Diluncurkan pada 2013, misi MAVEN (Mars Atmosphere and Volatile EvolutioN) milik NASA menjadi kunci utama memahami hilangnya atmosfer Mars. Wahana ini mengamati langsung bagaimana gas-gas di atmosfer atas Mars lolos ke angkasa.
Instrumen MAVEN melacak isotop argon dan menemukan bahwa sebagian besar gas mulia dan karbondioksida memang terlepas akibat proses fisik, bukan terjebak di batuan. Data MAVEN yang dikombinasikan dengan temuan rover Curiosity menunjukkan bahwa untuk beberapa komponen, Mars telah kehilangan hingga 90–100 persen atmosfernya ke luar angkasa. Menariknya, laju kehilangan atmosfer meningkat saat terjadi badai debu besar, karena uap air terdorong ke lapisan atas dan mempercepat lepasnya hidrogen.
Kisah hilangnya atmosfer Mars menjadi pengingat betapa rapuhnya kelayakhunian sebuah planet. Ini juga memberi pelajaran penting bagi studi planet lain di luar Tata Surya, serta menjadi tantangan besar bagi mimpi manusia untuk menjadikan Mars pengganti Bumi di masa depan. Mars bukan hanya planet merah, ini adalah arsip kosmik tentang bagaimana sebuah dunia bisa berubah drastis oleh waktu dan Matahari.
Referensi
Astronomy. Diakses pada Januari 2026. MAVEN Measures Mars’ Atmospheric Loss
NASA. Diakses pada Januari 2026. NASA’s MAVEN Reveals Most of Mars’ Atmosphere Was Lost to Space
Physics Today. Diakses pada Januari 2026. How Did Mars Lose Its Atmosphere and Water?
World Atlas. Diakses pada Januari 2026. How Mars Lost Its Atmosphere