Kucing (pexels.com/Mia X)
Kucing adalah karnivora sejati, artinya mereka mengonsumsi lebih banyak daging. Namun, kucing dapat mengonsumsi berbagai macam makanan, tetapi mereka sangat bergantung pada protein sebagai sumber energi.
Baik anak kucing atau kucing dewasa sama-sama membutuhkan protein berbasis hewan sebagai bagian dari makanan utama mereka. Dilansir Purina.com, beberapa makanan kaya protein yang disukai kucing seperti berbagai jenis ikan mulai dari salmon, tongkol, tuna, dan ikan putih, juga dengan unggas seperti ayam, kalkun, burung pegar, bahkan daging sapi pun menjadi santapan yang lezat bagi mereka. Di alam liar, kucing memakan berbagai mangsa kecil, seperti tikus.
Kebutuhan asupan anak kucing dan kucing dewasa pun berbeda. Kebutuhan ini akan berubah seiring bertambahnya usia dan kesehatan. Pada anak kucing biasanya masih membutuhkan susu induknya sejak lahir hingga usia 6-8 minggu. Setelah disapih, anak kucing membutuhkan protein dalam jumlah tinggi. Seiring pertumbuhannya, jumlah protein yang dibutuhkan pun menurun. Anak kucing juga membutuhkan kalsium serta lemak untuk energi dan vitamin larut lemak.
Sementara itu, dilansir WebMD, pada kucing dewasa cenderung membutuhkan makanan seimbang demi mendukung kesehatan jaringan dan sistem tubuh. Makanan dengan komposisi 50%-60% protein dan 30%-50% lemak biasanya merupakan keseimbangan yang baik. Sebagian besar kucing tidak hanya makan satu kali sehari. Artinya, banyak kucing dapat diberi makan secara bebeas atau beberapa kali makan. Yang perlu diingat adalah seberapa banyak jumlah kalori yang dikonsumsi, bukan berapa kali mereka makan.
Ada banyak jenis makanan kucing yang bisa kamu pilih. Faktor terpenting dalam memilih makanan adalah dengan membaca label dan memastikan makanan tersebut seimbang dengan jumlah nutrisi. Berikut jenis-jenis makanan kucing yang bisa kamu pilih untuk hewan peliharaan:
Makanan kering biasanya terbuat dari campuran daging dan produk sampingan daging, biji-bijian, vitamin, mineral, unggas, dan produk sampingan unggas, serta tepung ikan. Campuran ini dikeringkan dan dibentuk jadi potongan kecil yang seukuran sekali gigit dan dilapisi lemak.
Makanan semi basah umumnya terbuat dari daging dan produk sampingan daging dengan tambahan beberapa bahan pengisi dan pengawet. Kandungan air biasanya lebih tinggi dengan rasa yang lebih enak untuk kucing. Sayangnya makanan jenis ini tidak bisa bertahan lama, setelah kemasan dibuka, makanan semi basah dapat mengering, mengeras, dan membusuk.
Makanan kaleng mengandung berbagai macam daging, produk sampingan daging, sayuran, atau biji-bijian. Kandungan airnya pun tinggi, bahkan bisa dijadikan sumber air yang baik untuk kucing. Dibandingkan semi basah, makanan kaleng biasanya memiliki tekstur yang lebih lembut dan rasa lebih enak bagi kucing. Agar tidak cepat basi, sebaiknya simpan makanan kaleng di lemari es setelah kemasan dibuka.
Tidak ada salahnya memberi kucing camilan. Daging mentah dan ikan kalengan untuk manusia tidak sarankan karena kucing bisa sakit jika memakan makanan ini. Perlu diingat juga untuk tidak memberi kucing susu karena kucing bisa mengalami intoleransi laktosa.