Zona subduksi merupakan wilayah tempat dua lempeng tektonik besar saling bertumbukan dan bergerak secara terus-menerus. Proses ini mirip seperti menggosokkan dua lembar amplas di mana permukaan lempeng tidak selalu bergerak mulus, tetapi sering tersangkut di beberapa titik. Saat lempeng terkunci, energi akan terus menumpuk hingga akhirnya dilepaskan secara tiba-tiba dalam bentuk gempa bumi. Pelepasan energi inilah yang menyebabkan gempa, termasuk gempa megathrust yang dikenal sebagai gempa terbesar di Bumi.
Frekuensi gempa yang tinggi di zona subduksi juga dipengaruhi oleh ukuran bidang patahannya yang sangat luas. Semakin besar area lempeng yang saling bergesekan, semakin besar pula energi yang dapat tersimpan dan dilepaskan berulang kali. Contohnya, zona subduksi Cascadia telah memicu gempa besar berkali-kali selama ribuan tahun dan diperkirakan akan terus melakukannya di masa depan.
Dengan memahami apa itu zona subduksi, kamu bisa lebih tahu alasan Indonesia termasuk salah satu wilayah rawan gempa bumi, tsunami, dan letusan gunung api. Semoga informasi ini bermanfaat, ya.
Apa yang dimaksud dengan zona subduksi? | Zona subduksi adalah wilayah tempat dua lempeng tektonik bertemu, lalu salah satu lempeng menunjam ke bawah lempeng lainnya. |
Mengapa zona subduksi sering memicu gempa bumi? | Karena pergerakan lempeng di zona ini sering tersangkut dan menyimpan energi yang dilepaskan tiba-tiba sebagai gempa. |
Apakah semua gempa di zona subduksi berskala besar? | Tidak. Selain gempa besar, zona subduksi juga menghasilkan gempa kecil hingga menengah di berbagai kedalaman. |
Referensi
"What Is a Subduction Zone?". Live Science. Diakses Februari 2026.
"Pengetahuan Gempa Bumi". BMKG. Diakses Februari 2026.