Kura-kura (unsplash.com/Anthony)
Tempurung adalah bagian integral dari tubuhnya. Oleh karena itu tempurung kura-kura tidak dapat dilepas secara keseluruhan. Hanya lapisan keratin atau bagian luar yang bisa berganti secara alami seiring pertumbuhan, namun struktur tulangnya tetap menyatu dengan tulang rusuk dan tulang belakang.
Sejatinya, lapisan keratin tempurung bisa terlepas secara bertahap saat kura-kura tumbuh, pelepasan ini tidak menimbulkan rasa sakit sama sekali karena terjadi secara alami. Kemudian digantikan oleh lapisan baru melalui regenerasi.
Sebaliknya, rusaknya tempurung yang terjadi tidak secara alami akan menimbulkan rasa sakit pada tempurung kura-kura. Diketahui, rasa sakitnya seperti patah tulang pada manusia, karena tempurung ini memang tersusun dari gabungan tulang. Idealnya, kura-kura memang tidak dapat hidup begitu saja tanpa tempurung. Kemungkinan kura-kura akan mati jika tempurungnya lepas.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa kura-kura mampu merasakan sentuhan atau sensasi sakit jika tempurungnya disentuh atau terkena benda asing. Hal ini disebabkan tempurungnya terdapat saraf, pembuluh darah, dan tulang.