Ikan sapu-sapu (Pterygoplichthys spp.) kini banyak ditemukan di berbagai sungai, termasuk Sungai Ciliwung. Spesies ini memiliki kemampuan adaptasi tinggi terhadap kondisi air yang buruk dan kadar oksigen rendah, tingkat reproduksi tinggi, serta perilaku menjaga telur yang meningkatkan keberhasilan hidup larva. Tubuhnya yang dilapisi lempeng tulang juga membuatnya relatif tahan terhadap predator.
Minimnya pemanfaatan ikan sapu-sapu oleh masyarakat turut memperparah kondisi tersebut. Populasinya terus meningkat tanpa kontrol, sehingga berpotensi mengganggu spesies lokal dan struktur ekosistem.
Untuk mengatasi persoalan ini, Peneliti Ahli Muda Pusat Riset Limnologi dan Sumber Daya Air BRIN, Triyanto menekankan pentingnya pendekatan pengelolaan terpadu yang mencakup pencegahan, pengendalian, dan pemanfaatan. Upaya pencegahan dilakukan melalui pengawasan ketat terhadap introduksi spesies baru serta edukasi publik agar tidak melepas ikan non-lokal ke perairan umum.
