bunga Rafflesia yang tumbuh di akar gantung (commons.wikimedia.org/Maizal)
Lantas, apakah Rafflesia bisa dibudidayakan? Peneliti dan ahli botani sudah berusaha membudidayakan Rafflesia sejak puluhan tahun lalu. Sayangnya, usaha budi daya Rafflesia selalu gagal. Sifat parasit dan gaya hidupnya yang sangat spesifik membuat Rafflesia luar biasa sulit untuk dikembangbiakkan.
Benih Rafflesia sering kali gagal berkecambah. Laporan keberhasilan perbanyakan Rafflesia lewat benih masih jarang, tapi ada beberapa pengecualian. Salah satunya pekebun lokal dari Bukittinggi, Sumatra Barat, yang berhasil menumbuhkan Rafflesia arnoldii dengan menaburkan biji dari buah matang Rafflesia ke tanaman merambat Tetrastigma di kebunnya.
Rafflesia tidak bisa dibudi daya dengan metode perbanyakan yang biasa digunakan untuk membudidayakan tanaman parasit. Sebuah studi pernah membandingkan seluk beluk benih Rafflesia dengan benih tanaman parasit lain. Dalam studi yang diterbitkan Plants, People, Planet pada 2023 lalu itu, ditemukan kalau benih Rafflesia tidak memiliki gen-gen terkait untuk merespons senyawa yang menjadi sinyal perkecambahan benih tanaman parasit lain. Dari segi benih pun Rafflesia beda dari tanaman parasit lain.
Mengutip laman Botany One, sejauh ini cara terbaik dan paling ampuh membudidayakan Rafflesia adalah dengan mencangkok Tetrastigma yang terinfeksi Rafflesia pada batang lain yang tidak terinfeksi. Metode ini berhasil dilakukan oleh ahli botani dari Kebun Raya Bogor, Sofi Mursidawati. Mengutip laman National Geographic, Sofi berhasil menumbuhkan 16 Rafflesia dari kuncup menjadi mekar.
Sekecil apa pun upaya budi daya Rafflesia bisa menjadi langkah besar dalam pelestarian tumbuhan langka ini. Studi terbaru yang dilansir Plants, People, Planet 2023 lalu menemukan bahwa sebagian besar spesies Rafflesia terancam punah. Upaya budi daya oleh ahli botani maupun warga diharapkan bisa turut membantu pelestarian Rafflesia.