Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
hewan di musim dingin
hewan di musim dingin (commons.wikimedia.org/ForestWander)

Intinya sih...

  • Hibernasi: Hewan berhibernasi untuk menghemat energi dan bertahan hidup di musim dingin.

  • Mengganti bulu atau warna kulit: Hewan mengubah warna bulu atau kulitnya untuk berkamuflase di salju tebal.

  • Menyimpan makanan: Beberapa hewan menyimpan makanan sebelum musim dingin datang untuk mengatasi krisis makanan.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Di berbagai belahan dunia, musim dingin menjadi waktu yang keras. Tak cuma dihadapkan oleh suhu ekstrem, musim dingin juga mengurangi pasokan makanan hingga air akibat sungai dan danau yang membeku. Bagi hewan semua hal tersebut menjadi momok yang mengerikan. Jika tak bisa beradaptasi dan bertahan, mereka bisa meregang nyawa di tengah salju dan es yang membeku.

Untungnya hewan bukanlah makhluk sembarangan. Untuk menghadapi musim dingin mereka memiliki beberapa cara, seperti menyimpan makanan, mengubah warna bulu, bermigrasi, hingga melakukan tidur panjang. Tiap spesies juga memiliki strateginya masing-masing. Penasaran bagaimana hewan bertahan hidup di musim dingin? Tenang, artikel ini akan mengungkap semuanya.

1. Hibernasi

hewan hibernasi (commons.wikimedia.org/Krynak Tim)

Menghemat energi merupakan hal yang sangat penting saat musim dingin. Jika energi bisa dihemat maka hewan tak akan kelaparan dan bisa melewati musim dingin dengan mudah. Salah satu cara untuk melakukan hal tersebut adalah hibernasi. Dilansir Britannica, hibernasi merupakan kegiatan tidur panjang. Saat berhibernasi hewan akan tidur serta menurunkan metabolisme dan suhu tubuhnya.

Hibernasi bisa berlangsung hingga beberapa bulan dan biasanya dilakukan di tempat tersembunyi seperti gua atau lubang galian. Beberapa hewan yang melakukan hibernasi adalah beruang, tupai, kelelawar, katak, kura-kura, ular, tikus, dan beberapa spesies burung. Mereka mulai berhibernasi di awal musim dan akan bangun saat musim dingin berakhir.

2. Mengganti bulu atau warna kulit

hewan di musim dingin (commons.wikimedia.org/Marie-Lan Nguyen)

Agar bisa bertahan di musim dingin, hewan harus meningkatkan kemampuan kamuflasenya. Salah satu caranya adalah dengan mengubah warna kulit atau bulu. Dari awalnya punya bulu berwarna gelap seperti cokelat atau hitam, berbagai hewan akan mengubahnya menjadi putih. Nantinya warna putih tersebut bisa digunakan untuk berkamuflase di tumpukan salju tebal.

Tak hanya mengubah warna, komposisi bulu juga ikut berubah. Untuk menjaga suhu tubuh tetap terjaga, bulu di musim dingin akan semakin tebal. Ketika musim dingin berakhir warna bulu akan berubah menjadi gelap dan ketebalannya berkurang. Dilansir A-Z Animals, beberapa hewan yang bisa melakukan hal tersebut adalah ptarmigan batu, weasel, hamster siberia, rubah arktik, dan serigala arktik.

3. Menyimpan makanan

hewan di musim dingin (commons.wikimedia.org/rubund)

Di tengah krisis makanan pada musim dingin, hewan harus cerdas dalam menyusun strategi untuk mengatasinya. Salah satu caranya adalah dengan mencari dan menyimpan makanan sebelum musim dingin datang. Laman National Geographic menjelaskan bahwa tupai, celurut, semut api, mole, dan kepiting merupakan beberapa hewan yang melakukannya. Sesaat sebelum musim dingin mereka akan mencari makanan sebanyak-banyaknya dan menyimpannya di sarang atau lubang. Nantinya semua makanan tersebut akan dikonsumsi pada musim dingin tanpa perlu berburu.

4. Bermigrasi

hewan bermigrasi (commons.wikimedia.org/Charles J. Sharp)

Beberapa hewan tak mampu bertahan di musim dingin yang bersuhu ekstrem. Oleh sebab itu, tak sedikit yang bermigrasi untuk mencari daerah lain yang suhunya lebih hangat. Menurut laman Adventure Education Solutions, migrasi hewan adalah kegiatan berpindah dalam jarak yang jauh. Biasanya migrasi merupakan respon dari perubahan musim, ketersediaan makanan, atau habitat.

Burung, ikan, dan mamalia merupakan beberapa hewan yang sering bermigrasi. Saat musim dingin berlangsung mereka akan bermigrasi untuk mencari kehangatan, ketersediaan makanan yang lebih berlimpah, hingga bereproduksi. Tak tanggung-tanggung, hewan bisa menempuh jarak ribuan kilometer saat bermigrasi. Hal tersebut menunjukan kalau mereka memiliki ketahanan yang luar biasa.

5. Mencari tempat perlindungan

hewan di musim dingin (commons.wikimedia.org/Alan Levine)

Bagi hewan yang bertahan di suatu daerah saat musim dingin, tempat perlindungan merupakan suatu hal yang krusial. Dikutip NC State, di musim dingin hewan akan memanfaatkan lingkungannya untuk mencari tempat perlindungan. Ada yang berlindung di dalam lubang, pepohonan, hingga gua. Tempat perlindungan memiliki banyak fungsi, seperti menghalau kehadiran predator, menjaga anak, hingga melindungi diri dari hawa dingin. Ketika hawa mulai naik dan menjadi hangat hewan akan keluar dari tempat perlindungan serta kembali aktif.

Pemanfaatan lingkungan sekitar sangat penting untuk menghadapi musim dingin yang keras. Maka dari itu cara bagaimana hewan bertahan hidup di musim dingin sangat bergantung dengan kondisi lingkungan itu sendiri. Bagi mereka yang bisa terbang, berenang, atau berjalan jauh berpindah tempat bisa jadi solusi. Namun, tak sedikit hewan yang memilih untuk bertahan di satu daerah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team