Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Fakta Dusky Farmerfish, Ikan yang Mampu Mengembangkan Pertanian
potret dusky farmerfish dewasa di sekitar karang (commons.wikimedia.org/Philippe Bourjon)
  • Ikan damsel punya berbagai corak warna menarik, tapi dusky farmerfish memiliki penampilan lebih polos.
  • Dusky farmerfish tersebar luas di Samudra Hindia hingga Pasifik. Mereka hidup di karang dangkal dan makan alga.
  • Kelompok kecil dusky farmerfish akan melindungi wilayah mereka dengan pertarungan yang keras.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Ikan damsel (famili Pomacentridae) bisa dibilang salah satu keluarga ikan dengan berbagai corak warna yang menarik. Mereka tampil dengan paduan warna-warna cerah dan biasanya berukuran tak lebih dari 30 cm saja. Meski begitu, ada satu spesies ikan damsel yang punya penampilan lebih polos dari kerabat lain yang bernama dusky farmerfish atau dusky gregory (Stegastes nigricans).

Dari ukuran, mereka terbilang ikan yang kecil karena hanya punya panjang tubuh sekitar 9—14 cm. Spesies ini memiliki dimorfisme seksual, yang berarti jantan tumbuh lebih besar ketimbang betina. Seperti yang disebutkan sebelumnya, dusky farmerfish memiliki corak warna sisik yang lebih polos, yaitu warna belang hitam dan putih saja. Kadang, mereka juga bisa memiliki warna cokelat tua dan bercak berwarna keunguan di dahi. 

Meski secara penampilan tidak semenarik kerabat ikan damsel lain, dusky farmerfish tetap memiliki beberapa keistimewaan. Adapun, salah satu di antaranya mungkin merupakan sesuatu yang sukar untuk kita percaya. Sudah penasaran dan ingin berkenalan dengan ikan yang satu ini? Yuk, simak pembahasan lengkapnya di bawah ini!

1. Peta persebaran dan habitat

Seekor dusky farmerfish beristirahat di antara koral. (commons.wikimedia.org/Paul Asman and Jill Lenoble)

Dusky farmerfish bisa dibilang punya peta persebaran yang sangat luas. Dilansir Australian Museum, mereka tersebar mulai dari kawasan Samudra Hindia hingga Samudra Pasifik, termasuk negara dan pulau-pulau yang berada di antara kedua lautan luas tersebut. Menariknya, terdapat sedikit kantong populasi yang ditemukan di sekitaran Laut Merah, Selat Luzon, hingga Selat Korea.

Dari peta persebaran tersebut, pilihan zona favorit bagi dusky farmerfish berada di sekitaran kawasan tropis dan subtropis. Secara spesifik, ikan yang satu ini merupakan penghuni karang dengan kedalaman yang relatif dangkal, yaitu sekitar 1—12 meter saja. Di sana, dusky farmerfish menjadikan cabang karang staghorn atau karang berjenis Acropora sebagai rumah.

2. Makanan favorit dan kebiasaan bertani

dusky farmerfish sedang menjaga alga yang mereka tumbuhkan (commons.wikimedia.org/Elapied)

Dusky farmerfish merupakan ikan omnivor yang bisa mengonsumsi plankton laut, alga, hingga krustasea kecil. Akan tetapi, alga menjadi makanan favorit bagi ikan yang satu ini. Saking cintanya dengan alga, dusky farmerfish melakukan kegiatan yang tidak biasa bagi ikan, yaitu "menumbuhkan" sendiri alga untuk mereka konsumsi, layaknya jenis ikan damsel lain.

Dilansir Listverse, dusky farmerfish akan menentukan lokasi yang sesuai untuk menumbuhkan alga. Biasanya, alga yang mereka pilih adalah jenis yang mengandung banyak serat dan dapat tumbuh dengan cepat, tumbuh dari potongan karang yang sudah mati. Agar hasil "panen" berlimpah dan mengandung nutrisi maksimal, ikan ini akan mempersilakan beberapa jenis udang mungil untuk masuk ke pertanian mereka supaya alga yang ada bisa memperoleh nutrisi yang diperlukan.

