Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Mengapa Bulan Perlahan-lahan Menjauh dari Bumi Setiap Tahunnya?

ilustrasi bulan (pexels.com/David Besh)
ilustrasi bulan (pexels.com/David Besh)
Intinya sih...
  • Bulan menjauh dari bumi sejauh 3,8 cm setiap tahunnya
  • Pergeseran bulan dipicu oleh gravitasi bulan terhadap rotasi bumi dan gesekan pasang surut air laut
  • Bulan yang menjauhi bumi dapat mempengaruhi pasang surut laut, dinamika atmosfer, dan siklus biologis
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Tahukah kamu bahwa setiap tahunnya bulan terus menjauh dari bumi? Fenomena ini terjadi selama bertahun-tahun dan menjadi hal yang menarik untuk ditelusuri lebih lanjut apa alasan bulan terus menjauh dari gravitasi bumi.

Diketahui pergeseran bulan melibatkan pasang surut lautan bumi dan tarikan gravitasi. Melalui artikel ini kita akan membahas lebih dalam bagaimana pasang surut air laut dan tarikan gravitasi mempengaruhi pergeseran bulan. Berikut informasinya!

Kenapa bulan terus menjauh dari bumi?

Bulan
Bulan (pexels.com/Ivan Tanchev)

Dilansir BBC Science Focus, Edmond Halley yang merupakan astronom Inggris pertama kali sempat mencurigai bulan yang menjauh hampir 300 tahun lalu, usai dirinya mempelajari catatan gerhana kuno.

Kepastian menjauhnya bulan baru terbukti pada dekade 1970-an. Melalui pemantulan sinar laser pada cermin yang ditinggalkan oleh misi Amerika Serikat dan Uni Soviet, tercatat bahwa bulan bergeser menjauh sejauh 3,8 cm setiap tahunnya.

Fenomena pergeseran bulan ini dipicu oleh pengaruh gravitasi bulan terhadap rotasi bumi. Juga adanya gesekan pasang surut air laut menciptakan hambatan yang memperlambat putaran bumi. Agar keseimbangan momentum tetap terjaga, bulan pun mendapatkan percepatan yang membuatnya perlahan bergeser ke orbit yang lebih jauh.

Dampak bulan yang menjauhi bumi bagi kehidupan

ilustrasi bulan (pexels.com/Alex Andrews)
ilustrasi bulan (pexels.com/Alex Andrews)

Bulan bergeser 3,8 cm per tahun, memang kedengarannya angka yang kecil, namun bisa mempengaruhi kehidupan umat manusia dan lingkungan. Saat bulan menjauh, gaya pasang surut otomatis akan melemah, hutan bakau atau ekosistem pesisir yang bergantung pada pasang surut tentu akan mengalami perubahan tertentu.

Tidak hanya itu, rotasi bumi juga cenderung melambat akibat pergeseran bulan, akibatnya hari-hari terasa semakin panjang. Perubahan ini memengaruhi pasang surut laut, dinamika atmosfer, dan bahkan siklus biologis yang berevolusi di bawah ritme gravitasi Bulan.

Apa yang terjadi jika bulan terus menjauh dan hilang dari bumi?

ilustrasi bulan (pexels.com/Brett Sayles)
ilustrasi bulan (pexels.com/Brett Sayles)

Apakah keberadaan bulan akan lenyap jika terus menjauhi bumi? Lalu apa yang terjadi jika bulan benar-benar hilang dan tidak pernah menyinari bumi lagi?

Tentu ada harga yang harus dibayar jika bulan benar-benar meninggalkan bumi. Hamparan laut yang membentang sangat menggantungkan hidupnya pada bulan untuk melakukan pasang surut. Jika bulan hilang, maka lautan bumi akan memiliki pasang surut yang lebih kecil, sekitar sepertiga dari ukuran saat ini.

Fenomena pasang surut membantu sirkulasi nutrisi di lautan yang menjadi kunci perkembangan ekosistem pesisir. Berbagai biota laut seperti bintang laut, kepiting, ikan, siput, dan kerang sangat menggantungkan hidupnya pada pasang surut. Oleh karena itu, jika bulan hilang, maka kemungkinan terjadinya pasang surut sangatlah kecil, yang mana akan mengancam spesies penghuni laut.

Tidak hanya makhluk di laut, hewan-hewan yang hidup dengan menggandalkan kegelapan atau cahaya bulan pun terancam punah. Beberapa predator biasanya bergantung pada kegelapan dan sedikit cahaya untuk berburu makanan.

Bumi memiliki empat musim, yakni musim semi, musim dingin, musim panas, dan gugur. Jika bulan hilang, artinya musim dapat berubah secara substansial. Kemungkinan akan terjadi cuaca ekstrem atau adanya zaman es.

Dilansir Live Science, bulan tidak akan benar-benar pergi dari bumi meskipun setiap tahunnya bergeser menjauh. Bulan membutuhkan waktu yang sangat lama untuk benar-benar pergi dari gravitasi bumi.

Sebagai penutup, bulan menjauh dari bumi disebabkan adanya tarikan gravitasi dan pasang surut, di mana akan menciptkan tonjolan pasang surut. Pergeseran bulan ini akan memengaruhi fenomena pasang surut air laut, namun meskipun bergeser setiap tahunnya bulan tidak akan benar-benar meninggalkan bumi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi
Follow Us

Latest in Science

See More

Kenapa Posisi Matahari Menentukan Waktu Salat? Ini Alasannya

13 Feb 2026, 18:40 WIBScience