- Dormansi biji
Cara Tumbuhan Berpuasa, Apakah Seperti Manusia?

Tumbuhan dapat ‘berpuasa’ dengan memperlambat metabolisme atau menghentikan pertumbuhan saat menghadapi kekeringan dan kondisi ekstrem.
Strategi adaptasi seperti dormansi biji dan tunas, penutupan stomata, serta pengguguran daun membantu tumbuhan mengurangi kehilangan air dan menjaga cadangan energi di kondisi sulit.
Tumbuhan biasanya berpuasa pada musim dingin, saat kekeringan, atau ketika mengalami stres akibat perubahan iklim dan polusi.
Puasa sering kali identik dengan aktivitas yang hanya dilakukan manusia, khususnya umat Muslim saat Ramadan. Menariknya, konsep “puasa” faktanya juga bisa ditemukan di dunia tumbuhan, meskipun aktivitasnya tentu berbeda.
Tumbuhan memiliki cara tersendiri untuk bertahan saat kondisi lingkungan tidak mendukung. Nah, cara tumbuhan berpuasa biasanya dilakukan dengan memperlambat aktivitas metabolisme atau menghentikan sementara pertumbuhan ketika menghadapi kekeringan, suhu ekstrem, atau stres lingkungan. Strategi ini membantu tumbuhan menghemat energi dan sumber daya agar tetap bisa bertahan hidup.
Table of Content
1. Cara tumbuhan berpuasa
Tumbuhan memang tidak berpuasa seperti manusia yang menahan makan dan minum pada waktu tertentu. Namun, ketika menghadapi kondisi lingkungan yang kurang mendukung, tumbuhan dapat memperlambat aktivitas metabolisme tubuhnya.
Cara ini membantunya menghemat energi dan bertahan hidup hingga kondisi lingkungan kembali lebih baik. Beberapa bentuk “puasa” pada tumbuhan dapat dilihat melalui mekanisme adaptasi berikut:
Dormansi biji adalah kondisi ketika biji berada dalam keadaan “tidur” atau menunda pertumbuhan meskipun sebenarnya mampu berkecambah. Hal ini biasanya terjadi ketika lingkungan sekitar tidak mendukung, misalnya tanah terlalu kering, suhu tidak sesuai, atau biji jatuh di tempat yang kurang ideal seperti bebatuan.
Dormansi dipengaruhi oleh hormon tumbuhan, terutama asam absisat (ABA) dan giberelin. Kadar ABA yang tinggi membuat biji tetap dorman atau “berpuasa”, sedangkan kadar giberelin yang meningkat akan memicu biji untuk berkecambah ketika kondisi lingkungan sudah lebih mendukung.
- Dormansi tunas
Dormansi juga dapat terjadi pada tunas, bagian ujung tumbuhan yang dapat berkembang menjadi daun, batang, atau bunga. Pada kondisi tertentu, jaringan meristem yang biasanya aktif membelah akan berhenti sementara sehingga pertumbuhan tunas melambat atau terhenti.
Fenomena ini umum terjadi pada tanaman di wilayah empat musim, seperti pohon poplar atau sakura saat musim dingin. Dengan menghentikan sementara pertumbuhan, tumbuhan dapat menghemat energi dan melindungi diri dari kondisi lingkungan yang terlalu ekstrem.
- Absisi atau menggugurkan daun
Cara lain tumbuhan “berpuasa” adalah melalui proses absisi atau menggugurkan daun. Daun merupakan tempat berlangsungnya fotosintesis, tetapi saat tumbuhan kekurangan air atau mengalami stres lingkungan, mempertahankan daun justru dapat meningkatkan kehilangan air.
Oleh karena itu, tumbuhan akan menggugurkan sebagian atau seluruh daunnya untuk mengurangi penguapan dan menghemat energi. Strategi ini membantu tumbuhan bertahan lebih lama sampai kondisi lingkungan kembali mendukung pertumbuhan.
2. Cara tumbuhan menghemat energi

