Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Istana Daming
Istana Daming (wikimedia.org/xiquinhosilva)

Intinya sih...

  • Dinasti Tang menciptakan pondasi tata kelola administrasi dan hukum pemerintahan Tiongkok

  • Kebebasan beragama dilindungi oleh kebijakan pemerintahan Dinasti Tang

  • Pemerintahan Dinasti Tang sangat menjunjung tinggi meritokrasi

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Republik Rakyat Tiongkok, negara di Asia Timur yang kita kenal saat ini, bukan sekedar negara adikuasa di abad 21. Sejarah Tiongkok sebagai sebuah negara sudah tercatat sejak ribuan tahun sebelumnya, bahkan jauh sebelum Kuomintang dan Partai Komunis hadir.

Konsep pemerintahan di tengah peradaban Tiongkok sudah muncul sejak berdirinya Dinasti Shang pada 1600 SM. Selama kurun waktu lebih dari 2000 tahun, kaisar Tiongkok silih berganti datang dari berbagai dinasti.

Salah satu dinasti era Kerajaan Tiongkok yang paling terkenal adalah Dinasti Tang. Masa pemerintahan Dinasti Tang, yang berlangsung antara 618-906 M, kerap disebut sebagai era keemasan Tiongkok. Kira-kira apa saja keistimewaan dan kesuksesan pemerintahan Dinasti Tang? Simak uraiannya di artikel ini.

1. Dinasti Tang menciptakan pondasi tata kelola administrasi dan hukum pemerintahan Tiongkok

ilustrasi koin pada masa Dinasti Tang (picryl.com/Shanghai Museum)

Sebelum Dinasti Tang muncul, Tiongkok berada di bawah pemerintahan Dinasti Sui. Walaupun berhasil memperluas pengaruhnya hingga Semenanjung Korea, Tiongkok di era Dinasti Sui mengalami kebangkrutan akibat korupsi jajaran pemimpinnya. Li Yuan, salah satu jenderal pasukan Tiongkok, memimpin pemberontakan dan sekaligus mendirikan Dinasti Tang.

Li Yuan, atau yang dikenal sebagai Kaisar Gaozu, menyadari perlunya memperbaiki tata kelola administrasi di tahap awal pemerintahannya. Ia menciptakan sistem administrasi yang rapi dan sederhana agar tidak terlalu banyak mengeluarkan dana. Kaisar Gaozu juga menerapkan penggunaan koin tembaga sebagai mata uang dan sekaligus mendirikan beberapa sentra pencetakan uang.

Di masa pemerintahan Kaisar Gaozu, untuk pertama kalinya Tiongkok memiliki aturan hukum tertulis dalam bentuk kitab undang-undang yaitu Tang Code. Tang Code menjadi pondasi sistem hukum bagi dinasti-dinasti Tiongkok selanjutnya. Tidak terbatas pada pemerintahan Tiongkok, Tang Code juga menjadi rujukan referensi kitab undang-undang bagi beberapa negara Asia lainnya seperti Korea, Jepang dan Vietnam.

2. Kebebasan beragama dilindungi oleh kebijakan pemerintahan Dinasti Tang

Masjid Xianxian, Guangzhou (wikimedia.org/Huangdan2060)

Konfusianisme dan Taoisme merupakan dua kepercayaan yang paling banyak dianut oleh masyarakat Tiongkok. Sebelum era pemerintahan Dinasti Tang, penganut agama-agama selain Konfusianisme dan Taoisme masih dianggap asing dan rentan mengalami diskriminasi.

Kaisar Taizong dari Dinasti Tang adalah pemimpin Tiongkok pertama yang menciptakan peraturan untuk menjamin kebebasan beragama. Di masa pemerintahannya, umat Buddha dan Kristen dapat hidup berdampingan dengan penganut Konfusianisme dan Taoisme.

Agama Islam juga mulai masuk di tengah masyarakat Tiongkok pada sekitar pertengahan abad ke-7 atau era pemerintahan Kaisar Gaozong. Dibukanya kerjasama perdagangan antara bangsa Tiongkok dan bangsa Arab, memungkinkan terbentuknya populasi Muslim Tiongkok hingga pembangunan masjid.

