Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Bagaimana Tanaman Monstera Menciptakan Lubang Daun Secara Alami?
Tanaman monstera (pexels.com/Hyu Phan)
  • Monstera adalah tanaman tropis dari Amerika Tengah dengan daun besar berlubang alami yang disebut fenestrasi, menjadikannya populer sebagai tanaman hias berpenampilan unik dan eksotis.
  • Lubang pada daun monstera terbentuk karena adaptasi terhadap kondisi pencahayaan di bawah kanopi hutan, membantu tanaman menangkap lebih banyak sinar matahari secara efisien.
  • Fenestrasi muncul seiring usia dan kondisi tumbuh; cahaya, kelembapan, serta perawatan seperti penyiraman dan pemupukan berperan penting agar monstera menghasilkan daun berlubang sempurna.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kamu pasti sudah tidak asing dengan tanaman satu ini. Daunnya lebar dengan warna hijau pekat. Biasanya tanaman hias ini disimpan di sudut-sudut ruangan sebagai hiasan, dan yang paling menarik perhatian adalah daunnya yang dipenuhi sayatan atau lubang.

Lubang ini terbentuk bukan karena dimakan ulat, melainkan terbentuk secara alami yang mendukung pola adaptasinya. Justru dengan keberadaan lubang atau sayatan inilah monstera terlihat unik dan begitu eksotis. Tapi, bagaimana caranya daun-daun itu membentuk lubang yang sempurna, ya? Yuk, kita cari tahu melalui artikel berikut ini!

1. Apa itu tanaman hias Monstera?

Tanaman monstera (pexels.com/Hartono)

Monstera merupakan spesies tanaman merambat atau semak tropis hijau abadi yang asalnya dari Amerika Tengah. Monstera termasuk dari bagian famili Araceae, famili aroid, yang mana tanaman ini adalah salah satu dari sedikit aroid yang mampu menghasilkan buah yang dapat dimakan, terutama monstera deliciosa.

Monstera memiliki dua spesies yang populer dan biasa dibudidayakan sebagai tanaman hias dalam ruangan, yaitu monstera deliciosa dan monstera adansonii. Monstera adansonii dibedakan dari monstera deliciosa karena memiliki daun yang lebih panjang dan meruncing, serta terdapat lubang daun yang tertutup sepenuhnya. Lubang daun monstera deliciosa akhirnya tumbuh ke arah tepi dan terbuka seiring bertambahnya usia.

Dilansir Plants & Flowers Foundation, monstera juga dikenal sebagai tanaman keju Swiss, dengan karakteristik daunnya yang besar, mudah dirawat, dan memberikan sentuhan gaya di rumah manapun.

Jika diperhatikan, batang monstera cukup tebal dengan daun berwarna hijau mencolok. Dengan cahaya dan kelembapan yang cukup, daun akan tumbuh dan mengembangkan sayatan dan atau lubang alami yang dalam. Daun monstera dewasa dapat mencapai diameter hingga satu meter. Karena ukuran, sayatan, dan lubang pada daun yang tidak biasa, tanaman ini diberi nama 'monstrum', yang dalam bahasa latin berarti 'mengerikan'.

2. Bagaimana tanaman monstera bisa memiliki lubang?

Tanaman monstera (pexels.com/Hyu Phan)

Tanaman monstera sangat populer dengan adanya lubang atau sayatan alami pada daunnya. Di mana tanaman yang membuat lubang atau bagian transparan pada daunnya disebut 'fenetrasi daun', dan ini tidak hanya terjadi pada tanaman monstera. Beberapa tanaman lain seperti Haworthia dan Lithops juga mengembangkan fenetrasi daun karena alasan lain, yang mana ujung daunnya tampak transparan untuk memungkinkan cahaya matahari masuk ke dalam tanaman ketika tertutup badai pasir atau debu yang sering terjadi di Afrika Selatan.

Untuk menjawab dari mana asal usul lubang pada daun monstera kamu bisa simak adanya teori yang akan dijelaskan pada artikel ini. Di mana beberapa orang berpendapat bahwa monstera membuat lubang di daunnya demi menahan angin kencang badai. Di sisi lain, tanaman Bird of Paradise juga melakukan hal yang sama seperti daun monstera untuk memungkinkan angin melewatinya. Yang lain berpendapat bahwa lubang atau sayatan tersebut memungkinkan air lebih mudah mengakses akar.

Bisa dibilang adanya 'teori lubang' seperti yang dijelaskan tadi tidak mendukung adaptasi secara keseluruhan. Jika adaptasi tersebut untuk menahan angin topan, maka seharusnya, jika tidak semua tumbuhan tropis akan memiliki adaptasi yang sama atau serupa. Sebaliknya, justru lebih banyak tumbuhan tropis yang memiliki daun utuh dan tidak mudah patas. Meskipun air mungkin memang lebih mudah mencapai akar melalui lubang-lubang tersebut, hal itu tidak diperlukan.

Perlu diingat, bahwa monstera adalah tanaman asli hutan hujan tropis, tentu hujan turun hampir setiap hari. Artinya, ada cukup air untuk mencapai akar pada satu titik. Lalu, jika bukan karena air dan angin, mengapa monstera membuat lubang?