Dusky farmerfish akan menjaga ketat area penumbuhan alga ini dari penyusup secara agresif. Saking protektifnya ikan ini, mereka bahkan tak segan menyerang para penyelam yang tak sengaja mendekat ke sana. Saat alga sudah tumbuh, dusky farmerfish akan menikmati hasil "pertanian" mereka dan mengulang proses yang sama untuk menumbuhkan kembali alga untuk kemudian hari.

3. Hidup berkelompok dan agresif dalam mempertahankan wilayah

Dusky farmerfish terbilang sangat agresif ketika harus menjaga wilayah mereka dari individu lain. (commons.wikimedia.org/Frédéric Ducarme)

Sebagai ikan berukuran mungil, dusky farmerfish jelas harus hidup secara berkelompok. Namun, ukuran kelompok ikan yang satu ini terbilang sangat kecil. Mereka lebih banyak hidup bersama pasangan mereka saja meski beberapa individu tetap akan membentuk kelompok yang berisi beberapa ekor individu berbeda.

Nah, kelompok kecil dusky farmerfish ini tetap memiliki wilayah masing-masing dan mereka akan menjaga wilayah itu layaknya menjaga area pertanian mereka. Fishipedia melansir kalau seluruh anggota kelompok dusky farmerfish akan menyerang individu lain yang mencoba menyusup ke wilayah mereka dengan pertarungan yang keras. Saking mengerikannya pertarungan antar dusky farmerfish, tak jarang salah satu individu yang terlibat di dalamnya mengalami luka berat atau bahkan kematian.

4. Sistem reproduksi

Saat baru menetas, seluruh anak dusky farmerfish ternyata terlahir sebagai jantan. (commons.wikimedia.org/Paul Asman and Jill Lenoble)

Tak banyak hal yang kita ketahui tentang sistem perkawinan dan musim kawin dusky farmerfish. Sebagai contoh, masih menjadi misteri bagaimana cara kedua pasangan ikan ini bertemu hingga kapan biasanya mereka kawin. Yang jelas, sebelum mulai kawin, dusky farmerfish akan melakukan semacam tarian khas, baik jantan maupun betina.

Dilansir Fishipediadusky farmerfish betina akan bertelur di atas sedimen tanpa perlindungan apa pun, tetapi jantan akan selalu berjaga di dekat telur-telur tersebut. Tidak disebutkan perihal berapa banyak telur yang bisa mereka keluarkan dalam satu musim kawin ataupun berapa lama telur-telur ini menjalani masa inkubasi. Namun, ada satu fakta menarik ketika telur-telur itu sudah menetas. Seluruh anak ikan ini akan terlahir dalam satu jenis kelamin saja, yaitu jantan. Seiring bertambahnya usia mereka, sebagian anak dusky farmerfish akan mengubah jenis kelamin mereka menjadi betina.

5. Status konservasi

Jika kerusakan terumbu karang terus berlangsung dalam taraf yang masif, bukan tidak mungkin populasi dusky farmerfish akan terancam pada masa mendatang. (commons.wikimedia.org/Elapied)

Mengingat peta persebaran dusky farmerfish yang sangat luas, sebenarnya populasi mereka juga masih ada dalam taraf yang aman. Pada catatan IUCN Red List, ikan yang satu ini tergolong dalam kategori kekhawatiran rendah (Least Concern). Walau tren populasi mereka tidak diketahui ada pada tingkat stabil, bertambah, atau menurun, sebenarnya saat ini mereka tidak sedang menghadapi masalah yang serius yang dapat berdampak pada jumlah populasi.

Meski begitu, bukan berarti mereka tidak memiliki potensi ancaman. Layaknya berbagai jenis ikan karang lain, dusky farmerfish sangat rentan terganggu jika habitat utama mereka, yakni terumbu karang, terus menyusut tiap tahunnya. Kerusakan terumbu karang ini tak lepas dari segala bentuk aktivitas manusia, mulai dari ekstraksi hasil laut secara berlebihan hingga pembuangan limbah secara tidak bertanggung jawab.

Dengan membaca sederet fakta dari dusky farmerfish di atas, rasanya jadi jawaban kalau kita bukanlah makhluk pertama yang belajar melakukan praktik pertanian. Siapa sangka kalau ikan mungil yang satu ini mampu mengembangkan makanan sendiri dengan memanfaatkan ekosistem yang ada di sekitar mereka. Kejutan dari alam, khususnya lautan, benar-benar sering membuat kita kagum, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorYudha ‎