Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
4 Fakta Ilmiah tentang Lidah Bunglon, Panjang Banget!
ilustrasi bunglon (pexels.com/Pincalo)
  • Lidah bunglon bisa mencapai 1,5–2 kali panjang tubuhnya, memungkinkan hewan ini menangkap mangsa dari jarak jauh tanpa harus bergerak mendekat.
  • Gerakan lidah bunglon sangat cepat, mampu meluncur hingga 20 kali percepatan gravitasi dan mengenai mangsa dalam waktu kurang dari 0,07 detik.
  • Struktur ujung lidah berbentuk mangkuk lengket serta sistem elastis di dalamnya membuat bunglon efisien dan akurat saat menangkap serangga.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bunglon bukan hanya dikenal sebagai hewan yang mampu mengubah warna kulitnya, namun ternyata juga memiliki kemampuan mencolok, yaitu lidah yang panjang dan cepat. Lidah bunglon bukan hanya berfungsi sebagai alat makan, namun juga menjadi salah satu organ yang paling kompleks secara struktural dan biomekanis dalam dunia hewan.

Kecepatan dan kekuatan lidah bunglon ternyata menjadikannya sebagai salah satu predator paling efisien untuk bisa menangkap serangga, bahkan dari jarak yang jauh sekali pun. Oleh sebab itu, perhatikan beberapa fakta menarik berikut ini terkait lidah bunglon yang luar biasa, sebab memadukan antara otot elastis, struktur tulang, dan tekanan internal.

1. Lidah bunglon dapat melebihi panjang tubuhnya

ilustrasi bunglon (pexels.com/Bruno Kraler)

Salah satu fakta paling menarik mengenai lidah bunglon adalah panjangnya bisa mencapai 1,5 hingga 2 kali panjang tubuh bunglon itu sendiri, namun tidak termasuk dengan ekornya. Artinya seekor bunglon dengan panjang tubuh sekitar 10 cm justru bisa memiliki lidah sepanjang 20 cm.

Kemampuan yang satu ini sangat memungkinkan bunglon untuk bisa menangkap mangsa dari jarak yang jauh sekali pun, bahkan tanpa harus repot-repot bergerak mendekat, sehingga bisa meminimalisir risiko terdeteksi oleh serangga. Evolusi panjang lidah dianggap sebagai keuntungan adaptif yang sangat efektif di habitatnya.

2. Kecepatan lidahnya mencapai 20 kali percepatan gravitasi

ilustrasi bunglon (pexels.com/Сергей Сёмин)

Lidah bunglon bukan hanya dikenal panjang, namun juga mampu bergerak dengan kecepatan yang luar biasa tinggi, yaitu bisa meluncur dengan kecepatan hingga 20 kali gaya gravitasi. Gerakan ini biasanya berlangsung dalam waktu kurang dari 0,07 detik dari pada saat lidah tersebut dilepaskan hingga berhasil mengenai mangsanya.

Kecepatan yang dimiliki bukan hanya menakjubkan secara ilmiah, namun juga menunjukkan tingkat efisiensi yang luar biasa dalam menangkap mangsa kecil yang bergerak dengan cepat. Bahkan, teknologi robotik sekali pun masih mengalami kesulitan untuk bisa meniru mekanisme alami yang dimiliki bunglon secara sempurna.

3. Ujung lidah bunglon dilengkapi dengan struktur pengisap khusus

ilustrasi bunglon (pexels.com/Guillaume Meurice)

Lidah bunglon memiliki bagian ujung yang berbentuk seperti mangkuk kecil dengan permukaan lengket, sehingga sangat efektif untuk bisa menangkap atau pun menahan mangsa. Struktur ini dapat membantu lidah untuk menciptakan adanya daya lekat pada saat menyentuh serangga, sehingga mangsa pun tidak akan mudah lolos begitu saja.

Bagian ujung lidah bunglon dikenal sangat fleksibel dan mampu menyesuaikan bentuknya dengan permukaan massa, sehingga hal ini bisa meningkatkan akurasi dan juga efisiensi dalam menangkap makanan. Hal ini seolah menjadikan bunglon sebagai salah satu predator serangga yang paling sukses di dunia reptil.

4. Gerakan lidah didukung sistem elastis dan otot khusus

ilustrasi bunglon (pexels.com/Egor Kamelev)

Lidah bunglon ternyata tidak digerakkan semata-mata oleh otot seperti halnya yang ada pada manusia, namun juga melibatkan adanya sistem penyimpanan energi elastis yang terdapat di bagian dalam jaringan lidah. Pada saat bunglon bersiap untuk menyerang, maka otot-ototnya akan menekan dan menyimpan energi di jaringan elastis tersebut, lalu melepaskannya secara tiba-tiba untuk mendorong lidah tersebut keluar dengan kecepatan yang tinggi.

Teknik yang dimiliki bunglon mirip dengan sistem pegas, yaitu energinya disimpan dan dilepaskan dalam waktu singkat untuk menghasilkan adanya daya dorong yang cukup maksimal. Mekanisme ini seolah membuat bunglon mampu melontarkan lidahnya dengan tenaga besar tanpa harus repot-repot mengandalkan kekuatan otot murni.

Lidah bunglon ternyata merupakan salah satu keajaiban dari evolusi yang menggabungkan antara panjang, kecepatan, dan keakuratan dalam sistem biologis. Bukan hanya membantu bunglon untuk bertahan hidup, namun lidah tersebut bisa menjadi inspirasi dalam studi biomekanika dan teknologi robotik. Tidak heran apabila bunglon menjadi salah satu hewan dengan organ tubuh paling luar biasa di dunia hewan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team