Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
4 Fakta Ilmiah tentang Tentakel Gurita, Bisa Tumbuh Kembali!
ilustrasi gurita (pexels.com/Mr Alex Photography)
  • Gurita memiliki sistem saraf kompleks dengan dua pertiga neuron berada di tentakel, membuat setiap tentakel mampu bergerak dan bereaksi secara mandiri tanpa perintah langsung dari otak utama.
  • Tentakel gurita berfungsi sebagai alat gerak sekaligus indra perasa dan pencium, karena ribuan reseptor sensorik pada alat pengisapnya dapat mendeteksi bahan kimia di air atau permukaan benda.
  • Gurita mampu meregenerasi tentakel yang putus secara bertahap hingga berbulan-bulan, sementara tentakel yang terlepas masih bisa bergerak karena sistem sarafnya tetap aktif untuk sementara waktu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Gurita merupakan salah satu hewan yang paling cerdas karena memiliki berbagai kemampuan luar biasa yang sangat bergantung pada tentakel tubuhnya. Tentakel gurita ternyata bukan hanya sekadar alat gerak, namun juga memiliki berbagai fungsi unik yang membuat hewan tersebut berbeda dari kebanyakan hewan lainnya.

Sistem saraf yang dimiliki gurita ternyata cukup kompleks, sehingga memungkinkan tentakelnya untuk bekerja secara independen, bahkan tanpa harus menunggu perintah yang diberikan secara langsung dari otaknya. Hal ini menjadikan gurita sebagai salah satu predator yang paling efisien, serta mampu beradaptasi dengan baik di berbagai kondisi lingkungan laut. Berikut ini merupakan beberapa fakta ilmiah mengenai tentakel gurita yang mungkin jarang diketahui oleh orang-orang.

1. Tentakel gurita memiliki 'otak' sendiri

ilustrasi gurita (pexels.com/Jeffry Surianto)

Banyak yang tidak mengetahui bahwa gurita ternyata memiliki sekitar 500 juta neuron yang terdapat pada tubuhnya dan sekitar 2/3 dari jumlah tersebut justru berada di bagian tentakelnya. Hal ini berarti setiap tentakel yang dimiliki dapat memproses informasi, serta melakukan berbagai gerakan tanpa harus menunggu instruksi secara langsung dari otak utama.

Kemampuan unik yang dimiliki gurita dapat membuat bagian tentakelnya meraih, menangkap, hingga menghindari berbagai cahaya secara mandiri. Bahkan jika gurita kehilangan kontrol atas otaknya, maka bagian tentakelnya tersebut tetap bisa bergerak dan juga bereaksi terhadap segala rangsangan yang ada di sekitarnya tanpa masalah.

2. Tentakel gurita bisa mencium dan merasakan

ilustrasi gurita (pexels.com/Ashley Christiano)

Tentakel gurita bukan hanya memiliki fungsi utama untuk bergerak dan menangkap mangsa, namun juga bisa sebagai alat perasa dan pencium. Setiap alat pengisap yang terdapat pada tentakelnya ternyata mengandung adanya ribuan reseptor sensorik, sehingga mampu membantu hewan tersebut untuk mendeteksi bahan kimia yang terdapat di air atau di permukaan benda yang disentuhnya.

Tidak heran apabila hal ini memungkinkan gurita untuk bisa merasakan makanan hanya dengan cara menyentuhnya tanpa perlu memasukkan secara langsung ke dalam mulut. Cara tersebut tentu dapat membantu gurita untuk dengan cepat menemukan apakah memang ada sesuatu yang layak dimakan atau harus dihindari.

3. Tentakel gurita bisa tumbuh kembali

ilustrasi gurita (pexels.com/yu zhang)

Jika ada bagian dari tentakel yang mengalami kondisi luka atau putus akibat dari serangan predator, maka gurita ternyata memiliki kemampuan untuk bisa menumbuhkannya kembali. Proses regenerasi tersebut berlangsung secara bertahap, serta memakan waktu hingga berbulan-bulan sampai nantinya tentakel tersebut dapat memiliki fungsi seperti semula.

Selama proses tersebut, sel-sel khusus yang terdapat pada tubuh gurita ternyata mampu bekerja dengan membentuk kembali jaringan saraf, otot, dan alat pengisapnya. Kemampuan tersebut seolah dapat memberikan gurita keuntungan untuk bisa bertahan hidup, khususnya pada saat berada di situasi di mana mereka perlu mengorbankan tentakel untuk melarikan diri.

4. Tentakel gurita dapat bergerak setelah terlepas

ilustrasi gurita (pexels.com/Pia B)

Walau tentakel mungkin secara tidak sengaja terpisah dari tubuh, namun ternyata bagian dari gurita tersebut masih bisa bergerak dan bereaksi terhadap berbagai rangsangan selama periode beberapa waktu. Hal ini karena sistem saraf yang terdapat pada tentakel masih aktif, serta mampu untuk mengontrol segala gerakan, meski tidak lagi terhubung dengan otak utamanya.

Fenomena yang satu ini menunjukkan bahwa sistem saraf yang dimiliki gurita sangat unik jika dibandingkan dengan makhluk lainnya. Tentakel yang telah terlepas, bahkan masih bisa mencoba menangkap mangsa sebelum nantinya kehilangan energi dan benar-benar berhenti bergerak.

Tentakel gurita ternyata bukan hanya sekadar alat gerak, namun juga memiliki berbagai fungsi kompleks yang membuat hewan tersebut sangat unik. Melalui kemampuan berpikir, mandiri, hingga regenerasi, maka tidak heran apabila tentakel gurita menunjukkan betapa luar biasanya adaptasi evolusi yang dimilikinya. Tentakel yang ada bisa membantu gurita untuk bertahan di lingkungan laut yang keras.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team