Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Fakta Cacing Nightcrawler, Punya Banyak Jantung
cacing nightcrawler (inaturalist.org/thirty_legs)
  • Cacing nightcrawler adalah hewan nokturnal yang keluar dari tanah saat malam hari dan tersebar di berbagai wilayah seperti Amerika Utara, Eropa, Australia, serta Selandia Baru.
  • Hewan ini memiliki lima lengkung aorta yang berfungsi layaknya jantung untuk mengalirkan darah beroksigen ke seluruh tubuhnya.
  • Cacing nightcrawler memakan tanaman mati dan material busuk, berperan sebagai pengurai alami namun juga menjadi spesies invasif di beberapa daerah seperti Amerika Utara.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Tanah memang terlihat kotor dan menjijikan, bahkan kamu mungkin enggan menyentuhnya. Namun, ternyata tanah menyimpan kehidupan yang sangat kompleks. Salah satu hewan yang hidup di dalam tanah adalah cacing nightcrawler (Lumbricus terrestris). Ia merupakan cacing yang akan keluar dari tanah saat malam hari.

Ukuran cacing ini terbilang cukup besar dan warnanya juga serupa dengan habitatnya. Metode pernafasannya juga unik karena ia memiliki lima buah jantung. Adapun, cacing nightcrawler merupakan hewan yang makanan utamanya adalah material busuk. Yuk, kita ulik lebih dalam tentang cacing tersebut di bawah ini!

1. Cacing nightcrawler keluar dari tanah pada malam hari

cacing nightcrawler (inaturalist.org/Ben Keen)

Jika diterjemahkan, nama cacing nightcrawler bisa diartikan sebagai cacing penjelajah malam. Seperti namanya, cacing ini merupakan hewan nokturnal dan akan mulai keluar dari dalam tanah saat malam hari. Sebab di malam hari suhu akan turun, aktivitas predator menurun, dan ia bisa berkelana serta melakukan perkawinan dengan lebih aman.

Di siang hari hewan ini akan selalu berada di dalam tanah. Jika keluar dari tanah di siang hari, ia akan merasa tidak nyaman, kepanasan, bahkan bisa mati. Soal penyebaran, laman GBIF menerangkan kalau hewan ini bisa ditemukan di berbagai daerah, mulai dari Amerika Utara, Eropa, Australia, dan Selandia Baru. Habitatnya sendiri mencakup kebun, hutan, semak-semak, hingga permukiman.

2. Punya lima buah jantung

cacing nightcrawler (inaturalist.org/Марина Горбунова-Ëлкина)

Sebenarnya, cacing ini tidak memiliki jantung sejati. Namun, ia tetap harus bernapas dan menghirup oksigen. Laman A-Z Animals menerangkan bahwa cacing nightcrawler memiliki lima organ bernama lengkung aorta. Nah, lengkung aorta memiliki fungsi yang sama seperti jantung, yaitu digunakan untuk mengalirkan darah yang kaya oksigen ke seluruh tubuh. Karena hal tersebut, walau tidak memiliki jantung sejati, cacing nightcrawler bisa dibilang memiliki lima buah "jantung cacing."

3. Merupakan cacing berukuran besar

cacing nightcrawler (commons.wikimedia.org/Donald Hobern)

Dilansir JungleDragon, cacing nightcrawler merupakan salah satu cacing terbesar. Tercatat, panjang rata-ratanya ada di angka 20–25 sentimeter. Tak hanya itu, pada September 2012 juga pernah ditemukan individu sepanjang 50 sentimeter di wilayah barat daya China. Bentuk tubuhnya tak berbeda dengan spesies cacing lain, yaitu badan yang panjang, berbentuk silinder, dan kulit halus. Tubuhnya sendiri berbuku-buku serta punya warna kemerahan, cokelat, dan pink. Terakhir, ia memiliki organ reproduksi berukuran besar yang menonjol bernama klitelum.

4. Hanya mau memakan tanaman yang sudah mati

cacing nightcrawler (commons.wikimedia.org/Donald Hobern)

Dikutip dari National Geographic, cacing nightcrawler merupakan herbivora yang hanya mau memakan tanaman yang sudah mati, seperti daun busuk, daun kering, buah busuk, atau batang kayu yang sudah tumbang. Selain tanaman, terkadang cacing ini juga akan memakan serangga atau kotoran. Lebih lanjut, ia sangat suka mengonsumsi makanan yang kaya akan kalsium dan nitrogen. Cacing ini juga sangat rakus, bahkan bisa ia bisa makan hingga sepertiga bobot tubuhnya dalam sehari.

5. Berstatus sebagai spesies invasif

cacing nightcrawler (commons.wikimedia.org/David Perez)

Di daerah asalnya, cacing ini merupakan hewan yang memiliki peran besar, yaitu sebagai penggembur tanah. Kebiasaannya, memakan material tanaman yang sudah mati juga menjadikan hewan ini sebagai dekomposer alami. Berkat kehadirannya, alam jadi bersih dan proses penguraian bisa berjalan optimal.

Namun, laman GISD juga menerangkan kalau cacing nightcrawler juga berstatus sebagai spesies invasif di beberapa daerah, salah satunya Amerika Utara. Di Amerika Utara, cacing nightcrawler bisa mengubah komposisi tanah, mengganggu pertumbuhan berbagai jenis tanaman, dan akhirnya merugikan berbagai pihak.

Cacing nightcrawler tak bisa dipandang sebelah mata. Kehidupan, kebiasaan makan, dan aktivitasnya berpengaruh besar terhadap ekosistem atau eksistensi makhluk lain. Hal tersebut membuktikan bahwa hewan sekecil atau seaneh apa pun tetap memiliki tempat tersendiri di alam. Sebagai manusia, kita harus memanfaatkan dan hidup berdampingan dengan cacing nightcrawler.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team