Ketika mendapati ciri-ciri kucing demam, langkah paling tepat tentu saja menghubungi dokter. Jadwalkan konsultasi kesehatan, ya. Lebih cepat lebih baik guna mendeteksi pemicu dan mendapatkan pengobatan segera.
Sembari menunggu waktu kunjungan ke dokter, kamu bisa menyediakan lingkungan yang nyaman untuk kucing. Termasuk menjauhkannya sementara dari pemicu stres seperti keramaian atau kucing lain. Atur pula suhu ruangan agar tidak terlalu panas ataupun terlalu dingin.
Pastikan asupan makanan dan minuman anabul pun tetap tercukupi, ya. Jika kucing menolak makan dan minum sendiri, kamu dapat membantu menyuapinya makanan basah. Sebisa mungkin pilih makanan khusus recovery agar anabul lebih cepat pulih.
Kamu pun bisa mencoba menurunkan suhu tubuh kucing menggunakan lap yang dibasahi. Namun, pastikan memerasnya sampai air tidak menetes dan tidak menyebabkan tubuh anabul basah kuyup, ya.
Jika mendapati ciri-ciri kucing demam, jangan tunggu untuk segera ke dokter, ya. Demam merupakan tanda tubuh anabul sedang melawan sesuatu, mungkin bakteri atau virus. Oleh kareanya, pengobatan yang tepat sangat perlu. Ingat, jangan coba-coba memberinya parasetamol, lho!
Berapa suhu normal tubuh kucing? | Suhu tubuh normal kucing berada di kisaran 38,1°C hingga 39,2°C. Kucing dikatakan mengalami demam jika suhunya sudah melebihi 39,5°C. |
Mengapa kucing yang demam berhenti membersihkan diri (grooming)? | Saat demam, kucing merasa sangat tidak nyaman dan kekurangan energi. Akibatnya, mereka akan berhenti menjilati tubuhnya, sehingga bulunya tampak kusam, berantakan, atau bahkan rontok lebih banyak dari biasanya. |
Kapan saya harus membawa kucing ke dokter hewan? | Jika demam berlangsung lebih dari 24 jam, suhu tubuh mencapai 41°C, atau disertai gejala berat seperti muntah, diare, dan sulit bernapas, segera bawa ke dokter hewan karena demam tinggi yang berkepanjangan bisa merusak organ dalam. |