Satelit (pexels.com/SpaceX)
Salah satu cara untuk mengetahui apa yang terjadi pada suhu laut di sekitar Bumi adalah dengan menggunakan data dari satelit cuaca di luar angkasa. Salah satu tugas satelit GOES-16 adalah mengukur suhu permukaan laut.
Para ilmuwan menggunakan data dari satelit seri GOES-R bersama dengan data dari instrumen Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer pada satelit Terra dan Aqua milik NASA untuk mempelajari sifat-sifat awan, permukaan tanah, suhu permukaan laut, kebakaran, abu vulkanik, tutupan salju, es laut, serta danau.
Satelit cuaca dirancang khusus untuk membawa serangkaian instrumen yang dirancang untuk mengukur berbagai aspek sistem Bumi. Instrumen-instrumen tersebut meliputi:
Perangkat pencitraan: Memberikan pengamatan multispektral frekuensi tinggi terhadap radiasi yang dipantulkan dan dipancarkan, mendukung analisis rinci struktur awan, konveksi dan fitur permukaan.
Sounder: Mengambil profil vertikal suhu, kelembapan, dan gas atmosfer, mendukung prediksi cuaca numerik, mengidentifikasi stabilitas atmosfer dan potensi konveksi, serta aplikasi penting dalam analisis atmosfer.
Sensor khusus: Termasuk pemetaan petir, angin, aerosol atau gas jejak untuk pemprofilan atmosfer yang presisi.
Secara bersama-sama, sensor ini melacak badai, memantau suhu permukaan laut, mengukur kecepatan angin, dan mendeteksi abu vulkanik, petir, bahkan asap kebakaran hutan. Data tersebut kemudian ditransmisikan ke stasiun bumi di seluruh dunia, di mana data tersebut diproses oleh komputer canggih untuk berbagi aplikasi.
Adanya informasi seputar suhu permukaan laut ini dapat memungkinkan para ilmuwan untuk mendeteksi kondisi seperti El Nino dengan lebih akurat saat kondisi tersebut sedang terbentuk.