5 Jenis Ikan Laut yang Paling Bagus untuk Kecerdasan Otak Anak

- Ikan kembung memiliki kadar omega-3 tinggi, penting untuk pembentukan sel otak anak, mudah ditemukan, dan cocok diolah menjadi berbagai menu.
- Ikan tongkol kaya protein dan lemak sehat, membantu perkembangan sistem saraf anak, dan dapat dimasak tanpa rasa amis berlebihan.
- Ikan sarden mengandung omega-3, vitamin D, dan kalsium yang mendukung pertumbuhan anak secara menyeluruh, serta rendah kandungan merkuri dibanding ikan besar.
Masa tumbuh kembang anak sangat dipengaruhi oleh asupan nutrisi yang masuk setiap hari. Salah satu zat gizi penting untuk perkembangan otak adalah omega-3, terutama DHA dan EPA, yang berperan dalam fungsi kognitif dan daya ingat. Sayangnya, masih banyak orang tua mengira sumber omega-3 terbaik hanya berasal dari salmon impor. Padahal, laut Indonesia menyimpan banyak pilihan ikan lokal yang gak kalah bergizi dan lebih ramah di kantong.
Memilih ikan yang tepat bukan cuma soal kandungan gizinya, tapi juga soal kebiasaan makan keluarga. Anak akan lebih mudah menerima makanan yang familiar dan sering ditemui. Dengan mengenal jenis ikan laut lokal yang kaya nutrisi, orang tua bisa menyusun menu sehat tanpa harus bergantung pada bahan mahal. Berikut lima jenis ikan laut yang dikenal baik untuk kecerdasan otak anak.
1. Ikan kembung

Ikan kembung sering disebut sebagai “salmon-nya Indonesia” karena kandungan omega-3 yang cukup tinggi. Bahkan, dalam beberapa studi, kadar DHA pada ikan kembung bisa menyaingi ikan laut populer dari negara lain. Kandungan ini berperan penting dalam pembentukan sel otak dan mendukung konsentrasi anak sejak dini.
Selain gizinya, ikan kembung juga mudah ditemukan di pasar tradisional dengan harga terjangkau. Tekstur dagingnya lembut dan rasanya gurih, sehingga cocok diolah menjadi berbagai menu anak. Dilansir Healthline, konsumsi ikan berlemak secara rutin berkaitan dengan fungsi otak yang lebih baik pada anak. Hal ini menjadikan ikan kembung pilihan realistis untuk menu harian keluarga.
2. Ikan tongkol

Ikan tongkol termasuk ikan laut yang kaya protein dan lemak sehat. Kandungan omega-3 di dalamnya membantu mendukung perkembangan sistem saraf pusat anak. Protein pada ikan tongkol juga berperan dalam pembentukan jaringan tubuh dan menjaga energi anak tetap stabil.
Dari sisi pengolahan, ikan tongkol cukup fleksibel dan bisa dimasak tanpa rasa amis berlebihan jika diolah dengan tepat. Medical News Today menyebutkan bahwa asupan ikan secara teratur dapat membantu perkembangan kognitif dan kemampuan belajar anak. Dengan porsi yang sesuai, ikan tongkol bisa menjadi bagian dari pola makan seimbang.
3. Ikan sarden

Ikan sarden dikenal sebagai ikan kecil dengan kandungan gizi besar. Selain omega-3, sarden juga mengandung vitamin D dan kalsium yang mendukung kesehatan tulang dan fungsi saraf. Nutrisi ini bekerja saling melengkapi dalam mendukung pertumbuhan anak secara menyeluruh.
Keunggulan lain ikan sarden adalah ukurannya yang kecil sehingga lebih rendah kandungan merkuri dibanding ikan besar. Menurut Mayo Clinic, ikan dengan kadar merkuri rendah lebih aman untuk dikonsumsi anak secara rutin. Hal ini membuat sarden cocok dijadikan menu mingguan tanpa rasa khawatir berlebihan.
4. Ikan tuna

Ikan tuna mengandung DHA dan EPA yang mendukung perkembangan otak dan penglihatan anak. Kandungan zat besinya juga membantu suplai oksigen ke otak, sehingga berpengaruh pada fokus dan stamina. Dalam jumlah yang tepat, tuna bisa menjadi sumber nutrisi penting selama masa sekolah.
Namun, orang tua tetap perlu memperhatikan porsi konsumsi tuna. Beberapa jenis tuna memiliki kadar merkuri lebih tinggi, sehingga sebaiknya tidak dikonsumsi berlebihan. Medical News Today menyarankan variasi jenis ikan untuk memaksimalkan manfaat dan meminimalkan risiko. Dengan pengaturan yang tepat, tuna tetap aman dan bermanfaat.
5. Ikan teri

Meski berukuran kecil, ikan teri menyimpan nutrisi yang padat. Kandungan omega-3, protein, dan mineralnya mendukung fungsi otak serta metabolisme tubuh anak. Karena dimakan utuh, ikan teri juga menyediakan kalsium alami yang baik untuk pertumbuhan tulang.
Ikan teri mudah diolah menjadi menu sederhana yang akrab dengan lidah anak. Healthline mencatat bahwa ikan kecil cenderung memiliki risiko kontaminasi logam berat yang lebih rendah. Dengan pengolahan yang tidak terlalu asin, ikan teri bisa menjadi pelengkap menu sehat sehari-hari.
Memenuhi kebutuhan nutrisi otak anak gak selalu harus mahal atau rumit. Dengan memilih ikan laut lokal yang kaya omega-3, orang tua bisa mendukung kecerdasan anak secara berkelanjutan. Variasi menu dan cara olah yang tepat juga membantu anak mengenal rasa alami makanan sehat sejak dini. Yuk, mulai kenalkan pilihan ikan bergizi ini agar anak tumbuh cerdas dan sehat bersama kebiasaan makan yang lebih baik.


