Dilansir Thesill.com, adanya teori dari Christopher Muir, dari Universitas Indiana, yang menyatakan bahwa lubang atau sayatan pada daun monstera disebabkan oleh kondisi pencahayaan. Monstera sendiri tumbuh dari dasar hutan secara semi-epifit, merambat ke pepohonan dan sejenisnya untuk memperoleh lebih banyak cahaya. Di hutan seperti itu, salah satu cara tanaman di bawah kanopi dapat bertahan hidup adalah dengan menangkap bercak sinar matahari, atau berkas sinar matahari kecil yang menembus kanopi.

Dengan memodifikasi daun agar memiliki lubang, luas daun yang sama dapat menutupi area yang lebih besar. Jadi, meskipun beberapa bercak sinar matahari melewati lubang dan terlewatkan, probablitas/kejadian menangkap bercak sinar matahari meningkat karena area yang tertutupi lebih luas.

Dengan kondisi pencahayaan yang baik, daun utuh dan daun berlubang akan berfungsi sama. Namun, di bawah sinar matahari yang tersebar/kondisi di bawah naungan pohon, daun berlubang memang mampu menyerap cahaya matahari lebih banyak daripada daun utuh.

3. Kapan lubang pada daun monstera muncul?

Tanaman monstera (pexels.com/Technobulka)

Kamu mungkin pernah melihat daun monstera yang memiliki banyak lubang kecil sedangkan yang lainnya tidak. Ini bukan karena jenis monstera yang berbeda, melainkan adanya perbedaan usia tanaman. Monstera yang masih muda umumnya tidak memiliki fenetrasi (lubang atau sayatan) pada daunnya, karena fenetrasi akan muncul seiring waktu saat tanaman tumbuh dan menua. Lubang-lubang tidak muncul hanya dalam semalam, artinya butuh waktu beberapa tahun agar monstera memiliki lubang yang eksotis.

Alasan lain mengapa monstera tidak memiliki lubang karena tidak memiliki kondisi pertumbuhan yang baik. Dalam hal ini, monstera membutuhkan cahaya dan kelembapan yang cukup untuk tumbuh subur. Jadi, jika tanaman tidak mendapatkan cahaya yang cukup atau kelembapan, hal ini dapat menyebabkan keterlambatan munculnya fenetrasi. Cahaya, setelah usia tanaman, adalah penyebab utama monstera tidak memiliki lubang atau sayatan.

Jika monstera tidak memiliki lubang, maka penting untuk merawat tanaman dengan baik dan menyediakan kondisi pertumbuhan yang tepat. Artinya, dengan memberi monstera pencahayaan yang cukup, kelembapan, dan memupuk tanah secara teratur dapat memastikan tanaman memperoleh nutrisi yang maksimal.

4. Cara merawat tanaman monstera

Tanaman monstera (pexels.com/Hyu Phan)

Merawat tanaman monstera membutuhkan ketelitian, karena tanaman ini cukup sensitif dengan keberadaan sinar matahari. Dalam hal merawatnya, kamu perlu memperhatikan penyiraman air, cahaya, tanah, dan pupuk. Berikut penjelasannya:

  • Tanah

Tanaman monstera dapat mentolerir campuran media tanam dalam ruangan yang kaya nutrisi dan memiliki drainase yang baik. Media berbasis gambut dengan sedikit perlit yang dicampurkan akan bekerja dengan baik. Gunakanlah pot yang lebih besar demi mendorong pertumbuhan yang lebih banyak dan ukuran daun yang lebih besar.

  • Air

Memberikan air terlalu banyak jauh lebih merusak tanaman daripada kekurangan air. Umumnya penyiraman 1x seminggu sudah lebih cukup. Monstera adalah tanaman tropis, sehingga mereka membutuhkan kelembapan dan akan tumbuh subur jika disemprot dengan air atau menggunakan pelembap udara. Tepi daun dapat berubah menjadi cokelat jika kelembapan terlalu rendah.

  • Cahaya

Monstera menyukai xahaya tidak langsung yang terang hingga teduh sebagian. Hindari sinar matahari langsung kecuali saat musim dingin. Jika tanaman monstera tidak mendapatkan cukup cahaya, daunnya tidak akan menciptakan "lubang" yang sempurna.

  • Pupuk

Tanaman berdaun seperti Monstera akan memberi Anda daun yang lebih besar dan lebih baik jika diberi pupuk dengan kandungan nitrogen tinggi secara teratur. Nitrogen terutama bertanggung jawab atas penghijauan dan pertumbuhan tunas secara keseluruhan pada tanaman.

Sebagai penutup, daun monstera menciptakan lubang berkat fenestrasi, yang mana fenestrasi sendiri adalah cara agar monstera tetap bertahan, beradaptasi, dan mendapatkan sinar matahari dengan maksimal. Monstera dikatakan tumbuh baik jika daunnya memiliki lubang, sebaliknya daun monstera yang tidak berlubang justru menjadi tanda tanya karena pasti ada masalah. Kecuali monstera yang memang masih muda, karena lubang atau sayatan akan muncul saat monstera sudah tua.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team