Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

NASA Percepat Pengiriman Astronot ke Bulan, Ini Rencananya

NASA Percepat Pengiriman Astronot ke Bulan, Ini Rencananya
Ilustrasi astronot (Freepik.com/freepik)
Intinya Sih
  • NASA mengumumkan restrukturisasi besar program Artemis untuk mempercepat pengiriman astronot ke bulan, dengan jadwal peluncuran yang lebih rapat dan penyesuaian pada setiap misi setelah Artemis 2.
  • Artemis 3 kini dijadwalkan terbang pada 2027 tanpa pendaratan di bulan, melainkan melakukan manuver pertemuan di orbit Bumi dengan pendarat dari SpaceX atau Blue Origin sesuai kesiapan.
  • Artemis 4 ditetapkan sebagai misi pendaratan berawak pertama di bulan pada 2028, sementara NASA menstandarkan roket SLS demi memangkas interval peluncuran menjadi sekitar sepuluh bulan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Administrator Badan Penerbangan dan Antariksa (NASA) Jared Isaacman baru-baru ini mengumumkan restrukturisasi besar-besaran program Artemis serta bagaimana badan antariksa tersebut berencana untuk mengembalikan astronot ke bulan.

Rencana baru ini memperpendek jarak waktu antara misi dan menggambar ulang peta peluncuran mana yang akan mencapai berbagai tonggak program. Tidak ada yang akan berubah untuk Artemis 2, yang mungkin akan diluncurkan dalam beberapa minggu ke depan, membawa empat astronot dalam penerbangan 10 hari mengelilingi bulan dan kembali ke Bumi. Namun, setiap misi setelah Artemis 2 telah disesuaikan.

Rencana yang berubah

Perubahan program ini membuat sebagian dari rencana Artemis lama menjadi tidak berlaku, meninggalkan infrastruktur darat utama yang belum selesai dibangun dan masa depan yang tidak pasti bagi stasiun ruang angkasa Gateway yang sedang dikembangkan.

Isaacman mengumumkan perubahan tersebut dengan alasan waktu tunggu yang tidak dapat diterima antara misi untuk roket Sistem Peluncuran Luar Angkasa (SLS) Artemis dan risiko yang meningkat akibat ketergantungan pada teknologi yang belum teruji untuk melaksanakan periode kritis dari misi tersebut, seperti mendaratkan astronot dengan aman di permukaan bulan.

Roket Artemis 2 SLS saat ini sedang menjalani perbaikan di Pusat Antariksa Kennedy NASA di Florida, dengan kemungkinan dipindahkan kembali ke landasan peluncuran tepat waktu untuk jendela peluncuran yang dibuka pada 1 April.

Rencana NASA

Ilustrasi astronot (dok. NASA
Ilustrasi astronot (dok. NASA

Artemis 2 akan menjadi penerbangan berawak pertama pesawat ruang angkasa Orion dan kembalinya astronot ke bulan setelah lebih dari setengah abad. Dalam kerangka kerja sebelumnya, Artemis 3 direncanakan akan diluncurkan pada 2028 dengan kendaraan Starship milik SpaceX.

Untuk Artemis 4, NASA berencana untuk beralih ke SLS Block 1B, yang memiliki desain cukup kuat untuk meluncurkan elemen stasiun ruang angkasa Gateway yang direncanakan untuk orbit bulan.

Mulai dari Artemis 4, badan tersebut berencana menggunakan pos Gateway di sekitar bulan untuk penelitian ruang angkasa jauh dan sebagai titik singgah orbit di mana Orion dan pendarat bulan dapat berlabuh untuk mentransfer awak yang akan turun ke permukaan. Namun, Gateway tidak ditemukan dalam pembaruan Artemis terbaru NASA.

Periode peluncuran

Berdasarkan rencana baru NASA, tidak akan ada SLS Block 1B. Dalam upaya untuk memperpendek interval peluncuran dari 3,5 tahun saat ini menjadi 10 bulan yang diinginkan, SLS akan distandarkan menjadi konfigurasi tunggal.

Alih-alih mengandalkan tahap atas Interim Cryogenic Propulsion SLS saat ini, NASA dilaporkan sedang mempertimbangkan untuk mengonversi tahap atas Centaur V milik United Launch Alliance untuk digunakan pada SLS untuk semua peluncuran Artemis setelah Artemis 3.

Program Artemis yang direvisi kini menargetkan peluncuran Artemis 3 pada tahun 2027, tetapi alih-alih mendarat di bulan, misi ini akan terbang ke orbit bumi rendah untuk manuver pertemuan dan docking dengan salah satu atau kedua pendarat bulan yang dikontrak dalam program Artemis—Starship milik SpaceX dan Blue Moon milik Blue Origin—tergantung pada kesiapan relatif mereka untuk misi orbital.

NASA bermitra dengan SpaceX untuk Starship sebagai pendarat untuk Artemis 3 dan 4, dan mengontrak Blue Moon untuk Artemis 5. Namun, badan antariksa tersebut kini memberikan sinyal bahwa mereka siap meluncurkan Artemis 3 dengan pendarat mana pun yang dapat disediakan dengan aman saat waktu peluncuran tiba.

Perubahan Artemis 3 menjadi langkah awal pendaratan bulan di sekitar Bumi, sementara Artemis 4 ditunjuk sebagai pendaratan berawak pertama program tersebut di bulan, yang masih diharapkan NASA dapat dicapai pada 2028, dengan kemungkinan pendaratan bulan kedua pada tahun yang sama melalui Artemis 5.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi
Follow Us

Latest in Science

See More