Rubah arktik (unsplash.com/Jonatan Pie)
Peristiwa cuaca ekstrem semakin sering dan meluas, menurut para peneliti, terutama dalam tiga dekade terakhir, di mana banyak wilayah baru mulai mengalami kondisi ekstrem. Ada juga titik panas, seperti Siberia Tengah, Skandinavia Barat, dan pantai Greenland, yang lebih terdampak dibandingkan wilayah lain.
Peristiwa-peristiwa yang semakin sering ini termasuk kejadian hujan di atas salju, yang disebabkan oleh pemanasan iklim. Ketika hal ini terjadi, permukaan es membeku, menjebak sumber makanan yang kemudian berdampak pada hewan-hewan Arktik, termasuk rusa kutub yang bergantung pada lumut.
Meskipun para peneliti tidak secara langsung meneliti konsekuensi ekologi, ada bukti kuat bahwa dampak berantai yang akan terjadi akan sangat drastis dan merusak. Pola cuaca ini bukanlah sesuatu yang biasa atau siap dihadapi oleh flora dan fauna Arktik.