Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Asteroid 2022 RB5 Tabrak Bumi pada 22 Oktober 2022, Benarkah?
ilustrasi asteroid bergerak mendekati Bumi (pixabay.com/urikyo33)

Media sosial kembali heboh dengan informasi tak bersumber terkait adanya asteroid yang bakal menabrak bumi. Katanya, asteroid 2022 RB5 tersebut akan memasuki atmosfer bumi pada 22 Oktober 2022. Dikatakan juga bahwa NASA sampai meluncurkan pesawat khusus untuk menghancurkan asteroid tersebut.

Lantas, benarkah demikian? Menjawab isu tersebut, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menanggapi secara resmi melalui Instagram resmi. IDN Times pun berusaha mengulik lebih jauh terkait fakta asteroid 2022 RB5 akan menabrak bumi. Simak uraian lengkapnya di bawah ini, ya!

Benarkah asteroid 2022 RB5 akan menabrak bumi?

ilustrasi lintasan bumi dengan asteroid 2022 RB5 (dok. Jet Propulsion Laboratory NASA)

Sebuah video TikTok mengabarkan bahwa bumi akan bertabrakan dengan asteroid 2022 RB5. Bahkan, detailnya menyebut bahwa ukurannya mencapai 160 meter, beratnya 570 Kg. Semakin meresahkan, dikatakan dalam video bahwa efek jatuhnya asteroid ini dapat memicu tsunami

Faktanya, informasi tersebut hanyalah hoaks alias berita bohong. Tidak ada sumber dari instansi resmi nasional maupun internasional yang membenarkan adanya potensi tabrakan tersebut. 

Meluruskan isu yang beredar, BRIN mengunggah video informatif melalui laman Instagram resmi di @brin_indonesia. Video tersebut mengungkapkan bahwa memang benar ada benda langit yang bernama asteroid 2022 RB5. Namun, alih-alih menabrak, benda langit tersebut hanya akan berpapasan dengan bumi. 

Andi Pangerang, seorang peneliti BRIN mengungkapkan, asteroid tersebut memang akan berada di dekat bumi pada 22 Oktober 2022. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 16.59 UT atau 23.59 WIB.

Meski demikian, kamu dan penduduk bumi tidak perlu khawatir, karena dekatnya asteroid ini berjarak 5 juta kilometer dari bumi. Angka tersebut masih jauh lebih besar dari batas roche bumi-matahari yang 556.400 km. 

Batas roche sendiri merupakan jarak aman benda di sekeliling bumi dapat mempertahankan bentuknya dari gravitasi bumi. Jika jarak benda langit lebih kecil dari jarak roche tersebut, barulah ada kemungkinan akan menabrak bumi. 

Pada kasus asteroid 2022 RB5, jaraknya dengan bumi mencapai sembilan kali batas roche. Artinya, kecil kemungkinan asteroid tersebut tertarik gravitasi dan masuk ke atmosfer bumi.

Apa itu asteroid 2022 RB 5?

ilustrasi asteroid (pixabay.com/WikiImages)

Sekilas informasi, asteroid yang diberi nama 2022 RB 5 ini merupakan benda langit yang memiliki parameter orbit mirip dengan asteroid Apollo. Oleh sebab itu, asteroid ini juga dimasukkan ke dalam keluarga Apollo.

Dilansir Jet Propulsion Laboratory California Institute of Technology, asteroid 2022 RB 5 pertama kali diamati pada 15 September 2022 lalu.  Asteroid 2022 RB 5 mengorbit matahari dengan kelonjongan atau eksentrisitas 0,12. Adapun kemiringan orbit atau inklinasinya mencapai 6,83 derajat. 

Kembali dari sumber BRIN, diperkirakan bumi akan kembali berpapasan dengan asteroid pada siklus dua kali 1 tahun dan 11 tahunan. Diperkirakan asteroid akan muncul lagi pada 14 Mei 2023 dan 1 April 2024. Lalu, baru kembali pada 15 Oktober 2033, 14 Juni 2034, 28 Maret 2035. Ini akan terus berlanjut hingga 7 Oktober 2044, 24 Maret 2046, 3 Oktober 2055, 26 Maret 2057, 1 Oktober 2066,  29 Maret 2068, lalu terakhir pada 30 September 2077.

Bumi akan terus bersinggungan dengan asteroid 2022 RB 5 dalam kurun waktu tersebut hingga 30 September 2077. Selanjutnya, asteroid tersebut tidak akan melintas dekat bumi kembali. Setidaknya sampai 2167 atau 90 tahun setelahnya.

Terkait ukuran, dibenarkan oleh peneliti BRIN bahwa asteroid ini sebesar 86-190 meter. Luas tersebut setara dua kali ukuran Stadion Gelora Bung Karno (GBK). Meski demikian, tidak perlu khawatir, karena jarak terdekat asteroid ini cukup jauh dari bumi dan tidak berpotensi menyebabkan tabrakan. 

Bagaimana dengan isu NASA yang sengaja menabrak asteroid?

ilustrasi asteroid menabrak planet (pixabay.com/TBIT)

Dilansir press release NASA, organisasi antariksa Amerika tersebut memang memiliki tim investigasi bernama Double Asteroid Redirection Test (DART). Namun, alih-alih menabrak asteroid yang akan menghantam bumi, tim DART justru sedang fokus melakukan percobaan perubahan lama laju lintasan asteroid. Sasarannya pun bukan 2022 RB5, melainkan asteroid Dimorphos. 

Dalam percobaannya, NASA berusaha mengubah lama laju lintasan asteroid. Dari percobaan yang telah dilakukan pada 26 September 2022 lalu, tim investigasi telah mengonfirmasi adanya dampak pesawat ruang angkasa.

Sebelumnya, Dimorphos butuh 11 jam dan 55 menit untuk mengorbit asteroid induknya yang lebih besar, Didymos. Setelah operasi DART, berkurang 32 menit, memperpendek orbit menjadi 11 jam dan 23 menit. Meski demikian, baik Dimorphos maupun Didymos tidak menimbulkan bahaya bagi bumi, sebelum atau sesudah tabrakan terkontrol DART.

Misi tersebut diluncurkan sebagai upaya antisipasi perlindungan terhadap bumi apabila terjadi tabrakan benda langit yang tidak diinginkan. Dengan demikian, tidak berarti akan benar-benar terjadi pada 22 Oktober 2022 mendatang, ya!

Nah, terjawab sudah benar tidaknya asteroid 2022 RB5 akan menabrak bumi. Daripada khawatir berlebih, mending pantengin fenomena langit hujan meteor Orinoids 2022 saja.

Editorial Team