Burung Northern Cardinal (commons.wikimedia/Rhododendrites)
Warna cerah pada burung jantan adalah mekanisme seleksi alam yang krusial untuk menarik pasangan. Penampilan bulu yang mencolok mencerminkan kondisi kesehatan, vitalitas, serta kualitas nutrisi yang dikonsumsi.
Warna-warna seperti merah dan kuning berasal dari pigmen karotenoid dalam makanan, artinya burung jantan dinilai mahir dalam mencari sumber pangan bagi keluarganya. Mengingat populasi jangan lebih besar dibanding betina, keindahan bulu tentu menjadi modal utama dalam memenangkan persaingan memperebutkan pasangan yang terbatas.
Bagi burung jantan, warna adalah sebuah keuntungan, namun bagi burung betina hal ini justru menjadi kebalikannya. Burung betina biasanya bertanggung jawab mengerami telur, dan mereka harus menjaga sarang hampir terus menerus.
Jika burung betina memiliki warna secerah jantan, maka mereka berisiko menarik perhatian predator, dan mengungkap lokasi sarang mereka serta anak-anak mereka yang rentan. Jadi, warna kusam pada burung betina bisa dibilang sebagai bagian dari perlindungan bagi anak-anaknya.
Sebagai penutup, burung memperoleh warna-warna bulu yang indah dari perpaduan pigmen karotenoid, melanin, dan porifin. Di mana jantan biasanya memiliki warna yang lebih cerah daripada betina.