3. Pemerintahan Dinasti Tang sangat menjunjung tinggi meritokrasi

ilustrasi Kaisar Xuanzong (picryl.com/Wikimedia Commons)

Penggunaan ujian terstandardisasi untuk seleksi penerimaan pejabat pemerintahan sebenarnya sudah dimula sejak era Dinasti Sui. Akan tetapi, pemerintahan Dinasti Tang berhasil mempertahankan budaya meritokrasi di jajaran pemerintahannya dalam waktu yang lama.

Dinasti Tang mempertahankan aristokrasi secara bijak dalam rangka menjaga kestabilan pemerintahan di beberapa wilayah. Dalam hal rekruitmen pegawai pemerintahannya, Dinasti Tang dikenal menjunjung tinggi pengetahuan budaya dan literasi. Tentu saja hal ini sudah disiapkan sejak pendidikan sekolah yang tetap dijaga agar menghasilkan para lulusan berkualitas.

Bukan itu saja, Dinasti Tang juga melakukan reformasi di bidang militer tepatnya di era pemerintahan Kaisar Xuanzong. Jika sebelumnya petani atau warga sipil lainnya dapat dikenakan wajib militer secara paksa, Kaisar Xuanzong memilih mempekerjakan kembali para veteran tentara-nya. Karena sudah terlatih dengan pengetahuan dan ketrampilan militer, para veteran tersebut dapat bekerja lebih efektif untuk menjaga perbatasan ataupun pengawasan wilayah yang tengah disinggahi suku nomaden.

4. Kesenian berkembang pesat di era Dinasti Tang

ilustrasi patung di era Dinasti Tang (picryl.com/San Diego Museum of Art)

Dinasti Tang memberi perhatian lebih pada perkembangan dunia kesenian dan kreativitas. Seni lukis, keramik, juga pengolahan logam sebagai perhiasan merupakan beberapa jenis kesenian yang tumbuh subur di era Dinasti Tang. Tak jarang produk-produk kesenian ini terinspirasi dari bentuk atau motif yang berasal dari luar negeri.

Sekitar 50 ribu karya puisi dari dua ribu penyair menjadi bukti masa kejayaan kesusastraan pada waktu tersebut. Terbukanya jalur perdagangan juga membawa musik-musik luar negeri di tengah masyarakat Tiongkok. Pertunjukan musik dan tari dari kebudayaan barat pun kerap dipertontonkan di Chang'an, salah satu kota besar di masa Dinasti Tang.

5. Selain Bidang Kesenian, Dinasti Tang juga mendukung kemajuan teknologi

panah dengan bubuk mesiu (wikimedia.org/Gary Todd)

Kamu mungkin pernah mendengar kalau bubuk mesiu pertama kali diproduksi oleh peradaban tiongkok. Ya, itu benar, dan lebih tepatnya lagi, penemuan bubuk mesiu terjadi di masa Dinasti Tang. Bukan hanya bubuk mesiu, era Dinasti Tang juga ditandai dengan beberapa penemuan di bidang teknologi seperti benda tahan air, kompor gas, bahkan pendingin udara.

Salah satu inovasi teknologi yang paling terkenal di era pemerintahan Dinasti Tang adalah automaton atau mesin bergerak otomatis yang menjadi cikal bakal robot. Dari penemuan konsep automaton, para ahli di era Dinasti Tang kemudian dapat berinovasi untuk menciptakan mesin-mesin lainnya yang dapat mempermudah pekerjaan sehari-hari. Pada masa inilah para petani tiongkok untuk pertama kalinya dapat meningkatkan produktivitas hasil pertanian mereka pasca ditemukannya mesin-mesin penunjang aktivitas pertanian.

Era pemerintahan Dinasti Tang berlangsung hingga 907 M. Bencana kekeringan yang berujung wabah kelaparan serta pemberontakan besar-besaran mewarnai saat-saat terakhir masa keemasan Tiongkok di bawah Dinasti Tang. Meski begitu, segala pencapaian yang diraih Dinasti Tang tetap menjadi rujukan bagi pemerintahan Tiongkok di masa-masa setelahnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team