ilustrasi burung booby coklat (wikimedia.org/Charles J. Sharp)
Burung booby coklat memiliki rentang hidup yang cukup panjang yaitu hingga 27 tahun. Walaupun begitu, populasi burung ini diperkirakan berkurang dalam beberapa tahun terakhir.
Dilansir laman All About Birds, populasi burung booby coklat menurun secara drastis. International Union for the Conservation of Nature (IUCN) mencatat bahwa populasi burung booby coklat menurun, tetapi peringkat penurunan populasi burung booby coklat ini bisa dibilang tidak cukup memprihatinkan jika dibandingkan dengan penurunan populasi hewan lainnya.
Seperti kebanyakan burung laut yang berkembang biak di pulau, booby coklat sangat rentan terhadap predator. Populasi mereka di pulau-pulau mulai berkurang akibat serangan dari manusia, tikus, kucing, babi, dan hewan predator lainnya.
Burung booby coklat merupakan salah satu spesies burung laut yang memiliki habitat di kepulauan dan pesisir pantai daerah tropis. Burung laut ini memiliki ciri sayap yang kecil serta paruh tajam yang dapat membantu mereka untuk terbang dengan cepat dan menyelam di bawah air. Burung booby coklat merupakan burung romantis yang saling peduli dengan pasangannya, salah satunya dengan membuat sarang bersama-sama. Tidak hanya itu, keberadaan burung booby coklat di ekosistem juga memiliki peran untuk meningkatkan produktivitas pohon bakau yang berada di pesisir pantai. Menakjubkan, ya?