Tumbuhan memiliki berbagai cara untuk menghemat energi ketika menghadapi kondisi lingkungan yang tidak mendukung, seperti kekeringan, suhu ekstrem, atau kekurangan nutrisi. Berikut beberapa cara tumbuhan menghemat energi:
- Menutup stomata
Salah satu cara tumbuhan menghemat energi dengan menutup stomata, yaitu pori-pori kecil pada permukaan daun yang berfungsi untuk pertukaran gas. Ketika kondisi lingkungan sangat panas atau kering, stomata akan menutup untuk mengurangi kehilangan air melalui proses transpirasi.
Penutupan stomata juga membuat penyerapan karbon dioksida berkurang sehingga laju fotosintesis menurun. Dengan cara ini, tumbuhan dapat mengurangi penggunaan energi sekaligus menjaga cadangan air dalam tubuhnya.
- Mengurangi aktivitas fotosintesis
Tumbuhan juga dapat menghemat energi dengan menurunkan aktivitas fotosintesis ketika kondisi lingkungan tidak ideal. Proses fotosintesis membutuhkan cahaya, air, dan karbon dioksida sehingga ketika salah satu faktor tersebut terbatas, tumbuhan akan menyesuaikan laju fotosintesisnya. Dengan mengurangi produksi makanan sementara, tumbuhan dapat menyeimbangkan penggunaan energi dengan ketersediaan sumber daya yang ada.
- Memperlambat atau menghentikan pertumbuhan
Cara lain tumbuhan menghemat energi adalah memperlambat atau menghentikan sementara proses pertumbuhan, misalnya melalui dormansi pada biji atau tunas. Pada kondisi ini, aktivitas pembelahan sel dan perkembangan jaringan menjadi sangat lambat sehingga kebutuhan energi juga berkurang.
3. Kapan tumbuhan berpuasa?
Tumbuhan biasanya “berpuasa” ketika menghadapi kondisi lingkungan yang tidak mendukung pertumbuhan. Dalam situasi seperti suhu ekstrem, kekurangan air, atau tekanan lingkungan lainnya, tumbuhan akan memperlambat aktivitas metabolisme, pertumbuhan, atau reproduksi. Berikut beberapa kondisi yang membuat tumbuhan melakukan “puasa”:
- Peralihan musim gugur, dingin, dan semi
Pada wilayah yang memiliki empat musim, tumbuhan sering “berpuasa” saat memasuki musim dingin. Suhu yang turun drastis dapat menyebabkan pembekuan seluler, yaitu kondisi ketika air di dalam sel tumbuhan membeku dan berpotensi merusak dinding sel.
Selain itu, angin musim dingin yang kering juga dapat mengurangi kelembapan daun dan mengganggu fungsinya. Untuk mengurangi risiko kerusakan tersebut, tumbuhan biasanya memperlambat pertumbuhan atau memasuki fase dormansi hingga musim semi tiba dan kondisi lingkungan kembali lebih hangat.
- Saat terjadi kekeringan
Kekeringan membuat tumbuhan harus menghemat penggunaan air dan energi agar tetap bertahan hidup. Dalam kondisi ini, tumbuhan biasanya mengurangi aktivitas metabolisme dan hanya mempertahankan fungsi-fungsi penting. Beberapa tumbuhan bahkan mampu menyimpan cadangan air, seperti pohon baobab yang menyimpan air di batangnya atau tanaman sukulen seperti kaktus yang menyimpan air di jaringan tubuhnya.
- Saat mengalami stres lingkungan, perubahan iklim, dan polusi
Perubahan iklim dan polusi juga dapat membuat tumbuhan mengalami stres lingkungan. Ketika stres, tumbuhan akan mengalihkan energi dari pertumbuhan dan reproduksi ke mekanisme pertahanan diri. Misalnya, polusi ozon di udara dapat merusak daun, sementara polusi logam berat di tanah dapat menghambat pertumbuhan dan perkecambahan biji. Akibatnya, tumbuhan memperlambat aktivitasnya untuk bertahan hingga kondisi lingkungan kembali stabil.
Itulah penjelasan mengenai cara tumbuhan berpuasa yang menjadi strategi adaptasi alami agar tetap bertahan di tengah kondisi lingkungan ekstrem. Mekanisme ini membantu tumbuhan menghemat energi dan melindungi dirinya dari kerusakan. Semoga informasi ini bermanfaat, ya.
FAQ seputar cara tumbuhan berpuasa
| Apakah tumbuhan benar-benar berpuasa seperti manusia? | Tidak. Istilah “berpuasa” pada tumbuhan hanya kiasan untuk menggambarkan kondisi ketika tumbuhan memperlambat metabolisme dan pertumbuhannya saat lingkungan tidak mendukung. |
| Mengapa tumbuhan perlu “berpuasa”? | Tumbuhan “berpuasa” untuk menghemat energi dan sumber daya, seperti air dan nutrisi, agar tetap bisa bertahan hidup hingga kondisi lingkungan kembali lebih baik. |
| Apakah tumbuhan bisa kembali aktif setelah “berpuasa”? | Ya, ketika kondisi lingkungan kembali mendukung, tumbuhan dapat melanjutkan pertumbuhan dan aktivitas metabolisme secara normal. |
Referensi
"Germination: Seed Dormancy". Oregon State University. Diakses Maret 2026.
Li, Jiahuizi, and Shihao Su. “Abscission in Plants: From Mechanism to Applications.” Advanced Biotechnology 2, no. 3 (August 9, 2024): 27.
Pamungkas, Saktiyono Sigit Tri, Suwarto, Suprayogi, and Noor Farid. “Drought Stress: Responses and Mechanism in Plants.” Reviews in Agricultural Science 10, no. 0 (January 1, 2022): 168–85.
Pan, Wenqiang, Jiahui Liang, Juanjuan Sui, Jingru Li, Chang Liu, Yin Xin, Yanmin Zhang, et al. “ABA And Bud Dormancy in Perennials: Current Knowledge and Future Perspective.” Genes 12, no. 10 (October 18, 2021): 1635.









![[QUIZ] Pilih Karakter Upin & Ipin, Kami Tahu Kamu Bisa Time Travel ke Masa Lalu atau Masa Depan](https://image.idntimes.com/post/20250506/1000008112-a9936ff4ece60dc64a0fc7d3e0c841a5.png)








