Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Benarkah Ada 500.000 pon Sampah di Bulan? Ini Faktanya!
Bulan (pexels.com/Ivan Tanchev)
  • Sejak misi Apollo 1969–1972, NASA dan program Luna Rusia meninggalkan ratusan objek di bulan, mulai dari peralatan ilmiah hingga kotoran manusia.
  • NASA memperkirakan total sampah di permukaan bulan mencapai sekitar 500.000 pon, sebagian besar berasal dari sisa misi pendaratan manusia.
  • Melalui misi Artemis dan program LunaRecycle, NASA kini mengembangkan solusi daur ulang untuk mengelola limbah agar eksplorasi bulan lebih berkelanjutan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bulan dianggap sebagai benda polos, tidak tersentuh, dan kemampuannya untuk menerangi kehidupan. Tetapi, jika ditelusuri lebih dalam, bulan tidak sesuci yang kita bayangkan. Rasanya mustahil bagi manusia membuang sampah hingga jauh ke luar angkasa, tepatnya ke bulan. Faktanya, fenomena ini benar-benar terjadi.

Yup, kamu tidak salah baca. Bulan adalah tempat pembuangan sampah paling banyak di luar angkasa. Bagaimana bisa sampah-sampah manusia berada jauh di atas sana? Yuk, simak penjelasannya melalui artikel berikut ini!

1. Sampah yang tertinggal di bulan mulai dari peralatan ilmiah hingga kotoran manusia

ilustrasi bulan (pexels.com/David Besh)

Pendaratan perdana manusia di bulan pada 20 Juli 1969 merupakan sejarah krusial dalam eksplorasi antariksa. Pendaratan yang sukses tersebut menjadi gerbang pembuka bagi manusia untuk penjelajahan berikutnya dengan misi yang berbeda.

Pada tahun 1972, untuk pertama kalinya NASA melalui program Apollo telah sukses mendaratkan manusia hingga enam kali di bulan. Tentu pendaratan tersebut memiliki tujuan ilmiah yang berbeda-beda. Pendaratan sebanyak enam kali itulah yang membuat NASA meninggalkan sampah sebanyak 809 objek.

Sampah yang ditinggalkan pun beragam, mulai dari peralatan ilmiah seperti modul pendaratan bulan, bendera Amerika, cermin untuk membantu ilmuwan dalam menghitung pergerakan bulan, kotoran manusia, air kencing, hingga bekas muntah para manusia yang dibiarkan begitu saja. Tidak hanya itu, dilansir National Geoghrapic, terdapat 100 tagihan dengan jumlah 2 dolar Amerika yang entah sengaja atau tidak memang tertinggal di bulan.

Bukan hanya peninggalan dari Apollo saja, program robot Luna milik Rusia pun turut berkontribusi menyumbang sampah di bulan. Jadi, bisa dibilang sebagian besar yang meninggalkan sampah di bulan adalah astronot NASA melalui program Apollo.

2. Estimasi jumlah sampah di permukaan bulan

ilustrasi bulan (pexels.com/Doğan Alpaslan)

Berdasarkan laporan Penerbangan dan Antariksa Nasional (NASA), estimasi sampah yang ditinggalkan manusia di bulan mencapai 500.000 pon sampah. Mayoritas sampah yang di sana merupakan sisa-sisa rangkaian misi pendaratan manusia yang terjadi pada periode 1969-1972.

3. Jenis-jenis sampah yang tertinggal di bulan

ilustrasi bulan (pexels.com/Pixabay)

Dilansir Royal Museums Greenwich, ada beberapa jenis sampah ditemukan di bulan, mulai dari yang ukurannya kecil hingga besar dan tak masuk akal. Berikut adalah jenis-jenis sampah yang ditemukan di bulan:

  1. Foto keluarga: Astronot Apollo 16, yakni Charles Duke, dengan sengaja meninggalkan foto keluarga di permukaan bulan. Bagian belakang foto terdapat tulisan "Ini adalah keluarga astronot Charlie dari planet bumi yang mendarat di bulan pada 20 April 1972".

  2. Bendera: Bendera Apollo 17 ditanam oleh Gene Carnan di permukaan bulan. Karena di bulan tidak ada angin, maka bendera tidak akan pernah berkibar. Mereka mengakalinya dengan membuat tiang logam yang dipajang sehingga bendera dapat terlihat.

  3. Abu: Gene Sheomaker seorang ahli geologi di AS, yang mana ketika ia meninggal abunya diangkut dalam kapsul dan diangkut ke bulan. Bisa dibilang, ia adalah satu-satunya orang yang abunya diterbangkan ke bulan.

  4. Bulu dan palu: Astronot Apollo 15 bernama David Scott melakukan eksperiman dengan menjatuhkan bulu dan palu secara bersamaan. Bulu tersebut berasal dari Baggin, burung elang maskot Akademi Angkatan Udara.

  5. Patung kecil: Patung Fallen Astronout yang gugur adalah patung aluminium karya seniman Belgia. Patung kecil berbentuk manusia ini dipesan oleh David Scott, selaku komandan misi Apollo 15. Patung sengaja ditinggalkan bersama dengan plakat yang dilengkapi 14 nama-nama orang yang gugur saat bertugas.

4. Adakah upaya pembersihan sampah di bulan?

ilustrasi bulan (pexels.com/GEORGE DESIPRIS)

Dilansir NASA, NASA kini tengah serius mempersiapkan perjalanan panjang astronot di luar angkasa. Melalui misi Artemis, NASA bahkan berencana membuat manusia tinggal lebih lama di bulan dan menetap berkelanjutan. Tentu NASA membutuhkan solusi untuk memproses aliran limbah anorganik seperti kemasan makanan, pakaian bekas, dan bahan eksperimen sains. Sementara, upaya sebelumnya berfokus pada pengurangan massa dan volume sampah.

NASA mengeluarkan program LunaRecycle. Program ini akan memberikan insentif untuk desain dan pengembangan solusi daur ulang yang hemat energi, ringan, dan berdampak rendah yang mengatasi aliran limbah fisik dan meningkatkan keberlanjutan misi bulan jangka panjang.

NASA sendiri membagi tantangan LunaRecycle ke dalam dua jalur, yakni jalur pembuatan prototipe untuk menguji solusi fisik dan jalur kembaran digital untuk mengeksplorasi sistem daur ulang secara digital.

Sebagai penutup, adanya sampah di bulan berawal dari pendaratan program Apollo dan disusul pendaratan selanjutnya dengan berbagai misi. Kini sampah yang mengendap di bulan diperkirakan mencapai 500.000 pon dengan berbagai jenis sampah mulai dari kotoran manusia, bahan eksperimen sains, foto keluarga, hingga bendera.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team