kucing makan ikan (unsplash.com/szamanm)
Begitu tahu kalau kucing punya gen penting untuk mendeteksi rasa umami, para peneliti langsung melihat indra pengecap kucing lebih dekat. Ternyata cara kerja reseptor umami pada kucing berbeda dari manusia. Pada kucing, tempat pengikatan asam glutamat dan asam aspartat, dua asam amino paling penting untuk mendeteksi rasa umami, mengalami mutasi.
Kalau kita, asam amino berikatan lebih dulu dengan reseptor umami, lalu senyawa nukleotida memperkuat responsnya. Nah, pada kucing, nukleotida mengaktifkan respons umami dulu, lalu asam amino meningkatkan efek rasanya. Hal ini bikin ikan tuna jadi favorit kucing karena dagingnya mengandung nukleotida yang berikatan sangat kuat dengan reseptor mereka.
Gak cuma itu, ikan tuna juga mengandung L-histidin. Asam amino ini penting bagi tubuh kucing, dan merupakan penambah rasa umami yang kuat. Scott McGrane, pakar ilmu sensori dari Waltham Petcare Science Institute dan penulis utama dalam penelitian bersangkutan, mengungkapkan pada laman Live Science kalau kandungan L-histidin pada ikan tuna jauh lebih tinggi dibandingkan pada ikan lain dan sumber daging lainnya.
Eksperimen terhadap 25 ekor kucing pun mengonfirmasi temuan itu. Para kucing menunjukkan preferensi pada mangkuk dengan kombinasi senyawa yang bikin rasa umami paling "nendang" bagi lidahnya. Adapun, senyawa-senyawa itu terdapat pada ikan tuna dengan konsentrasi tinggi. Hasil penelitian ini diharapkan bisa membantu meramu makanan kucing yang lebih sehat dan obat-obatan yang cocok bagi lidah kucing.