gambar kawanan gajah di tepian danau (unsplash.com/Richard Jacobs)
Bagian depan otak gajah terdiri dari lobus temporal yang sangat berkembang. Lobus temporal sendiri merupakan bagian otak yang berfungsi untuk pemrosesan informasi, dan memori jangka panjang. Dilansir Live Science, pada kehidupan sehari-hari, lobus temporal ini membantu gajah mengingat rute migrasi, jalur menuju sumber air, mengenali setiap anggota di kelompoknya, hingga melacak satu sama lain hanya dengan menggunakan indera penciuman. Hebatnya lagi, kawanan gajah bahkan bisa mengidentifikasi bahasa manusia hanya dengan mendengarkan suaranya.
Sekelompok peneliti dari University of Sussex pernah melakukan pengujian pada kawanan gajah di Amboseli National Park, Kenya. Mereka memperdengarkan rekaman suara pria yang berasal dari dua kelompok etnis yang berbeda, yakni Suku Maasai dan Suku Kamba. Suku Maasai sendiri diketahui memiliki kebiasaan membunuh gajah liar di masa lalu. Alhasil ketika rekaman suara pria Maasai diputar, kawanan gajah menunjukkan reaksi ketakutan. Mereka mulai berkerumun, dan menjauh dari asal suara.
Reaksi berbeda justru ditunjukkan para gajah ketika rekaman suara Suku Kamba diputar. Alih-alih ketakutan, gajah-gajah ini tetap bersikap tenang seolah-olah gak terjadi apa-apa. Hal ini menunjukkan bahwa kawanan gajah bukan hanya sekedar mengenali bahasa manusia, tetapi juga mengidentifikasi perbedaan bahasa dan mengaitkannya dengan pengalaman mereka di masa lalu.