Tanaman monstera (pexels.com/Hyu Phan)
Tanaman monstera sangat populer dengan adanya lubang atau sayatan alami pada daunnya. Di mana tanaman yang membuat lubang atau bagian transparan pada daunnya disebut 'fenetrasi daun', dan ini tidak hanya terjadi pada tanaman monstera. Beberapa tanaman lain seperti Haworthia dan Lithops juga mengembangkan fenetrasi daun karena alasan lain, yang mana ujung daunnya tampak transparan untuk memungkinkan cahaya matahari masuk ke dalam tanaman ketika tertutup badai pasir atau debu yang sering terjadi di Afrika Selatan.
Untuk menjawab dari mana asal usul lubang pada daun monstera kamu bisa simak adanya teori yang akan dijelaskan pada artikel ini. Di mana beberapa orang berpendapat bahwa monstera membuat lubang di daunnya demi menahan angin kencang badai. Di sisi lain, tanaman Bird of Paradise juga melakukan hal yang sama seperti daun monstera untuk memungkinkan angin melewatinya. Yang lain berpendapat bahwa lubang atau sayatan tersebut memungkinkan air lebih mudah mengakses akar.
Bisa dibilang adanya 'teori lubang' seperti yang dijelaskan tadi tidak mendukung adaptasi secara keseluruhan. Jika adaptasi tersebut untuk menahan angin topan, maka seharusnya, jika tidak semua tumbuhan tropis akan memiliki adaptasi yang sama atau serupa. Sebaliknya, justru lebih banyak tumbuhan tropis yang memiliki daun utuh dan tidak mudah patas. Meskipun air mungkin memang lebih mudah mencapai akar melalui lubang-lubang tersebut, hal itu tidak diperlukan.
Perlu diingat, bahwa monstera adalah tanaman asli hutan hujan tropis, tentu hujan turun hampir setiap hari. Artinya, ada cukup air untuk mencapai akar pada satu titik. Lalu, jika bukan karena air dan angin, mengapa monstera membuat lubang?
Dilansir Thesill.com, adanya teori dari Christopher Muir, dari Universitas Indiana, yang menyatakan bahwa lubang atau sayatan pada daun monstera disebabkan oleh kondisi pencahayaan. Monstera sendiri tumbuh dari dasar hutan secara semi-epifit, merambat ke pepohonan dan sejenisnya untuk memperoleh lebih banyak cahaya. Di hutan seperti itu, salah satu cara tanaman di bawah kanopi dapat bertahan hidup adalah dengan menangkap bercak sinar matahari, atau berkas sinar matahari kecil yang menembus kanopi.
Dengan memodifikasi daun agar memiliki lubang, luas daun yang sama dapat menutupi area yang lebih besar. Jadi, meskipun beberapa bercak sinar matahari melewati lubang dan terlewatkan, probablitas/kejadian menangkap bercak sinar matahari meningkat karena area yang tertutupi lebih luas.
Dengan kondisi pencahayaan yang baik, daun utuh dan daun berlubang akan berfungsi sama. Namun, di bawah sinar matahari yang tersebar/kondisi di bawah naungan pohon, daun berlubang memang mampu menyerap cahaya matahari lebih banyak daripada daun utuh.