ilustrasi banjir (pexels.com/Helena Jankovičová Kováčová)
Selain kerusakan dan jenis infrastruktur yang terdampak, ada sejumlah faktor lain yang ikut menentukan seberapa cepat sebuah daerah bisa pulih setelah banjir. Beberapa di antaranya adalah:
Kecepatan pemulihan sangat dipengaruhi oleh akses ke tenaga kerja terampil, material konstruksi, peralatan, dan pendanaan. Daerah yang sudah memiliki komunitas siap dan tim restorasi profesional biasanya dapat mempercepat proses pemulihan.
Namun, setelah bencana besar, tingginya permintaan terhadap kontraktor dan material dapat menimbulkan keterlambatan. Memilih tim profesional dengan pengalaman dan jaringan supplier yang baik menjadi kunci agar perbaikan lebih efisien.
Bagi wilayah yang terdampak banjir besar, koordinasi dengan pihak asuransi dan birokrasi dapat memperlambat pemulihan. Mengurus klaim asuransi, mendapatkan izin proyek, dan menyatukan jadwal berbagai kontraktor seringkali menambah waktu tambahan, terutama jika kerusakan yang ditanggung cukup luas.
Pemulihan daerah tidak hanya tergantung pada perbaikan properti individual. Perbaikan infrastruktur publik seperti jalan, jembatan, dan saluran air yang dilakukan pemerintah atau otoritas lokal juga memengaruhi akses dan distribusi sumber daya.
Selain itu, kondisi cuaca selama proses pemulihan bisa menjadi tantangan tersendiri. Hujan atau cuaca ekstrem dapat memperlambat konstruksi maupun pengeringan area banjir hingga menyulitkan transportasi material.