ilustrasi bulan sabit (pexels.com/Philippe Donn)
Metode hisab adalah cara menentukan awal bulan Hijriah dengan menggunakan perhitungan astronomi. Pendekatan ini mengandalkan ilmu falak, yaitu ilmu yang mempelajari posisi dan pergerakan benda langit seperti matahari dan bulan. Melalui perhitungan tersebut, para ahli dapat mengetahui kapan terjadinya ijtima’ (konjungsi), posisi bulan saat matahari terbenam, serta kemungkinan munculnya hilal.
Dalam penetapan 1 Syawal, metode hisab memperhitungkan beberapa faktor penting, seperti tinggi hilal di atas ufuk, sudut elongasi antara bulan dan matahari, serta usia bulan setelah ijtima’. Jika hasil perhitungan menunjukkan bahwa hilal sudah berada di posisi yang memungkinkan untuk menandai pergantian bulan, keesokan harinya ditetapkan sebagai 1 Syawal.
Salah satu penerapan metode hisab digunakan oleh Muhammadiyah melalui sistem Hisab Hakiki Wujudul Hilal. Dalam metode ini, awal bulan baru ditetapkan apabila tiga syarat terpenuhi, yaitu telah terjadi ijtima’, ijtima’ terjadi sebelum matahari terbenam, dan posisi hilal sudah berada di atas ufuk saat matahari terbenam, meskipun hanya setinggi 0,1 derajat. Jika ketiga syarat tersebut terpenuhi, keesokan harinya langsung ditetapkan sebagai 1 Syawal.
Melalui penjelasan di atas, kamu bisa mengetahui bagaimana cara menentukan awal Idulfitri 2026 yang umumnya menggunakan metode rukyatul hilal dan hisab. Dengan memahami prosesnya, kamu juga bisa lebih mengerti alasan penetapan Idul fitri terkadang berbeda setiap tahunnya.
Bagaimana cara menentukan awal Idul fitri 2026? | Awal Idul Fitri 2026 ditentukan dengan melihat posisi hilal pada tanggal 29 Ramadhan menggunakan metode rukyatul hilal atau perhitungan astronomi (hisab). |
Mengapa awal Idul Fitri bisa berbeda? | Perbedaan bisa terjadi karena penggunaan metode yang berbeda, yaitu rukyatul hilal yang mengandalkan pengamatan langsung dan hisab yang menggunakan perhitungan astronomi. |
Siapa yang menetapkan tanggal resmi Idul Fitri di Indonesia? | Di Indonesia, tanggal resmi Idulfitri biasanya ditetapkan oleh pemerintah melalui sidang isbat yang melibatkan ulama, ahli astronomi, dan berbagai organisasi Islam. |