ilustrasi penjara (unsplash.com/Denny Müller)
Tanggal 20 Oktober 1943, Irena dengan nama kode 'Jolanta' ditangkap oleh Gestapo(Geheime Staatspolizei), polisi rahasia Jerman Nazi. Ia dikurung di Penjara Piawiak.
Irena diinterogasi dan disiksa, baik secara mental maupun fisik. Kakinya patah, rasa sakitnya luar biasa. Namun, ia tidak pernah membocorkan informasi yang dibutuhkan polisi. Sebelumnya, Irena dan rekannya sudah mempersiapkan jawaban apabila suatu saat nanti mereka ditangkap polisi. Informasi inilah yang diberikan saat interogasi.
Tidak lama kemudian, perempuan ini dijatuhi hukuman mati.
Hukuman ini bukan akhir dari perjalanan Irena yang heroik. Faktanya, Zegota menyogok polisi Jerman. Esok harinya, Jerman Nazi mengumumkan bahwa Irena telah dieksekusi. Di seluruh kota, terdapat poster yang menyatakan bahwa Irena mati ditembak.
Sampai akhir perang, ia bersembunyi seperti anak-anak yang diselamatkannya. Ketika perang berakhir, Irena membuka toples dan berusaha mencari setiap anak dan orangtuanya yang masih hidup.