ilustrasi hutan (pexels.com/Nejc Košir)
Dengan melakukan kegiatan penanaman pohon dinilai efektif mengurangi risiko bajir dan longsor. Diketahui, untuk satu pohon dewasa mampu menyerap 200-400 liter air hujan per hari melalui akarnya yang berfungsi seperti spons. Sementara itu, hutan primer mampu mencegah longsor dan banjir dengan mengurangi limpasan air hingga 80%.
Di kawasan lereng yang memiliki tutupan pohon lebih dari 40% memiliki risiko longsor lebih rendah, yaitu 90% dibandingkan dengan lahan gundul.
Program penanaman pohon adalah kegiatan terpenting untuk mencegah ancaman longsor dan banjir yang bisa terjadi kapan saja. Dilansir, brebeskab.go.id, telah dilakukan upaya penanaman pohon sebanyak 22.200 batang pohon seperti durian, kopi, sirsak, dan alpukat, yang mana akar pohon-pohon tersebut mampu mengikat air.
Program penanaman 10.000 pohon juga dilakukan di Cikupa Bogor. Kegiatan ini adalah bagian dalam mendukung pelestarian lingkungan dan upaya mitigasi bencana. Pohon-pohon di tanam di daerah yang rawan banjir dan longsor seperti hulu sungai, daerah tangkapan air, dan wilayah rawan longsor.
Jadi, bisa dikatakan tidak ada jumlah pasti berapa banyak pohon yang sebaiknya ditanam demi mencegah banjir maupun longsor. Tetapi, semakin banyak pohon-pohon yang ditanam, artinya semakin rendah pula risiko terjadinya bencana banjir atau longsor. Dengan catatan pohon yang ditanam adalah yang memiliki akar kuat untuk mengikat tanah dan memiliki daya serap tinggi.