Uranium (commons.wikimedia.org/Svdmolen)
Sebagian panas di dalam Bumi berasal dari peluruhan unsur radioaktif seperti uranium, thorium, dan potassium. Proses ini menghasilkan panas dalam jumlah kecil tetapi berlangsung sangat lama. Energi dilepas sedikit demi sedikit, bukan sekaligus.
Karena sifatnya yang stabil dan jangka panjang, peluruhan ini tidak pernah menciptakan lonjakan panas mendadak. Justru proses inilah yang membantu menjaga suhu internal tetap konsisten. Panas yang dihasilkan menyebar melalui mantel dan kerak dengan ritme alami. Dengan cara ini, energi internal Bumi terus mengalir tanpa risiko ledakan global.
Kemampuan Bumi mengeluarkan panas dari dalam tanpa meledak bukanlah kebetulan, melainkan hasil dari sistem alam yang bekerja perlahan dan saling melengkapi. Dari perambatan panas di batuan hingga aktivitas vulkanik, semuanya bergerak dalam tempo yang nyaris tak terasa oleh manusia. Fakta Bumi ini memperlihatkan bahwa kestabilan planet justru lahir dari proses yang tampak sederhana, tetapi berjalan sangat lama. Jika panas dilepas secara cepat, apakah Bumi masih bisa menjadi tempat tinggal seperti sekarang?
Referensi:
"How does the Earth's center produce heat?" Physics. Diakses pada Januari 2026
"Earth’s internal heat" UGC Berkeley. Diakses pada Januari 2026
"How Earth sheds heat into space" MIT News. Diakses pada Januari 2026
"The Transfer of Heat Energy" NOAA. Diakses pada Januari 2026