Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Banjir bandang di Sumatra
Potret banjir bandang di Sumatra. (Dok. BNPB)

Intinya sih...

  • Bencana ekologis terjadi akibat gangguan pada keseimbangan lingkungan, baik oleh faktor alam maupun aktivitas manusia.

  • Bencana alam diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa yang disebabkan oleh alam seperti gempa bumi, tsunami, dan kekeringan.

  • Memahami perbedaan antara bencana alam dan bencana ekologis penting untuk pengelolaan lingkungan yang lebih bijak dan masa depan yang berkelanjutan.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Berbeda tetapi sering saling berkaitan, bencana alam dan bencana ekologis kerap muncul dalam pemberitaan sebagai peristiwa yang mengancam kehidupan manusia. Namun, keduanya sebenarnya memiliki karakteristik yang tidak sama.

Bencana alam biasanya terjadi karena fenomena alam yang berlangsung di luar kendali manusia, sementara bencana ekologis justru muncul akibat kerusakan lingkungan yang dipicu aktivitas manusia sendiri. Di era perubahan iklim saat ini, memahami perbedaan keduanya menjadi semakin penting, karena garis batas antara “alamiah” dan “buatan manusia” semakin kabur. Artikel ini akan mengajak pembaca melihat bagaimana kedua jenis bencana ini terjadi, mengapa dampaknya bisa berbeda, dan apa yang bisa kita pelajari dari masing-masing peristiwa.

1. Bencana ekologis

Bencana ekologis merupakan peristiwa yang terjadi akibat gangguan pada keseimbangan lingkungan, baik yang disebabkan oleh faktor alam maupun aktivitas manusia. Beberapa contoh bencana ekologis antara lain banjir, tanah longsor, kebakaran hutan, pencemaran air, dan perubahan iklim yang ekstrem. Dampak dari bencana ini sangat luas, mencakup kerusakan ekosistem, hilangnya keanekaragaman hayati, serta gangguan terhadap kehidupan manusia.

Hilangnya keseimbangan lingkungan akibat kerusakan alam yang tidak stabil menjadi sesuatu yang harus diatasi oleh semua pihak. Bencana menjadi semakin meluas di mana-mana sehingga perlu dilakukan tindakan yang d konprehensif untuk mengurangi risiko bencana dan risiko perubahan iklim.

Salah satu faktor utama penyebabnya adalah eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan. Deforestasi, pertambangan tanpa kontrol, dan penggunaan bahan kimia berbahaya dalam industri.

Masyarakat perlu melaksanakan manajemen bencana dan rencana aksi pengurangan risiko bencana. antara lain:

  1. Mitigasi.

  2. Manajemen kesiapsiagaan dan manajemen krisis.

  3. Kedaruratan (emergency response).

  4. Pemulihan dan rencana aksi.

Langkah lain yang bbisa dilakukan dengan reboisasi atau penanaman kembali hutan untuk mengurangi risiko banjir dan tanah longsor. Pengelolaan limbah industri dan rumah tangga yang lebih baik juga dapat mencegah pencemaran air dan tanah.

2. Bencana alam

Erupsi gunung berapi (snexplores.org)

Bencana alam adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa yang disebabkan oleh alam antara lain berupa gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir, kekeringan, angin topan, dan tanah longsor.

  • Gempa bumi: Getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi yang disebabkan oleh tumbukan antar lempeng bumi, patahan aktif, akitivitas gunung api atau runtuhan batuan.

  • Letusan gunung api: Merupakan bagian dari aktivitas vulkanik yang dikenal dengan istilah "erupsi". Bahaya letusan dapat berupa awan panas, lontaran material (pijar), hujan abu lebat, lava, gas racun, tsunami sampai banjir lahar.

  • Tsunami: Berasal dari bahasa Jepang yang berarti gelombang ombak lautan ("tsu" berarti lautan, "nami" berarti gelombang ombak). Tsunami adalah serangkaian gelombang ombak laut raksasa yang timbul karena adanya pergeseran di dasar laut akibat gempa bumi.

  • Kekeringan: Ketersediaan air yang jauh di bawah kebutuhan untuk kebutuhan hidup, pertanian, kegiatan ekonomi dan lingkungan. Adapun yang dimaksud kekeringan di bidang pertanian adalah kekeringan yang terjadi di lahan tanaman (padi, jagung, kedelai dan lain-lain) yang sedang dibudidayakan .

  • Angin puting beliung: Angin kencang yang datang secara tiba-tiba, mempunyai pusat, bergerak melingkar menyerupai spiral dengan kecepatan 40-50 km/jam hingga menyentuh permukaan bumi dan akan hilang dalam waktu singkat (3-5 menit).

  • Gelombang pasang atau badai: Gelombang tinggi yang ditimbulkan karena efek terjadinya siklon tropis dan berpotensi kuat menimbulkan bencana alam. Indonesia bukan daerah lintasan siklon tropis tetapi keberadaan siklon tropis akan memberikan pengaruh kuat terjadinya angin kencang, gelombang tinggi disertai hujan deras.

Pada akhirnya, memahami perbedaan antara bencana alam dan bencana ekologis bukan hanya soal klasifikasi, tetapi tentang bagaimana kita memandang hubungan manusia dengan lingkungannya. Bencana alam mungkin tidak dapat dihindari sepenuhnya, tetapi dampaknya bisa diminimalkan dengan kesiapsiagaan yang baik.

Sementara itu, bencana ekologis menuntut kita untuk bercermin di mana banyak dari kerusakan yang terjadi adalah akibat pilihan dan tindakan manusia sendiri. Dengan mengenali akar masalahnya, kita dapat mengambil langkah lebih bijak dalam pengelolaan lingkungan, memperkuat mitigasi risiko, serta membangun masa depan yang lebih aman dan berkelanjutan.

Editorial Team