- 11 September 1921 dan 27 September 1937
Kenapa Pacitan Sering Gempa? Berikut Penjelasan Ahli

- Pacitan sering gempa karena letaknya di jalur seismik aktif selatan Jawa, rentan terhadap gempa bumi dan dipengaruhi oleh sesar naik.
- Sejarah mencatat Pacitan pernah mengalami gempa besar dan tsunami pada tahun 1840, 1859, 1921, dan 1937.
- Gempa intraslab di Pacitan umumnya memiliki pergerakan turun akibat gaya tarikan lempeng samudra ke bawah, jarang menimbulkan gempa susulan dan tidak memicu tsunami.
Pacitan kembali diguncang gempa berkekuatan M6,4 pada Jumat dini hari (06/02/2026). Kejadian ini menambah daftar gempa yang terjadi di wilayah tersebut dalam beberapa waktu terakhir. Sepanjang Januari 2026 saja, wilayah yang dijuluki Kota 1001 Goa ini tercatat mengalami gempa sebanyak enam kali. Frekuensi gempa yang cukup sering ini menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat.
Kenapa Pacitan sering gempa? Letak geografis Pacitan yang berada di jalur seismik aktif selatan Jawa membuat wilayah ini rentan terhadap gempa bumi. Untuk memahami penyebabnya secara lebih jelas, simak artikel berikut.
1. Kenapa Pacitan sering gempa?
Pacitan berada di wilayah yang secara geologis sangat aktif karena posisinya dekat dengan zona subduksi selatan Jawa. Peneliti Departemen Teknik Geologi UGM, Dr. Gayatri Indah Marliyani, menjelaskan bahwa gempa yang kerap terjadi di kawasan ini banyak bersumber dari gempa intraslab. Artinya, gempa itu terjadi di dalam lempeng samudra yang sedang menunjam ke bawah lempeng benua. Gempa jenis ini biasanya terjadi cukup dalam dan bisa dirasakan di area luas.
Gempa intraslab di Pacitan umumnya memiliki pergerakan turun akibat gaya tarikan lempeng samudra ke bawah. Mengingat terjadi di kedalaman besar dengan tekanan dan suhu tinggi, batuan di zona ini bersifat lebih plastis. Akibatnya, setelah gempa terjadi, batuan cenderung kembali ke posisi semula sehingga jarang menimbulkan gempa susulan dan tidak memicu tsunami karena dak menyebabkan perubahan signifikan pada dasar laut.
Selain itu, menurut Gayatri, wilayah selatan Pacitan juga dipengaruhi oleh sesar naik yang berada di zona prisma akresi dan cekungan muka busur. Data batimetri menunjukkan cekungan muka busur di selatan Pacitan lebih sempit dibandingkan selatan Yogyakarta. Hal ini menandakan adanya tekanan kuat akibat tonjolan dasar laut yang ikut terseret ke zona subduksi. Tonjolan ini menjadi ganjalan pergerakan lempeng sehingga energi tektonik tertahan dan dilepaskan secara bertahap melalui gempa-gempa kecil hingga menengah (berkekuatan M5—6), yang justru bisa menjadi pertanda pelepasan energi secara perlahan.
2. Sejarah gempa besar dan tsunami di Pacitan
Sejarah mencatat bahwa Pacitan telah beberapa kali mengalami gempa besar yang disertai tsunami. Berdasarkan sejumlah catatan dan data BMKG, berikut beberapa peristiwa gempa dan tsunami yang pernah terjadi di Pacitan.
Gempa besar berkekuatan M 7,6 pernah terjadi pada 11 September 1921 dengan pusat gempa di zona outer rise selatan Pacitan dan memicu tsunami hingga Cilacap. Selain itu, pada 27 September 1937, Pacitan kembali diguncang gempa dahsyat dengan intensitas VIII–IX MMI yang menyebabkan sekitar 2.200 rumah roboh dan menimbulkan banyak korban jiwa.
- 4 Januari 1840
Pacitan pernah digulung tsunami setelah Gempa Jawa pada 4 Januari 1840. Meski ketinggian gelombang tidak tercatat secara pasti, gempa kuat dirasakan hingga Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur, lalu diikuti gelombang pasang atau tsunami di pesisir selatan Pacitan.
- 20 Oktober 1859
BMKG mencatat gempa besar kembali terjadi di Pulau Jawa dan memicu tsunami yang menerjang Teluk Pacitan. Peristiwa ini termasuk tsunami historis Jawa Timur yang terdokumentasi dalam katalog tsunami dan arsip kolonial. Tsunami tersebut menewaskan beberapa awak kapal.
Jadi, kenapa Pacitan sering gempa berkaitan dengan kedekatannya terhadap sumber gempa di wilayah selatan Jawa. Semoga penjelasan ini menambah wawasanmu.
FAQ seputar kenapa Pacitan sering gempa
| Kenapa Pacitan sering mengalami gempa bumi? | Karena Pacitan berada dekat zona subduksi selatan Jawa dan sumber gempa megathrust, sehingga aktivitas tektoniknya sangat tinggi. |
| Apakah gempa di Pacitan selalu berpotensi tsunami? | Tidak. Banyak gempa di Pacitan merupakan gempa intraslab yang terjadi cukup dalam dan umumnya tidak memicu tsunami. |
| Kenapa gempa di Pacitan sering terasa luas? | Karena gempa umumnya terjadi di kedalaman cukup dalam sehingga getarannya bisa menjalar ke wilayah yang lebih luas. |
Referensi
"Pakar UGM Ungkap Gempa Yang Sering Terjadi di Selatan Pacitan". Universitas Gadjah Mada. Diakses Februari 2026.
"Gempabumi Tektonik M6,4 di Pacitan, Jawa Timur, Tidak Berpotensi Tsunami". BMKG. Diakses Februari 2026.


















