ilustrasi ikan kakatua biru (commons.wikimedia/Derek Keats)
Ketika berada di luar air, maka insang ikan yang berbulu akan saling menempel, mengurangi ruang yang tersedia untuk pertukaran gas, yang kemudian mengakibatkan ikan mati lemas.
Ada banyak spesies ikan, salah satu yang diketahui mampu bertahan hidup di luar air adalah ikan arapaima dari Amerika Selatan. Arapaima merupakan ikan air tawar tersebar di dunia, dengan panjang mencapai 3 meter, dan memiliki insang yang sangat kecil, serta dilengkapi kantung renangnya yang dimodifikasi untuk menghirup oksigen dari udara. Itulah mengapa arapaima mampu bertahan hidup di luar air hingga 24 jam.
Tidak hanya arapaima. Di perairan sungai dan danau di Afrika, diketahui terdapat ikan paru-paru. Ikan tersebut muncul sekitar 400 juta tahun yang lalu dan sekarang terdapat enam spesies yang tersebar di Afrika, Australia, dan Amerika.
Ikan paru-paru memiliki kebiasaan unik, mereka akan muncul ke permukaan untuk bernapas, menghirup udara ke dalam paru-paru primitif mereka, yang merupakan adaptasi dari kantung renang. Adanya anatomi tersebut juga memungkinkan mereka untuk bertahan hidup selama musim kering, di mana mereka akan menggali lumpur untuk bertahan hidup.