat bagi umat Muslim untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT serta meningkatkan amal ibadah pada 10 malam terakhir bulan Ramadan.
Itulah ulasan apa itu malam selikuran, tradisi masyarakat Jawa yang dilakukan untuk menyambut malam-malam istimewa pada akhir Ramadan. Selain menjadi momen kebersamaan, tradisi ini juga mengajak umat Muslim untuk memperbanyak ibadah dan refleksi diri. Siap menyambutnya?
Apa yang dimaksud dengan Malam Selikuran? | Malam Selikuran adalah tradisi masyarakat Jawa yang dilakukan pada malam ke-21 bulan Ramadan untuk menyambut 10 malam terakhir. |
Apa saja kegiatan yang dilakukan saat Malam Selikuran? | Biasanya masyarakat mengadakan doa bersama, kenduri, serta makan bersama dengan membawa nasi dan lauk sebagai simbol kebersamaan. |
Apa tujuan diadakannya tradisi Malam Selikuran? | Tradisi ini bertujuan untuk mengingatkan umat Muslim agar memperbanyak ibadah, sedekah, dan doa pada sepuluh malam terakhir Ramadan. |
Referensi
"Tradisi Khas Malam Selikuran (21 Ramadhan) di Dusun Lumbu Desa Lumansari". Pemerintah Kabupaten Kendal Desa Lumansari. Diakses Maret 2026.
"Adat dan Makna Malam Selikuran Pada Bulan Puasa". Kalurahan Tepus. Diakses Maret 2026.
"Malem Selikuran, Sebuah Warisan Tradisi Menyambut Malam Seribu Bulan". Kalurahan Tepus. Diakses Maret 2026.