Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Apakah Ular Berevolusi dari Kadal? Mari Ungkap Faktanya
ilustrasi ular (unsplash.com/Praveen Kumar)
  • Ular diyakini berevolusi dari kadal sekitar 100–120 juta tahun lalu, dengan proses evolusi terjadi berulang di berbagai spesies hingga ular kehilangan kaki sepenuhnya.
  • Penemuan fosil seperti Tetrapodophis berkaki empat dan Eophis Underwoodi memperkuat bukti bahwa ular berasal dari kadal purba yang berevolusi selama jutaan tahun.
  • Ada dua hipotesis utama tentang asal evolusi ular: dari kadal darat yang beradaptasi di ruang sempit atau dari kadal laut yang menyesuaikan diri untuk berenang lebih efisien.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kadal dan ular memiliki kemiripan yang sangat banyak. Bentuk tubuhnya sama-sama memanjang, sisiknya besar, bahkan kepalanya sulit dibedakan. Dari pengamatan tersebut muncul satu pertanyaan, "apakah ular berevolusi dari kadal?" Sebab, jika dinalar sangat masuk akal jika awalnya ular memiliki kaki seperti kadal dan akhirnya kakinya menghilang karena evolusi.

Secara taksonomi, kekerabatan ular dan kadal juga sangat dekat. Pasalnya, mereka sama-sama masuk ke ordo Squamata. Jika ditarik ke belakang, reptil dan ular juga memiliki adaptasi, makanan, bahkan kebiasaan yang serupa. Penasaran dengan evolusi ular dan hubungannya dengan kadal? Kupas tuntas di bawah ini, yuk.

1. Apakah ular berevolusi dari kadal?

ilustrasi ular peliharaan (commons.wikimedia.org/U.S. Fish and Wildlife Service - Midwest Region)

Menurut laman Discover Magazine, hingga kini dipercaya kalau ular berevolusi dari kadal sekitar 100 atau 120 juta tahun yang lalau. Jika diulik dari jejak evolusi, kadal berevolusi lebih dulu sekitar 220 juta tahun yang lalu. Setelah lama hidup di bumi, barulah ada beberapa jenis yang memisahkan diri dan memutuskan untuk berevolusi menjadi ular dan akhirnya kehilangan kaki.

Evolusi dari kadal menjadi ular tidak terjadi sekali. Sebaliknya evolusi tersebut terjadi berkali-kali di spesies yang berbeda dan berlangsung selama jutaan tahun. Selain itu para ahli juga percaya kalau evolusi ular dan biawak (kadal dari famili Varanidae) memiliki hubungan yang dekat. Hal tersebut memperkuat kekerabatan mereka dan menjustifikasi kemiripan ciri fisik dan kebiasaan keduanya.

2. Penemuan fosil ular

ilustrasi ular peliharaan (commons.wikimedia.org/Danny S.)

Sejak dulu ada banyak fosil ular yang ditemukan di seluruh dunia. Semua fosil tersebut punya ciri fisik hingga usia yang berbeda. Fosil pertama yang cukup menarik ditemukan pada tahun 2015 di Brazil. Dilansir National Geographic, fosil tersebut diberi nama Tetrapodophis dan memiliki empat kaki. Kehadiran empat kaki kembali membuktikan kalau ular berevolusi dari kadal.

Jika membahas fosil ular tertua, maka gelar tersebut dipegang oleh Eophis Underwoodi yang usianya sekitar 167 juta tahun, setara dengan dinosaurus. Di India juga pernah ditemukan fosil ular raksasa bernama Vasuki indicus yang digadang-gadang sebagai ular terbesar dengan panjang mencapai 15 meter. Adapun, fosil Paradoxophidion richardoweni punya kemiripan dengan ular karung di masa modern.

3. Alasan kadal berevolusi menjadi ular

ilustrasi ular (unsplash.com/Michael Jerrard)

Hingga kini sebenarnya para ahli masih belum yakin mengapa kadal berevolusi menjadi ular dan kehilangan kakinya. Namun, laman American Scientist menjelaskan kalau para ahli memiliki dua hipotesis. Hipotesis pertama menyatakan kalau ular berevolusi dari kadal terestrial. Jadi kadal terestrial yang hidup di darat kehilangan kaki demi bisa masuk ke sela-sela yang sempit dan akhirnya menjadi ular.

Di sisi lain, hipotesis laut menyatakan kalau ular pertama kali berevolusi di laut. Secara spesifik kadal darat mulai berenang dan beradaptasi untuk hidup di perairan. Akhirnya mereka kehilangan kaki agar bisa berenang dengan lebih baik. Jika hipotesis pertama benar berarti ular berkerabat dekat dengan kadal modern. Jika hipotesis kedua yang benar, maka kerabat dekat ular darat modern adalah ular laut.

4. Beberapa jenis ular purba

ilustrasi ular (unsplash.com/Sanket Rajurkar)

Keberagaman spesies ular purba tak kalah dari ular modern. Di zaman kapur sekitar 99-93 juta tahun yang lalu ada ular laut bernama Haasiophis yang masih memiliki dua kaki belakang. Sekitar 60-58 juta tahun yang lalu juga hidup Titanoboa yang merupakan salah satu ular terbesar sepanjang masa dengan panjang mencapai 13 meter. Sekitar 90 juta tahun yang lalu juga hidup satu ular bernama Najash yang punya kaki belakang. Ia menjadi salah satu kunci untuk mengungkap evolusi ular. Kemudian salah satu ular berbisa pertama hidup sekitar 25 juta tahun yang lalu, yaitu Rukwanyoka dengan bisa neurotoksin.

5. Hubungan ular dengan kadal

ilustrasi ular (unsplash.com/sippakorn yamkasikorn)

Informasi dari berbagai sumber menjelaskan kalau ular dan kadal modern memiliki kekerabatan yang sangat dekat. Secara taksonomi, baik ular atau kadal modern keduanya sama-sama masuk ke ordo Squamata (reptil bersisik). Di Squamata, kekerabatan ular lebih dekat ke biawak (famili Varanidae) daripada kadal lain. Karena kedekatannya, biawak dan ular sama-sama memiliki bisa dan punya lidah bercabang. Selain biawak, kekerabatan ular juga cukup dekat dengan klad Amphisbaenia atau kadal cacing yang tidak berkaki.

Pertanyaan, "apakah ular berevolusi dari kadal?" sudah terjawab tuntas jadi kamu tak perlu bingung lagi. Dari penjelasan di atas dapat terlihat kalau perjalanan evolusi ular memakan waktu yang sangat lama. Uniknya para ahli juga masih memiliki sedikit keraguan akan evolusi ular yang sebenarnya. Jadi penelitian lebih lanjut harus dilakukan untuk mengungkap misteri di balik reptil tak berkaki tersebut.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team