Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Asteroid 20 Massalia Akan Muncul di Langit saat Lebaran 2026
ilustrasi asteroid 20 Massalia (unsplash.com/Bernd Dittrich)
  • Asteroid 20 Massalia ditemukan pada 1852 oleh Annibale de Gasparis dan berada di sabuk asteroid utama antara Mars dan Jupiter dengan diameter sekitar 135–150 kilometer.
  • Fenomena oposisi asteroid 20 Massalia akan terjadi pada 21 Maret 2026 bertepatan dengan Lebaran, membuatnya tampak lebih terang dan bisa diamati sepanjang malam menggunakan teleskop atau binokular.
  • Menurut data NASA dan JPL, asteroid 20 Massalia tidak berpotensi membahayakan Bumi karena termasuk dalam kategori asteroid sabuk utama yang stabil dan aman diamati.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026, langit malam kembali menghadirkan sejumlah fenomena alam yang menarik untuk disaksikan. Peristiwa-peristiwa astronomi ini terjadi sebagai bagian dari dinamika alami benda langit di tata surya. Bagi sebagian orang, kemunculan fenomena langit di momen Lebaran menambah kesan istimewa suasana hari raya.

Salah satu objek langit yang diperkirakan muncul pada periode tersebut adalah asteroid 20 Massalia. Asteroid ini akan mencapai fase oposisi pada 21 Maret 2026 atau bertepatan dengan momen Lebaran 2026. Lalu, apakah fenomena oposisi asteroid 20 Massalia tersebut bisa diamati dengan mata telanjang? Yuk, simak penjelasannya berikut ini!

1. Asal usul asteroid 20 Massalia

ilustrasi asteroid 20 Massalia (unsplash.com/Joel S.)

Asteroid 20 Massalia adalah objek astronomi yang menghuni sabuk asteroid utama di antara planet Mars dan Jupiter. Dilansir Space Reference, asteroid ini pertama kali ditemukan pada 19 September 1852 oleh astronom Italia bernama Annibale de Gasparis. Penemuan tersebut dilakukan saat ia melakukan pengamatan langit dari Observatorium Napoli di Italia.

Nama “Massalia” sendiri diambil dari nama Latin kota Marseille di Prancis. Asteroid ini diperkirakan memiliki diameter sekitar 135 hingga 150 kilometer dan tersusun dari material berbatu. Selain itu, Massalia juga dikenal sebagai anggota terbesar dari keluarga asteroid Massalia yang berada di sabuk asteroid utama.

2. Bisa diamati sepanjang malam

ilustrasi asteroid 20 Massalia (unsplash.com/Martin Balle)

Asteroid 20 Massalia akan mencapai titik oposisi pada 21 Maret 2026, yang mana bertepatan dengan momen Lebaran 2026. Dalam astronomi, fenomena oposisi terjadi ketika suatu objek berada tepat di sisi berlawanan dari Matahari jika dilihat dari Bumi. Pada kondisi ini, Matahari, Bumi, dan asteroid 20 Massalia berada hampir dalam satu garis lurus sehingga asteroid tampak lebih terang dan mudah diamati dari Bumi.

Mengutip dari In-the-Sky, ketika mencapai fase oposisi, asteroid 20 Massalia akan berada dalam posisi terbaiknya untuk diamati. Objek ini bakal muncul di atas cakrawala sekitar pukul 19.25 WIB dan mencapai titik tertinggi di langit sekitar tengah malam. Fenomena tersebut dapat diamati hingga menjelang fajar, yaitu sekitar pukul 04.29 WIB.

Namun sayangnya, asteroid 20 Massalia tidak dapat diamati dengan mata telanjang lantaran tingkat kecerahannya yang cukup redup. Oleh sebab itu, pengamatan objek ini memerlukan bantuan teleskop kecil atau binokular dengan bukaan sedang agar dapat terlihat dengan jelas di langit malam.

3. Tidak membahayakan Bumi

ilustrasi asteroid yang berada di luar angkasa. (unsplash.com/Javier Miranda)

Meski bisa diamati dari Bumi pada waktu dan kondisi tertentu, asteroid 20 Massalia tidak akan membahayakan Bumi maupun makhluk yang ada di dalamnya. Berdasarkan data dari NASA dan Jet Propulsion Laboratory (JPL), Massalia adalah asteroid sabuk utama yang besar dan tidak menimbulkan risiko benturan. Jadi, fenomena oposisi asteroid 20 Massalia pada 21 Maret 2026 bukanlah peristiwa berbahaya yang perlu kamu cemaskan.

Sejatinya, oposisi adalah peristiwa yang umum terjadi pada benda-benda langit di ruang angkasa. Fenomena ini terjadi karena posisi Bumi berada tepat di antara Matahari dan sebuah planet, sehingga ketiganya membentuk satu garis lurus yang sempurna. Selain oposisi, ada juga fenomena-fenomena unik lain seperti konjungsi, okultasi, dan perihelion. Dari beberapa peristiwa yang melibatkan asteroid, apakah kamu pernah mengamati salah satunya?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team