Hujan meteor Lyrid jadi salah satu fenomena langit yang menarik untuk diamati karena punya sejarah panjang dan karakteristik cukup unik dibanding hujan meteor lainnya. Berikut beberapa fakta penting tentang hujan meteor Lyrid:
Hujan meteor Lyrid terbentuk dari sisa debu komet C/1861 G1 Thatcher yang ditemukan oleh A.E. Thatcher. Saat Bumi melintasi jalur komet ini, partikel-partikel kecil tersebut masuk ke atmosfer dan terbakar sehingga terlihat seperti cahaya melesat di langit atau yang sering disebut “bintang jatuh”.
Meteor Lyrid tampak berasal dari satu titik di langit yang disebut radiant, di sekitar rasi bintang Lyra, dekat bintang terang Vega. Namun, sebenarnya meteor bisa muncul di berbagai arah langit dan justru akan terlihat lebih panjang dan jelas jika diamati sedikit menjauh dari titik radiasinya.
Pada kondisi normal, hujan meteor Lyrid menghasilkan sekitar 10—20 meteor per jam saat puncaknya. Meski begitu, fenomena ini juga dikenal bisa mengalami lonjakan jumlah meteor secara tiba-tiba hingga sekitar 100 meteor per jam meskipun hal ini tidak selalu terjadi setiap tahun.
Meteor Lyrid dikenal cukup cepat dan sering terlihat terang saat melintas di langit. Bahkan, dalam beberapa kesempatan, bisa muncul fireball, yaitu meteor yang sangat terang hingga cahayanya bisa melebihi planet Venus, meski biasanya tidak meninggalkan jejak cahaya panjang setelahnya.
Lyrid merupakan salah satu hujan meteor tertua yang pernah tercatat dalam sejarah dengan pengamatan yang sudah ada sejak lebih dari 2.500 tahun lalu berdasarkan catatan kuno di China. Hal ini menunjukkan bahwa fenomena ini sudah diamati manusia sejak zaman dahulu.