Referensi
"Why Does Ramadan Change Every Year?". Islamic Question & Answer. Diakses Februari 2026.
"Why Ramadan Starts on a Different Day Every Year". Time. Diakses Februari 2026.
"Why Does Ramadan’s Date Change Each Year?". Orphans in Need. Diakses Februari 2026.
"Kenapa Awal Puasa Bisa Berbeda? Ini Sedikit Penjelasan Ilmiah dan Dasar Agamanya". Kalurahan Tepus, Kapanewon Tepus, Kabupaten Gunungkidul. Diakses Februari 2026.
Kenapa Bulan Ramadan Selalu Maju Setiap Tahun? Ini Alasannya

Bulan Ramadan selalu maju setiap tahun karena menggunakan kalender Hijriah berbasis bulan, bukan matahari.
Setahun Hijriah lebih pendek 10-11 hari dibanding Masehi juga menjadi salah satu alasannya.
Selisih kalender Hijriah dan Masehi membuka kemungkinan dua Ramadan atau hari besar Islam terjadi dalam satu tahun Masehi yang sama.
Pada tahun ini, Ramadan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Jika dibandingkan dengan tahun lalu, awal Ramadan terjadi sekitar 10—11 hari lebih lambat dalam kalender Masehi. Pergeseran ini bukan hal baru karena hampir setiap tahun tanggal puasa memang terlihat semakin maju.
Namun, kenapa bulan Ramadan selalu maju? Perbedaan ini berkaitan dengan sistem kalender yang digunakan dalam Islam yang tidak sama dengan kalender Masehi. Selisih jumlah hari dalam setahun membuat awal Ramadan terus bergeser beberapa hari lebih awal setiap tahunnya. Yuk, simak penjelasan lengkapnya!
Table of Content
1. Kenapa bulan Ramadan selalu maju?
Jika dilihat dari kalender Masehi, Ramadan selalu maju setiap tahunnya. Alasannya, penetapan Ramadan mengikuti kalender Hijriah yang berbasis peredaran bulan (lunar), bukan matahari (solar). Dalam sistem ini, satu tahun Hijriah hanya terdiri dari sekitar 354—355 hari, lebih pendek sekitar 10—11 hari dibandingkan kalender Masehi yang berjumlah 365—366 hari. Selisih inilah yang membuat awal puasa Ramadan setiap tahun bergeser lebih awal, sekitar 10 hingga 11 hari dalam kalender Masehi. Namun, jika dilihat berdasarkan kalender Hijriah, Ramadan sebenarnya selalu jatuh pada tanggal sama.
Mengingat pergeseran sekitar 10—11 hari ini terjadi terus-menerus setiap tahun, Ramadan pun perlahan berpindah musim. Dalam kurun waktu sekitar 33 tahun, Ramadan akan berputar penuh dan kembali ke musim sama. Artinya, umat Islam akan merasakan pengalaman berpuasa di berbagai musim.
2. Metode penetapan awal Ramadan

Penentuan awal Ramadan pada dasarnya dilakukan melalui dua pendekatan, yaitu rukyat dan hisab. Rukyat berarti melihat langsung hilal pada akhir bulan Syakban, tepatnya tanggal 29. Pengamatan ini tidak dilakukan sembarangan, tetapi melalui titik-titik pemantauan resmi dengan melibatkan para ahli dan perwakilan ormas Islam. Jika hilal berhasil terlihat setelah matahari terbenam, malam itu langsung dihitung sebagai awal Ramadan. Namun, apabila hilal tidak tampak karena faktor cuaca atau posisi bulan belum memenuhi kriteria, bulan Syakban disempurnakan menjadi 30 hari.
Di sisi lain, hisab mengandalkan perhitungan astronomi untuk mengetahui posisi bulan secara akurat. Dengan data pergerakan bulan dan matahari, para ahli bisa memperkirakan ketinggian hilal hingga peluang keterlihatannya bahkan sebelum tanggal pengamatan tiba. Di Indonesia, hasil perhitungan ini tidak berdiri sendiri. Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia menggelar sidang isbat untuk memadukan data hisab dan laporan rukyat dari berbagai daerah.
3. Fenomena dua Ramadan dalam 1 tahun
Peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Andi Pangerang, menjelaskan bahwa selisih antara kalender Hijriah dan Masehi bukan hanya membuat Ramadan terus maju, tetapi juga membuka kemungkinan 2 hari besar Islam terjadi dalam 1 tahun Masehi yang sama. Mengingat tanggalnya terus bergeser lebih awal setiap tahun, ada momen tertentu ketika satu perayaan terjadi pada awal tahun, lalu kembali muncul pada akhir tahun yang sama dalam kalender Masehi.
Fenomena ini bukan sekadar teori. Dua bulan Ramadan terakhir kali terjadi dalam 1 tahun Masehi pada 1997 dan diperkirakan akan kembali terulang pada 2030. Hal serupa juga pernah terjadi pada Idul Fitri 2000 dan diprediksi terulang pada 2033. Sementara itu, Idul Adha dua kali dalam setahun terakhir terjadi pada 2007 dan diperkirakan kembali pada 2040.
Jadi, kenapa bulan Ramadan selalu maju bukanlah kebetulan. Semua ini dipengaruhi oleh perbedaan sistem kalender lunar dan solar yang memiliki jumlah hari berbeda. Semoga informasi ini bisa menjawab rasa penasaran kamu!
FAQ seputar kenapa bulan Ramadan selalu maju
| Kenapa bulan Ramadan selalu maju setiap tahun? | Karena kalender Hijriah berbasis peredaran bulan yang jumlah harinya lebih pendek sekitar 10–11 hari dibanding kalender Masehi. |
| Apakah tanggal Ramadan selalu berubah? | Dalam kalender Masehi, iya selalu berubah. Tapi dalam kalender Hijriah, Ramadan tetap jatuh pada tanggal yang sama. |
| Apakah semua bulan dalam kalender Hijriah ikut bergeser? | Iya. Semua bulan Hijriah, termasuk Ramadan, Idulfitri, dan Iduladha, ikut maju setiap tahun dalam kalender Masehi. |





![[QUIZ] Dari Jenis Galaksi yang Kamu Pilih, Ini Cara Kamu Melihat Masa Depan](https://image.idntimes.com/post/20250530/small-vecteezy-astrophotography-from-the-himalayas-2198639-small-097bb1575dfbb9113f53dc51ed222913-5196009990fdcf246e201234acb561c0.jpg)



![[QUIZ] Tebak Hewan yang Memiliki Gigitan Terkuat, Pernah Bertemu?](https://image.idntimes.com/post/20250417/788-06da9cb21925c208b6c5f4982411b31d-e48b6c2007ee46de724fcbed6735d9c1.jpeg)








