Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

4 Hewan Omnivora yang Tidak Pernah Pemilih soal Makanan

ilustrasi rakun (unsplash.com/Moritz Kindler)
ilustrasi rakun (unsplash.com/Moritz Kindler)
Intinya sih...
  • Babi hutan memiliki sistem pencernaan kuat dan naluri pencarian makan yang agresif
  • Rakun dikenal dengan kemampuan cakar dan tangan yang lincah untuk mencari makanan
  • Beruang hitam memiliki insting berburu yang tajam dan bisa bertahan hidup dengan sumber makanan terbatas
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Beberapa hewan dikenal memiliki kemampuan makan yang sangat fleksibel karena mereka termasuk ke dalam hewan omnivora, yaitu hewan yang dapat mengonsumsi tumbuhan atau daging. Pola makan yang serbaguna dapat membantu mereka untuk beradaptasi dengan berbagai kondisi lingkungan dan sumber makanan yang tidak selalu stabil.

Kebiasaan makan yang tidak pemilih dapat membuat mereka tumbuh menjadi hewan yang tangguh dan juga spesies yang sulit terganggu populasinya. Berikut ini merupakan beberapa hewan omnivora yang terkenal tidak pernah memilih soal makanan.

1. Babi hutan

ilustrasi babi (unsplash.com/@castez)
ilustrasi babi (unsplash.com/@castez)

Babi hutan dikenal sebagai hewan omnivora yang mampu mengonsumsi hampir semua jenis makanan yang tersedia di sekitarnya, mulai dari umbi, akar, buah, hingga bangkai hewan sekali pun. Mereka memiliki sistem pencernaan yang cukup kuat, sehingga bisa mengolah berbagai jenis bahan organik yang keras sekali pun.

Naluri pencarian makan yang dimiliki babi hutan sangat agresif dan efisien, sehingga membantu mereka untuk dengan cepat menemukan makanan di bawah tanah atau bahkan diantara vegetasi yang lebat. Mereka juga tidak ragu untuk memasuki pemukiman manusia demi memeroleh sumber makanan tambahan.

2. Rakun

ilustrasi rakun (unsplash.com/Quinten de Graaf)
ilustrasi rakun (unsplash.com/Quinten de Graaf)

Rakun termasuk hewan omnivora yang terkenal dengan sifatnya yang selalu lapar dan mau memakan apa pun yang ditemuinya. Mereka bisa mengonsumsi buah, serangga, ikan, hingga sisa makanan manusia tanpa mengalami kesulitan.

Kebiasaan ini memang kerap membuat rakun sering terlihat di dekat pemukiman karena tempat sampah menjadi sumber pangan yang mudah sekali diakses oleh mereka. Rakun dikenal memiliki kemampuan cakar dan tangan yang lincah, sehingga membantu mereka untuk membuka wadah atau mengais benda untuk bisa menemukan makanan.

3. Beruang hitam

ilustrasi beruang madu (unsplash.com/John Thomas)
ilustrasi beruang madu (unsplash.com/John Thomas)

Beruang hitam merupakan pemakan segala yang tidak pernah pemilih dalam urusan makanan, sebab mereka bisa bertahan hidup dengan kacang, buah, serangga, madu, hingga daging apabila tersedia. Dalam kondisi sumber makanan terbatas, biasanya mereka akan beralih sepenuhnya ke tumbuhan atau bahkan bangkai hewan yang dijumpai.

Beruang hitam memiliki insting berburu dan kemampuan mencari makan yang sangat tajam, sehingga dapat membantu mereka untuk menyesuaikan diri di berbagai jenis hutan. Pada saat musim dingin semakin dekat, maka biasanya beruang hitam akan memakan apa saja yang tersedia untuk menambah cadangan lemak pada tubuhnya.

4. Burung gagak

ilustrasi burung gagak (pexels.com/Christina & Peter)
ilustrasi burung gagak (pexels.com/Christina & Peter)

Burung gagak dikenal sebagai salah satu hewan paling cerdas di dunia, sebab pola makan yang sangat serbaguna dan tidak pemilih. Mereka dapat memakan biji-bijian, serangga, buah, bangkai, hingga sisa makanan manusia yang ditemukan di perkotaan.

Adaptasi yang dimiliki burung gagak juga membantu mereka untuk bisa hidup di lingkungan urban yang berdekatan dengan aktivitas manusia. Selain kemampuan makan yang luas, nyatanya burung gagak juga cukup kreatif dalam mencari makanan dengan memanfaatkan benda atau lingkungan sekitar, sehingga jarang menemukan kesulitan berarti.

Hewan omnivora dikenal sebagai spesies yang sangat adaptif karena mampu mengonsumsi beragam makanan tanpa hambatan berarti. Fleksibilitas diet yang dimiliki hewan-hewan di atas seolah membuat populasinya tetap stabil, meski lingkungan mengalami perubahan ekstrem. Melalui proses adaptasi ini, maka bisa melihat betapa pentingnya kemampuan makan yang luas dalam keberlangsungan hidup di alam liar.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi
Follow Us

Latest in Science

See More

5 Fakta Blue Throated Macaw, Burung Nuri Langka dengan Nilai Ekologis

09 Jan 2026, 21:49 WIBScience