Ikan (unsplash.com/Claudio)
Pada saat tidur, otomatis tubuh ikan tetap diam dan pernapasannya melambat, bahkan beberapa ikan dapat diangkat dengan tangan. Dilansir Aqueon, peneliti di Universitas Stanford memantau bagaimana ikan zebra danio tidur. Berbekal teknologi canggih, mereka mengamati aktivitas otak dan tubuh ikan tersebut dan mampu mengidentifikasi tidur gelombang lambat dan tidur nyenyak, atau disebut tidur paradoks.
Sama halnya dengan mamalia, burung, dan reptil. Satu-satunya yang membedakan bahwa selama tidur paradoks ikan-ikan tidak menunjukkan gejala gerakan mata cepat (REM) seperti manusia dan hewan lainnya, mereka juga tidak menutup mata karena tidak memiliki kelopak mata seperti hewan di darat.
Sebagian besar ikan memang tidak bergerak saat tidur. Tapi, berbeda dengan spesies hiu yang harus tetap bergerak meskipun dalam mode istirahat, untuk ventilasi insang mereka. Uniknya lagi, ditemukan spesies ikan kakatua dan ikan wrasse laut yang menyelimuti diri dengan kepompong lendir saat tidur. Kantong kepompong tersebut mampu melindungi ikan tersebut dari predator dan parasit.
Kemudian, di mana ikan-ikan biasanya tidur? Diketahui tempat tidur ikan berbeda-beda antarspesies. Ada yang berbaring dengan menguburkan diri di pasir, bersembunyi di gua atau di bawah ceruk, melayang atau hanyut tanpa bergerak ke permukaan, bahkan sesekali ditemukan bersarang di tanaman, kayu apung, atau karang. Sesekali, ikan yang tertidur akan mengibaskan sirip demi menjaga keseimbangan.