ilustrasi bulan (pexels.com/GEORGE DESIPRIS)
Dilansir NASA, NASA kini tengah serius mempersiapkan perjalanan panjang astronot di luar angkasa. Melalui misi Artemis, NASA bahkan berencana membuat manusia tinggal lebih lama di bulan dan menetap berkelanjutan. Tentu NASA membutuhkan solusi untuk memproses aliran limbah anorganik seperti kemasan makanan, pakaian bekas, dan bahan eksperimen sains. Sementara, upaya sebelumnya berfokus pada pengurangan massa dan volume sampah.
NASA mengeluarkan program LunaRecycle. Program ini akan memberikan insentif untuk desain dan pengembangan solusi daur ulang yang hemat energi, ringan, dan berdampak rendah yang mengatasi aliran limbah fisik dan meningkatkan keberlanjutan misi bulan jangka panjang.
NASA sendiri membagi tantangan LunaRecycle ke dalam dua jalur, yakni jalur pembuatan prototipe untuk menguji solusi fisik dan jalur kembaran digital untuk mengeksplorasi sistem daur ulang secara digital.
Sebagai penutup, adanya sampah di bulan berawal dari pendaratan program Apollo dan disusul pendaratan selanjutnya dengan berbagai misi. Kini sampah yang mengendap di bulan diperkirakan mencapai 500.000 pon dengan berbagai jenis sampah mulai dari kotoran manusia, bahan eksperimen sains, foto keluarga, hingga bendera.