Burung gagak (pexels.com/Pixabay)
Dilansir Forbes.com, adanya penemuan dari studi Washington adalah bagaimana memori emosional tampak bekerja pada burung gagak. Artinya, burung ini tidak hanya menyimpan dendam terhadap mereka yang telah menyakitinya, mereka juga mencatat interaksi positif dan netral.
Beberapa hal pernah didokumentasikan, di mana gagak bisa memberi hadiah sebagai ucapan terimakasih atau menunjukkan perilaku sosial, seperti membawa hadiah kecil berupa tutup botol atau benda apapun yang ia dapat dan diberikan kepada orang yang memberinya makan, membela manusia yang mereka percayai dari hewan lain, berkumpul di sekitar anggota kelompok sosial yang terluka, hingga saling memperingatkan tentang individu tertentu yang menimbulkan ancaman.
Gagak tidak hanya ingat individu yang menyakiti mereka, tetapi juga berbagi info tersebut kepada gagak lain, bahkan jika mereka belum tentu dirugikan oleh individu tersebut. Artinya, gagak memiliki dua tingkat pembelajaran, antara lain:
Ingatan gagak untuk menandai wajah manusia didukung oleh penglihatan yang sangat berkembang. Mata mereka beradaptasi untuk mendeteksi perbedaan halus dalam pola, bentuk, dan gerakan, yang semuanya merupakan komponen penting dalam pengenalan wajah.
Mereka kemungkinan besar dapat melihat detail pada wajah manusia yang tidak dapat dilihat oleh banyak spesies burung lainnya. Artinya ketika seekor gagak bertemu dengan manusia, otaknya dengan cepat memproses sinyal visual dari wajah – susunan mata, hidung, mulut, bentuk kepala, dan bahkan ekspresi halus. Jika pertemuan awal ini signifikan (misalnya, terjebak, diganggu, atau sebaliknya, diberi makan secara konsisten), otak gagak membentuk asosiasi yang kuat antara pola wajah spesifik tersebut dan hasil interaksi.
Kemampuan gagak untuk menyimpan dendam pada dasarnya ditanamkan pada kapasitas memori jangka panjang yang mengesankan. Ini bukan sekedar mengingat yang sekilas; ini adalah kemampuan untuk mengkodekan, menyimpan, dan mengambil informasi terperinci tentang individu, tempat, dan peristiwa dalam jangka waktu yang lama, terkadang hingga bertahun-tahun.
Sebagai penutup, berdasarkan penelitian ilmiah yang signifikan, telah terbukti bahwa gagak memang menyimpan dendam, terutama terhadap individu manusia yang mereka anggap sebagai ancaman. Kemampuan kognitif mereka yang luar biasa meliputi pengenalan wajah individu dan kapasitas untuk pembelajaran sosial.